• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mendukung Pembagian 300 Ribu Paket Obat Covid-19

Mendukung Pembagian 300 Ribu Paket Obat Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 18 July 2021

Oleh : Anisa Salsabila

Presiden Joko Widodo bergerak cepat dalam menangani Pandemi Covid-19, salah satunya dengan pemberian paket obat gratis kepada masyarakat. Dengan adanya kebijakan tersebut, pasien Covid-19 diharapkan dapat segera sembuh.

Angka terkonfirmasi Covid-19 mengalami peningkatan cukup drastis, Pemerintah telah meluncurkan 300 ribu paket obat terapi covid-19 secara gratis untuk masyarakat di Pulau Jawa dan Bali. Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bahwa pemberian tersebut tidak terbatas di Jawa dan Bali saja.

Di tahap awal, akan dibagikan 300 ribu paket untuk wilayah Jawa dan Bali. Tahap selanjutna, 300 ribu paket untuk luar Jawa – Bali.

Paket-paket ini bukan untuk diperjualbelikan. Erick mengatakan pemberian obat diprioritaskan untuk kalangan masyarakat yang tidak mampu.
Terdapat tiga jenis paket obat untuk kebutuhan selama 7 hari. Paket pertama dengan kotak berwarna biru untuk pasien OTG (orang tanpa gejala). Paket kedua berwarna hijau untuk orang dengan gejala demam dan kehilangan penciuman.

Sementara paket ketiga berwarna orange yang diberikan kepada warga dengan gejala demam dan batuk kering.
Erick Thohir menginginkan agar masyarakat yang menjalani isolasi mandiri dapat segera sembuh dari covid-19. Dirinya juga akan mengawal kesiapan obat dan vitamin untuk paket-paket tersebut.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati mengaku pihaknya sudah menyalurkan paket obat gratis terapi covid-19 kepada masyarakat. Terdapat tiga kelurahan yang mendapatkan bantuan pemerintah tersebut, yakni Sunter Agung, Sunter Jaya dan Kebon Bawang.

Pada kesempatan berbeda, Presiden Joko Widodo memberikan sembako dan obat-obatan secara simbolis kepada warga di Kampung Sunter Agung, Jakarta Utara.

Pemberian bantuan tersebut merupakan awal dari pemberian bantuan dari pemerintah kepada seluruh masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berlangsung.
Saat berada di lokasi pembagian, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan 200 ribu ton beras yang akan disalurkan dari Bulog (Badan Urusan Logistik).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga membagikan paket obat. Mulai dari obat bagi pasien gejala ringan hingga gejala sedang.
Presiden Jokowi juga memaparkan, pada awal ini pemerintah akan membagikan 300 ribu paket obat kemudian minggu depan diteruskan 300 ribu yang berikutnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berharap agar sembako dan obat-obatan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat lebih tenang di tengah Pandemi Covid-19.
Presiden Jokowi juga meluncurkan paket obat untuk pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di wilayah Jawa-Bali.

Obat tersebut ditujukan untuk OTG. Selain itu pemerintah juga membagikan bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai kepada masyarakat. Pembagian untuk meringankan beban masyarakat di tengah kebijakan PPKM Darurat.

Sementara itu, Presiden Jokowi juga telah memerintahkan kepada TNI untuk mendistribusikan paket obat-obatan kepada masyarakat di wilayah Jawa dan Bali termasuk memastikan bahwa obat-obatan tersebut sampai kepada tangan masyarakat yang membutuhkan.

Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Panglima TNI memastikan akan memegang amanah yang diberikan Presiden Joko Widodo mengenai penyaluran bantuan obat dan vitamin untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di wilayah Jawa dan Bali.
Eks Kepala Staf Angkatan Udara tersebut menyampaikan Babinsa akan menjadi garda terdepan.

Babinsa akan mendukung petugas dari puskesmas maupun bidan-bidan di desa. Untuk memastikan bahwa pendistribusian obat isoman berjalan dengan baik tanpa adanya penyelewengan, pihak TNI akan melakukan kordinasi dengan petugas puskesmas, pemerintah daerah, dinas kesehatan dan jajaran kepolisian.

Bantuan obat isoman akan diberikan kepada masyarakat yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku dari pihak puskesmas. Nantinya puskesmas maupun Bidan desa akan melakukan triase yakni membagi pasien isolasi mandiri menjadi sejumlah kategori, antara OTG dan pasien dengan gejala ringan. Sehingga, pembagian obat akan disesuaikan dengan data tersebut.

Hadi mengatakan, syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan paket obat tersebut adalah bukti hasil tes PCR positif. Syarat lainnya yakni warga menjalani isolasi mandiri. Jika memenuhi persyaratan tersebut, warga atau keluarga diminta untuk menghubungi bidan desa atau petugas puskesmas terdekat.

Program ini tentu saja patut didukung dan diharapkan akan semakin bertambah pula masyarakat yang terbantu karena terdampak PPKM, serta menambah imunitas bagi masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.