• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Perayaan Idul Adha di Rumah Tidak Mengurangi Esensi Ibadah

Perayaan Idul Adha di Rumah Tidak Mengurangi Esensi Ibadah

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 18 July 2021

Oleh : Muhammad Yasin

Perayaan Idul Adha di masa pandemi Covid-19 mengharuskan setiap warga untuk dapat beribadah dari rumah. Meskipun dilaksanakan dari rumah, rangkaian kegiatan Idul Adha tersebut sama sekali tidak mengurangi esensi ibadah.

Lonjakan kasus penularan tentu saja membuat banyak aktifitas masyarakat dibatasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan kepada jajarannya untuk menjaga hari raya Idul Adha agar berlangsung khidmat namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah meminta kepada masyarakat agar takbiran dan shalat Idul Adha di wilayah PPKM darurat dapat dilakukan di rumah masing-masing. Di luar PPKM darurat dan bukan termasuk zona merah dan zona oranye, malam takbiran dan shalat Idul Adha dapat dilakukan setelah memenuhi ketentuan sebagaimana surat edaran Nomor 16 Tahun 2021.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengajak kepada umat Islam untuk merayakan idul adha di rumah saja dan menjaga protokol kesehatan secara ketat. Yaqut berujar, peniadaan peribadatan di tempat ibadah di areha PPKM darurat ini menjadi hal yang mutlak.

Karena kita tahu bahwa pandemi Covid-19 ini benar-benar kita harus atasi secara bersama-sama dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat pemeluk agama.

PBNU juga telah meminta agar masyarakat tidak menggelar salat idul adha di masjid kawasan PPKM Darurat. Takbiran juga dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga. Hal tersebut juga tertuang dalam Surat Edaran (SE) PBNU mengenai PPKM Darurat dan Pelaksanaan Salat Idul Adha.

Ketua Majelis Tajrih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dalam Pengajian Tarjih Muhammadiyah edisi ke-131 yang dipantau secara daring di Jakarta, mengataka bahwa fatwanya nanti mirip dengan tahun lalu (2020), yaitu tidak merekomendasikan Sholat Id di lapangan maupun di masjid. Jadi sholat di rumah masing-masing. Jadi hal ini sesuai dengan prinsip kemudahan, tidak menimbulkan mudharat dalam beragama.

Ia menegaskan bahwa fatwa peniadaan Sholat Id di lapangan tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga di Dar al-Ifta di Mesir. Sebab hukum Sholat Id adalah sunah muakadah dan sama sekali bukan bagian dari sholat wajib. Jadi tidak akan ada konsekuensi apapun bagi yang meninggalkannya, hanya saja kehilangan pahala sunnah.

Syamsul juga menuturkan, karena Covid-19 saat ini menunjukkan tanda-tanda peningkatan, Majelis Tarjih akan mengeluarkan Fatwa tidak menyarankan Sholat Idul Adha di lapangan, tapi dikerjakan di rumah masing-masing. Jadi, fatwa ini akan lebih ketat dari fatwa tentang Sholat Idul Fitri yang lalu.

Senada dengan PBNU, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir juga telah menghimbau agar masyarakat tidak melakukan salat Idul Adha di masjid maupun lapangan saat suasana pandemI Covid-19 ini.

Pada kesempatan berbeda DPP LDII menyampaikan dukungannya atas kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agama, yang mengatur teknis penyelenggaraan kurban. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyebut, Idul Adha dan Kurban adalah salah satu dari tiga ibadah yang diutamakan. Namun dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini kemaslahatan umum haruslah dikedepankan.

Menurut Chriswanto, masyarakat yang tinggal di zona merah pada wilayah PPKM darurat, sebaiknya mematuhi imbauan pemerintah demi kemaslahata umum. Dirinya juga meyakini bahwa menjaga satu sama lain saat wabah, adalah ibadah yang besar pahalanya. Karena ini termasuk jihad dalam memerangi wabah penyakit.

Ia mengingatkan, gelombang kedua wabah covid-19 akibat mutasi virus yang lebih menular dan juga lebih berbahaya. Dengan demikian, pemerintah mengatur agar tidak terjadi kerumunan dalam salat Idul adha dan penyembelihan hewan kurban, pelaksanaan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Chriswanto menilai, semua demi kemaslahatan bersama untuk menekan wabah covid-19. Ia menegaskan umat Islam memiliki kewajiban berjihad memberantas covid-19, salah satunya dengan mengikuti surat edaran dari kementerian agama.

Pihaknya juga akan membuat surat edaran untuk memperkuat imbauan Kemenag dan DPW dan DPD agar diteruskan hingga pimpinan cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Pada kesempatan berbeda dr Ardito Binadi selaku ekonom dari Universitas Pembangunan Negeri Veteran Yogyakarta mengatakan, Idul Adha atau hari raya kurban, memiliki nilai lebih selama pandemi Covid-19.

Perayaan Idul Adha di rumah saja, tentu saja tidak akan mengurangi esensi ibadah, karena bagaimanapun mencegah terjadinya penularan adalah hal yang patut dilakukan secara disiplin.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.