Halaqoh Forum ulama Ahlu Sunnah wal jamaah yang dilaksanakan di Tegal kemarin (9/12/2021) menghasilkan beberapa point kesepakatan para peserta halaqoh.
Hasil ini berbentuk surat pernyataan dalam dua bidang, pertama adalah bidang keagamaan dan bidang kenegaraan ,dalam bidang keagamaan menyoroti tentang situasi dan kondisi PBNU menjelang muktamar NU yang akan dilaksanakan dalam bulan Desember ini.
Hasil halaqoh ini dalam bentuk surat pernyataan yang dibacakan langsung saat penutupan acara sekaligus puncak acara halaqoh yaitu Doa untuk negeri.
Surat yang dikhususkan untuk memberikan masukan kepada PBNU ini berisi enam point yang isinya adalah .
1. Menghimbau kepada peserta muktamar untuk memilih calon ketua umum PBNU dari tokoh yang berjiwa santri.
2. Calon ketua umum harus memiliki pemahaman dan penafsiran yang lurus terkait manhaj dan qonun asasi para ulama pendiri NU,serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga NU.
3.Calon ketua umum PBNU pemikiran nya tidak terkontaminasi oleh ideologi liberal,Syiah ,Wahabi,dan penista agama.
4. Calon ketua umum PBNU bisa mempersatukan umat serta mempunyai program – program keumatan yang mencakup pembentangan akidah ahlu sunnah wal jamaah, kesejahteraan ekonomi dan kaderisasi.
5. Calon ketua umum PBNU tidak punya hubungan khusus dengan zionis Israil,asing aseng dan komunis.
6. Calon ketua umum PBNU harus menyelamatkan NU,,agama,bangsa negara.
Surat pernyataan tersebut dicakan langsung oleh habib Alwi Assegaf saat penutupan acara.
Fatchullah Akbar selaku panitia menambahkan, puncak acara halaqoh adalah doa untuk negeri yang dihadiri oleh jamaah dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa tengah.
Sebagai langkah lanjutan forum ini hasil halaqoh akan segera disampaikan kepada pihak terkait .
Sementara Acara penutupan selain doa untuk negeri juga diisi oleh beberapa pesan nasehat untuk umat Islam terutama warga Nahdliyyin dari syaikhona Najih maimoen Zubair,KH Lutfi Bashori,KH Idrus romli,KH wafi MZ,KH Ahmad dan KH Fahrurrozi Banten .
Beberapa peserta halaqoh yang Ikut mendampingi diacara penutupan tersebut Gus Ahfaz Hamid baidlowi,Gus Ibrahim Temanggung,ustadz ade Jogja,KH Ahmad Rubai Kartosuro,dan beberapa ulama dari Banten,Madura dan Jawa timur.