• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Kokojo, Restoran Daging Iga Premium dengan Rasa yang Pas dan Harga Minimum

Kokojo, Restoran Daging Iga Premium dengan Rasa yang Pas dan Harga Minimum

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 23 August 2021

Banyak restoran Iga yang berdiri di Indonesia khususnya Jakarta dengan harga yang tergolong mahal. Hidangan berbalut daging tersebut dinilai banyak sekali penggemarnya karena selalu menjadi pilihan untuk disantap oleh masyarakat. Jarang sekali restoran Iga di Jakarta yang menawarkan harga menu yang murah dengan daging premium di dalamnya.

Namun kini Iga Sapi mewah dengan harga sederhana dapat dinikmati oleh kalangan masyarakat dengan nama “Kokojo”. Kokojo merupakan restoran steak yang berdiri pada tahun 2019 sebelum pandemi, yang berasal dari bahasa sunda yakni kata ‘Kojo’ yang artinya Jago.

Restoran yang telah memiliki dua outlet di Jakarta tersebut juga memiliki slogan “Jagonya Daging” dengan rata-rata harga yang bersahabat.

Manager Kokojo, Bambang mengatakan, Kokojo sendiri terbuat dari 25 rempah pilihan dengan dibalut daging premium asli Indonesia. Dirinya menambahkan, Kokojo terbuat dari seorang pemilik yang merupakan praktisi kuliner berasal dari Bandung. Restoran tersebut sangat memperhatikan pelanggannya, dengan memberikan beberapa paket dengan harga yang terjangkau seperti menu paket hemat, menu reguler, dan menu nasi mangkok.

“Target di tengah pandemi Covid-19 ini, Kokojo dapat bertahan untuk tetap melayani pelanggan melalui online service,” tambahnya.

Diketahui, Kokojo sendiri memiliki outlet pertama di Kemang dan di Benhill lalu pindah ke Bandung demi memperluas kualitas dan pemasaran yang awalnya hanya bisa take away diperluas menjadi bisa dine in, karena sejatinya pelanggan lebih menyukai makan di tempat untuk menambah citra suasana. Diantara menu yang disajikan oleh Kokojo antara lain adalah iga sapi, iga kambing, dan juga betis kambing. Menu iga menjadi salah satu unsur menarik karena jarang sekali restoran steak yang menciptakan menu tersebut.

Bambang mengatakan, Kokojo terdiri dari bahan-bahan premium yang kental dengan ciri khas Indonesia. Perbedaan antara Kokojo dengan restoran steak lainnya adalah pada menu Kokojo terdapat menu best seller yakni Betis Kambing yang mana produksinya dilakukan dengan sepenuh hati mengingat menu tersebut supplynya susah sekali untuk ditemukan di restoran pada umumnya.

Di tengah gentingnya pandemi Covid-19, masyarakat tak perlu khawatir karena dapat memesan menu sajian Kokojo melalui aplikasi online service, yakni Gofood dan Grabfood, dan untuk informasi lebih lengkap dapat langsung mengunjungi laman resmi www.igakokojo.com atau melalui akun instagram resmi yakni @igakokojo.

“Dengan  kualitas produk, konsep tempat yang lebih modern dari pada resto iga pada umumnya, beragam menu yang kami miliki, tentunya membuat sensasi baru deh bagi penikmat kuliner,” tutupnya.

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.