• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Indonesia Berkomitmen dan Konsisten Mendukung Palestina

Indonesia Berkomitmen dan Konsisten Mendukung Palestina

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 26 May 2021

Oleh : Annisa Rahmahwati

Sikap pemerintah Indonesia untuk terus konsisten mendukung Palestina, dipuji oleh dunia internasional. Sejak hampir 100 tahun lalu, kedua negara sudah menjalin hubungan baik. Sehingga ketika rakyat Palestina diserang, pemerintah Indonesia langsung memberi bantuan moril dan materiil.

Palestina adalah negeri yang saat ini masih ditekan oleh Israel, karena mereka beberapa kali melakukan penyerangan. Terakhir pada bulan mei 2021, kompleks Masjidil Aqsa diserang oleh tentara Israel, sebagai buntut dari pengusiran rakyat Palestina di wilayah perbatasan. Agresi ini mengakibatkan lebih dari 200 warga kehilangan nyawa, sementara yang luka-luka jauh lebih banyak.

Kengerian yang terjadi di Palestina tentu membuat seluruh dunia bersimpati, terutama Indonesia. Ketua hubungan luar negeri ICMI Muhammad Najib menyatakan bahwa Indonesia selalu mendukung Palestina di bidang politik.

Beda dari negara lain di jazirah timur tengah yang lebih pasif, Indonesia lebih berani mengungkap dukungan pada Palestina di depan umum.
Entah mengapa negara lain yang notabene tetangga Palestina cenderung kurang berani untuk berpendapat. Yang jelas, mereka juga memuji Indonesia yang selalu membela Palestina.

Juga mengapresiasi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang berpidato dengan kalem tetapi kata-katanya mengena, dan menunjukkan kemampuannya untuk berdiplomasi.

Pemerintah kita sejak dulu memang konsisten dalam mendukung Palestina. Ketika ada Sidang PBB di New York, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mewakili pemerintah Indonesia dan secara tegas menekan agar PBB menyelesaikan konflik di Palestina. Hasilnya, PBB akhirnya menurut dan Israel melakukan gencatan senjata. Sehingga banyak rakyat Palestina yang selamat dari teror fisik maupun psikologis.

Tak hanya kali ini saja Menteri Retno vokal dalam berpendapat. Tahun 2019, beliau juga menegaskan bahwa Indonesia akan terus membela Palestina. Dukungan akan selalu ditingkatkan, apalagi Indonesia sudah menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Sehingga dengan posisi ini, rakyat Palestina akan mendapat perhatian dari PBB.

Mengapa Palestina perlu dibela? Karena rakyatnya hidup di bawah bayang-bayang penjajahan Israel. Walau sudah menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1988, tetapi ada saja pihak yang tak menyetujuinya. Israel juga mengklaim Gaza, yang merupakan wilayah perbatasan, sebagai milik mereka. Sehingga sering ada penggempuran di sana.

Padahal keadaan jelas tidak seimbang, karena warga sipil Palestina tidak punya senjata untuk membela diri. Sehingga mereka jadi korban penyerangan, dan yang paling parah, kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia selalu membela warga Palestina karena faktor kemanusiaan. Kekerasan yang terjadi di Palestina tidak bisa dibiarkan, karena sudah melanggar HAM dan hukum internasional.

Kita selalu membela keadilan dan jangan sampai terjadi peperangan di Palestina, karena bisa memicu perang dunia ketiga, jika ada negara-negara yang ikut bertikai.

Selain dukungan secara politis, Indonesia juga mendukung secara material, dengan memberi dana sebesar 7,1 milyar rupiah. Diharap, uang itu bisa meringankan beban rakyat Palestina, untuk biaya hidup, pengobatan, dll. Sehingga mereka bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa dan tidak terancam kemiskinan.

Warga negara Indonesia juga tak kalah dalam berdonasi dan seorang Ustad menggalang dana. Akhirnya terkumpul uang milyaran dari hasil patungan banyak orang, dan beliau langsung menyalurkan ke Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia.

Karena ini adalah satu-satunya jalur resmi untuk membantu rakyat Palestina.
Indonesia selalu memegang komitmen untuk mendukung Palestina, bahkan sejak puluhan tahun lalu.

Ketika tahun 1922 Mufti Palestina mendukung kemerdekaan Indonesia, maka sekarang gantian kita yang membela rakyat Palestina untuk merdeka dari ancaman tentara dan serangan roket, serta tembakan yang datang tiba-tiba dari Israel.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.