• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mega Ceritakan Soal Keakraban Bung Karno dan Seniman Hingga Tercipta Pancasila

Mega Ceritakan Soal Keakraban Bung Karno dan Seniman Hingga Tercipta Pancasila

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 7 June 2021

Ketua Umum DPP PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kaitan erat antara seni, daya kreasi dan gagasan dan Pancasila. Megawati juga mengatakan karya para seniman dapat menggambarkan imajinasi tentang arah ke depan dan cita-cita bangsa.

Hal tersebut disampaikan Megawati membuka ‘Pameran Seni Akara’ secara virtual dalam rangka Bulan Bung Karno, di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Sabtu (5/6/2021).

Megawati menegaskan, Bung Karno sangat dekat dengan kalangan seniman. Hal tersebut sudah dilakukan sejak Bung Karno menjalani pengasingan di Ende, NTT maupun di Sumatera.

“Karya para seniman dapat menggambarkan imajinasi tentang arah ke depan dan cita-cita Indonesia Raya tercinta,” kata Megawati dalam sambutannya.

Mega menambahkan, seniman berperan penting bagi Bung Karno dalam mempersembahkan gagasan tentang Pancasila. Seniman ikut membantu Soekarno menemukan konsep Pancasila.

“Pancasila, Indonesia, keindahan tanah air kita dan berbagai ekspresi yang menggambarkan potret kehidupan rakyat untuk berbicara tentang keIndonesiaan dengan seluruh gagasan, daya kreasi dan imajinasi,” kata Mega.

Nampak hadir secara lanngsung dalam acara tersebut diantaranya kader PDIP yang juga menjabat Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wagub DIY Sri Paduka Pakualam XI, Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi dan jajaran pengurus PDIP lainnya.

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.