• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Pemerintah Siapkan Strategi Penanganan Covid-19 Jangka Panjang

Pemerintah Siapkan Strategi Penanganan Covid-19 Jangka Panjang

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 26 August 2021

Oleh : Zakaria

Pemerintah telah menyiapkan strategi penanganan Covid-19 jangka panjang karena diprediksi virus tersebut akan menjadi endemi. Pemerintah berusaha merancang strategi jitu agar endemi bisa terkendali dan tidak terjadi kematian massal.
Pandemi akibat mengganasnya Corona benar-benar membuat masyarakat kelelahan secara fisik dan mental. Kita mau tak mau melawan virus Covid-19 dan berusaha keras agar tidak tertular dan tidak menyebarkannya ke banyak orang. Sehingga makin banyak yang paham untuk menjaga protokol kesehatan dan mengubah lifestyle menjadi 100% hidup sehat.
Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Tim Satgas Covid, menyatakan bahwa virus Covid-19 akan tetap menjadi hidup dan menjadi endemi di dunia. Hal ini dikutip dari survey yang dilakukan oleh Nature terhadap 100 ahli virologi, imunologi, dan peneliti penyakit menular. Dari hasil survey, 89% dari para ahli yakin bahwa virus Covid-19 akan tetap hidup bersama kita dan menjadi endemi dan tidak menghilang sepenuhnya.
Apa sebenarnya arti dari endemi? Menurut Jurnal Public Health, endemi adalah wabah penyakit yang terjadi secara konsisten tetapi terbatas pada wilayah tertentu. Sehingga penyebaran dan lajunya bisa diprediksi. Contoh dari endemi adalah malaria dan demam berdarah dengue.
Walau Corona diprediksi tidak bisa 100% menghilang dari muka bumi tetapi kita tidak perlu panik. Prof Wiku melanjutkan, walau ada prediksi ini tetapi diperkirakan kekebalan masyarakat akan meningkat terhadap Corona, di masa depan. Penyababnya karena ada akselerasi vaksinasi atau infeksi alamiah. Namun syaratnya adalah dengan meningkatkan pengendalian kegiatan masyarakat dan modifikasi perilaku.
Pemerintah menyiapkan strategi endemi: pertama, kegiatan akan dikendalikan, dalam artian lebih diketatkan ketika kondisi membahayakan (misalnya di zona merah) dan akan dilonggarkan ketika turun jadi zona hijau. Masyarakat juga harus paham bahwa semua ini demi keselamatan bersama, jadi tidak usah marah saat ada kerumunan yang dibubarkan oleh aparat. Daripada terbentuk klaster Corona baru dan akan lebih kacau-balau karena sakit massal.
Kedua, mempercepat terbentuknya herd immunity baik secara nasional maupun aglomerasi. Caranya adalah dengan menggenjot program vaksinasi nasional dan melakukan vaksinasi massal, juga melaksanakan program ini secara door to door. Target juga ditingkatkan, dari 1 juta vaksinasi per hari menjadi 3 juta suntikan. Makin banyak yang diinjeksi maka makin cepat pula kekebalan komunal yang terbentuk.
Ketiga, meningkatkan testing, tracing, and treatment. Penyebabnya karena jika hanya treatment alias pengobatan, akan agak susah. Harus dibarengi dengan tracing alias penelusuran siapa saja yang berkontak dengan pasien, agar mereka dites rapid juga, sehingga tahu positif Corona atau tidak. Tes rapid massal juga digencarkan untuk menyaring siapa saja yang terinfeksi virus Covid-19.
Strategi keempat adalah dengan mengawasi distribusi varian virus yang berkembang. Pada awal pandemi yang tersebar di Indonesia adalah Corona varian alfa dan saat ini sudah varian delta. Diperkirakan akan ada varian selanjutnya (yang dinamai berdasarkan huruf Yunani), sehingga distribusinya terus diawasi. Jangan sampai virus hasil mutasi ini tersebar lebih luas dan mengakibatkan kematian massal.
Sedangkan strategi terakhir adalah dengan menyusun rencana ketahanan kesehatan masyarakat. Caranya dengan meningkatkan imunitas tubuh pada masing-masing penduduk dan terus menggalakkan protokol kesehatan 10M. Jika semua sadar untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi serta olahraga, dan menaati prokes, maka akan terhindar dari bahaya Corona.
Berbagai strategi disiapkan pemerintah untuk menghadapi endemi Corona. Jangan takut jika memang virus ini tidak bisa enyah dari muka bumi, tetapi kita harus tetap optimis. Pemerintah sudah menyiapkan vaksinasi dan sebagai rakyat wajib mengikutinya, juga menjaga kesehatan masing-masing agar tidak terinfeksi virus Covid-19.

)* Penulis adalah wargnet tinggal di Depok

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.