• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mewaspadai Provokasi di Masa Pandemi Covid-19

Mewaspadai Provokasi di Masa Pandemi Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 August 2021

Oleh : Muhammad Yasin

Masyarakat diharapkan untuk mewaspadai provokasi di masa pandemi Covid-19, termasuk melalui fenomena mural yang tren belakangan ini. Pembuatan mural tersebut dinilai tidak solutif karena hanya membuang-buang biaya dan menciptakan pesimisme rakyat dalam melewati wabah virus Corona.

Pandemi membuat kita memiliki beragam perasaan. Ada yang ikhlas menghadapinya,tetapi ada juga yang negative thinking lalu menyalahkan pemerintah dan presiden. Mereka yang suka marah (biasanya bukan pendukung presiden pada pilpres lalu), melakukan beberapa cara untuk mengekspresikannya.

Di masa pandemi Covid-19, ternyata kita tak hanya berperang melawan virus Covid-19 dan efek negatifnya, tetapi juga provokasi. Mereka yang suka emosi dan menyalahkan keadaan lalu melakukan provokasi agar lebih banyak lagi yang menjadi kroco, sehingga bisa bersama-sama menghujat. Salah satu bentuk provokasi yang belakangan ini dilakukan adalah dengan lukisan mural.

Lukisan mural yang dipotret lalu viral berisi provokasi dan penghujatan terhadap presiden. Meski akhirnya dihapus, tetapi mural tersebut sudah terlanjur populer dan menancap di pikiran masyarakat. Mural, kata sang pembuat, menjadi bentuk kritik pada pemerintah. Namun sayang kritik yang dilayangkan salah karena tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh dengan provokasi dari mural tersebut, karena buktinya presiden tidak seperti itu. Saat pandemi, apakah beliau tidak ditemukan alias cuek-cuek saja? Faktanya, Presiden Jokowi bisa jadi orang yang paling sedih karena memikirkan nasib rakyatnya, lalu melakukan berbagai cara agar mereka selamat dari ganasnya corona.

Selain itu, apa yang dikatakan oleh mural juga salah besar. Selama ini Presiden Jokowi selalu ada untuk memberi berbagai bantuan terhadap rakyatnya. Untuk mengatasi efek buruk pandemi Covid-19, beliau memberi Bansos, BLT, kartu prakerja, dan berbagai program lain. sehingga rakyat mendapatkan intensif dan bisa survive tanpa bingung harus mencari utang ke mana.

Masyarakat diminta untuk tenang dan tidak perlu memikirkan masalah mural tersebut dengan serius. Jangan malah marah-marah, terprovokasi lalu berpikiran macam-macam, karena hanya menghabiskan energi, waktu, dan juga tenaga. Memang masa pandemi ini banyak orang makin sensitif tetapi sebagai manusia dewasa kita seharusnya tetap stay cool dan tidak mudah tersulut emosi.

Lantas, daripada marah-marah gak jelas dan membuat mural (lalu beresiko dihapus dan ditangkap oleh aparat), bukankah lebih baik bekerja sama untuk mengatasi dampak pandemi? Lagipula membuat mural juga butuh modal yang cukup besar, bisa mencapai jutaan rupiah. Daripada uang tersebut dihamburkan, bukankah lebih baik dijadikan modal usaha dan menjadi pebisnis yang bonafit?

Lupakan saja urusan mural, kritik, dll dan mari singsingkan lengan baju untuk lebih bekerja keras serta berkolaborasi untuk mengatasi efek buruk pandemi. Kalau ada dana lebih, daripada dibelikan cat atau pylox dan dijadikan mural, lebih baik dibelikan sembako dan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini lebih mulia daripada marah-marah via mural, bukan?

Di masa pandemi, kita seharusnya lebih mengasah kepekaan sosial. Misalnya dengan berbagi paket sembako, memberi makan anak yatim-piatu dan fakir miskin, atau melakukan penggalangan dana. Kita juga bisa membuat pelatihan entrepreneur online agar mereka yang pengangguran bisa memulai usaha baru dan bangkit perekonomiannya di masa pandemi.

Waspadalah akan provokasi di masa pandemi dan jangan terpengaruh oleh sekadar mural yang dibuat oleh oknum yang iseng. Penyebabnya karena yang ia tuangkan dalam tembok hanya kritik yang menghancurkan dan samasekali tidak berdasarkan fakta. Daripada memikirkan urusan mural, lebih baik kita bekerja sama untuk mengatasi dampak pandemi dan melakukan bakti sosial.

Penulis adalah warganet tinggal di Semarang

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.