• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»PPKM Darurat Efektif Menekan Mobilitas Warga

PPKM Darurat Efektif Menekan Mobilitas Warga

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 16 July 2021

Oleh : Junaedi

Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat guna menekan mobilitas masyarakat. Dengan pembatasan mobilitas tersebut, maka lonjakan kasus Covid-19 diharapkan dapat segera mereda.

Lonjakan angka penularan Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, hal ini diperparah dengan meningkatnya kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang menyedot perhatian publik di media sosial. Dalam 2 hari berturut-turut, kasus kematian Covid-19 di Indonesia mencapai angka tertinggi di dunia menyalip India dan Brasil.

Pada 11 Juli 2021, dilaporkan adanya 36.197 kasus baru terkonfirmasi positif corona di Indonesia, yang membuat total infeksi Covid-19 sebanyak 2.527.203 kasus. Selain itu, dilaporkan adanya 1.007 kematian baru dalam satu hari, yang menjadi kasus kematian terbanyak di seluruh dunia.

Kita juga tidak bisa menutup mata, bahwa penambahan kasus Covid-19 terus bertambah dengan penambahan kasus hingga 13.112 hanya dalam satu hari. Bahkan beberapa rumah sakit juga telah membuka tenda darurat guna menampung pasien yang tidak bisa masuk ke ruang IGD.

Melihat data tersebut tentu saja diperlukan kebijakan yang dapat menurunkan angka penyebaran Covid-19, salah satunya adalah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal ini dilakukan lantaran angka penularan Covid-19 meningkat dengan tajam.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan dari data yang ia peroleh dari pemberlakuan PPKM Darurat ini sudah berjalan efektif. Karena mampu mengurangi mobilitas masyarakat sebesar 30 persen. Menurut Moeldoko, PPKM Darurat baru bisa disebut berhasil jika mampu menekan mobilitas masyarakat sebesar di atas 50 persen.

Berdasarkan pantauan pemerintah bahwa tingkat mobilitas masyarakat saat ini di masa PPKM Darurat ini relatif masih tinggi, baru berkurang lebih dari 30 persen, padahal PPKM dianggap berhasil jika penekanan mobilitas di atas 50 persen.

Oleh sebab itu, merujuk dari data tersebut, Moeldoko mengatakan pemerintah akan tetap memperkuat penyelenggaraan PPKM Darurat ini, dengan melibatkan TNI dan Polri. Itu dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat terhadap mobilitas dan protokol kesehatan.

Mantan Panglima TNI tersebut menjelaskan, pemerintah memutuskan memberlakukan PPKM Darurat ini salah satu pertimbangannya adalah adanya varian delta yang merupakan varian baru Covid-19 di mana varian tersebut memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Sehingga pemerintah melakukan pencegahan di awal dengan membatasi pergerakan masyarakat.

Dirinya berujar, pemerintah memutuskan memberlakukan PPKM Darurat ini salah satu pertimbangannya karena varian baru Covid-19 yakni Delta dengan penularannya yang sangat cepat. Sehingga pemerintah melakukan pencegahan di awal dengan membatasi pergerakan masyarakat.

Melihat tingginya mobilitas masyarakat dan merebaknya varian baru yakni varian delta maka pemerintah perlu menarik rem darurat. Moeldoko menuturkan, pemerintah sangat sulit memberlakukan PPKM Darurat. Hal ini karena dampaknya akan langsung berimbas ke masyarakat dari faktor ekonominya. Namun tidak ada pilihan lain yang mesti dilakukan oleh pemerintah.

Tentu saja hal tersebut merupakan sebuah konsekuensi di mana dampaknya nanti terhadap perekonomian masyarakat yang akan cukup dirasakan. Namun sekali lagi ini adalah sebuah pilihan yang sulit dan harus diambil pemerintah demi menyelamatkan masyarakat.

Diketahui, pemerintah telah menerapkan PPKM Darurat pada tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Kini pemerintah juga akan memperluas cakupan dengan memberlakukan PPKM Darurat hingga ke luar Jawa dan Bali.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengklaim, penerapan PPKM Darurat efektif dalam menekan mobilitas warga. Hal ini terlihat dari volume lalu lintas yang menurun drastis selama masa PPKM Darurat yang sudah diterapkan sejak 3 Juli 2021 lalu.

Kemudian, jumlah penumpang harian angkutan perkotaan juga mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 46,28 persen. Selama masa PPKM Darurat, pemerintah memang membatasi sejumlah aktifitas masyarakat. Di mana seluruh ruang publik ditutup hingga aturan 100% bekerja di rumah atau work from home (WFH) bagi perkantoran non esensial dan non kritikal.

Belum lagi operasional dan jumlah penumpang angkutan umum di DKI Jakarta yang juga dibatasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah memperingatkan berkali-kali, agar masyarakat dapat tetap berada di rumah dan mengurangi mobilitas.

PPKM Darurat memang berdampak pada berbagai sektor, meski demikian mobilitas harus dibatasi demi mencegah penularan Covid-19 yang saat ini kembali menunjukkan lonjakan kasus yang tinggi.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.