• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Peran Perbankan dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

Peran Perbankan dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 12 July 2021

Dampak Covid-19 berimbas ke semua sektor ekonomi dan bisnis, termasuk keuangan. Kondisi ini terjadi di semua negara, tak terkecuali di Indonesia. Perekonomian selama 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen. Sedangkan selama kuartal pertama 2021 pertumbuhan masih minus 0,74 persen.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini , Heru Kristiyana Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan kondisi perbankan nasional saat ini dalam kondisi stabil.

“Perbankan kita selalu siap menghadapi berbagai krisis dan menyokong pertumbuhan ekonomi. Tak lepas dari peran OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan LPS,” kata Heru dalam diskusi yang dimoderatori oleh CEO Tempo Digital, Wahyu Dhyatmika ditulis Senin (12/7/2021).

Heru menambahkan, peran perbankan di tengah pandemi luar biasa. Didorong oleh POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional serta POJK Nomor 48 /POJK.03/2020, hingga kini perbankan menggelontorkan restrukturisasi kredit atau pembiayaan hampir mencapai seribu triliun rupiah.

Terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR), dari target KUR pemerintah Rp 190 triliun di 2020, perbankan berhasil menyalurkan sekitar Rp 197,04 triliun. Pada 2021 Pemerintah menargetkan penyaluran KUR Rp 253 triliun, hingga April telah terealisasi Rp 88,09 triliun.

OJK juga mencatat permintaan kredit perbankan hingga periode Mei 2021 masih terkontraksi sebesar 1,28 persen year on year (yoy). Meski masih terkontraksi, jika dilihat dari data sejak awal tahun 2021 relatif menuju tren perbaikan.

Pertumbuhan ini tentu tak lepas dari digitalisasi perbankan dan perubahan perilaku nasabah yang memanfaatkan layanan digital untuk melakukan transaksi keuangan agar tak tertular virus Covid-19.

Kunjungan Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Pasca Gempa NTT Optimal

August 27, 2026

Prabowo Tinjau Kondisi NTT dan Pastikan Pemulihan Pascagempa Berjalan

August 27, 2026

Kunjungan Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Pasca Gempa NTT Optimal

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Kunjungan Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Pasca Gempa NTT Optimal Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto…

Prabowo Tinjau Kondisi NTT dan Pastikan Pemulihan Pascagempa Berjalan

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Prabowo Tinjau Kondisi NTT dan Pastikan Pemulihan Pascagempa Berjalan Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bertolak…

Ekonomi RI Tahan Banting, Bukti Arah Kebijakan Pemerintah Tetap Terukur

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Ekonomi RI Tahan Banting, Bukti Arah Kebijakan Pemerintah Tetap Terukur Oleh : Antonius Utomo Di…

Di Tengah Tekanan Global, Ekonomi Indonesia Tetap Menunjukkan Daya Tahan

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Di Tengah Tekanan Global, Ekonomi Indonesia Tetap Menunjukkan Daya Tahan Oleh: Ahmad Zulfikar Perekonomian global…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.