Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan saat ini Indonesia masih menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme dan ekstremisme yang berakibat munculnya berbagai kejadian berbasis kekerasan. Ma’ruf pun meminta agar seluruh pihak tetap waspada.
“Kita harus selalu waspada dan tetap berusaha mencegah dan menanggulangi sikap-sikap intoleransi, radikalisme dan ekstremisme ini,” katanya saat menghadiri peluncuran pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 7/20121 tentang Rencana Aksi Nasional Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024, Rabu (16/6).
Dia mengatakan ancaman tersebut merupakan gangguan keamanan dalam kehidupan masyarakat, mengancam ideologi, serta sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun kata dia potensi radikalisme kini sudah mengalami penurunan yang signifikan.
“Terlihat dari survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan indeks potensi radikalisme pada tahun 2020 mencapai 14,0 (pada skala 0 s/d. 100),menurun dibanding tahun 2019 yang mencapai 38,4,” bebernya.
Ma’ruf pun mengapresiasi kepada semua pihak terkait capaian tersebut. Tetapi dia meminta seluruh pihak harus tetap waspada. Sebab menurut dia berbagai ancaman yang dilakukan telah menciptakan kondisi rawan serta gangguan atas stabilitas dan keamanan nasional.