• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Proses Hukum Rizieq Sudah Sesuai Prosedur

Proses Hukum Rizieq Sudah Sesuai Prosedur

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 17 April 2021

Oleh : Zakaria

Rizieq Shihab menjadi tersangka dari beberapa kasus dan ia tidak bisa mengakali hukum atau menyogok.

Mantan Pemimpin FPI ini juga tidak bisa sembarangan menuduh telah dizolimi, karena proses hukumnya sudah sesuai dengan prosedur. Ketika ia berkoar-koar di depan majelis hakim, malah makin menampakkan kedunguannya.

Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia membawa buntut yang sangat panjang, karena kesalahannya sendiri. Ia dengan sengaja melanggar hukum dengan melanggar protokol kesehatan, karena membludaknya massa yang menjemputnya di Bandara Soekarno Hatta.

Setelah itu, ia dengan sengaja mengundang ribuan orang di pesta pernikahan putrinya di kawasan Petamburan.

Rizieq pun dijadikan tersangka karena melanggar 18 pasal berlapis dan menghadapi 11 dakwaan.

Di antaranya, ia terbukti melanggar UU kekarantinaan karena menolak untuk isolasi mandiri padahal habis bepergian dari luar negeri. ia juga ketahuan memalsukan hasil tes swab, bahkan tega menularkan corona ke 80 orang jamaahnya yang berkontak dengannya di Petamburan dan Megamendung.

Akan tetapi, semua ini tidak membuatnya menyesal. Malah Rizieq marah-marah ke depan majelis hakim dan memprotes, mengapa proses hukumnya tidak sesuai prosedur. Hal ini sungguh aneh, karena semua proses peradilan sesuai dengan aturan.

Tidak ada yang namanya penzaliman, karena ia juga diperbolehkan membela diri dengan bantuan tim kuasa hukum.
Lagipula, jika ditilik ke belakang, status tersangka didapatkan oleh Rizieq pasca 3 kali pemanggilan polisi, dan sebelumnya ia hanya berstatus saksi.

Bagaimana bisa ia berkoar-koar ke depan awak media bahwa prosesnya tidak sesuai dengan hukum? Jika masih ngotot, maka membuktikan bahwa sebenarnya ia yang tidak mengerti hukum dan peraturan di Indonesia.

Ketika tidak sesuai prosedur, maka bisa saja Rizieq dijebloskan ke dalam bui tanpa proses pengadilan, seperti yang ada pada narapidana politik di masa orba.

Namun buktinya ia menyerahkan diri dan diperlakukan dengan baik oleh para petugas. Bahkan diberi makan dengan menu yang layak. Hal ini menunjukkan bahwa proses hukum pria tua ini sudah sesuai dengan aturan.

Saat Rizieq protes ke depan majelis hakim bahwa proses hukumnya tidak sesuai prosedur, sebenarnya ia hanya memaparkan alasan yang ngawur.

Misalnya ia protes mengapa acara kampanye calon wali kota mengundang massa tetapi tidak ditindak. Padahal sebenarnya kampanye sudah sesuai protokol kesehatan karena jumlah pendukung dibatasi dan ceramah dilakukan via online.

Selain itu, ia juga memprotes mengapa diadakan sidang secara virtual. Padahal alasannya karena masih pandemi, sehingga oleh majelis hakim diperbolehkan. Setelah permintaannya untuk sidang secara langsung dikabulkan, maka massa langsung datang ke depan gedung Pengadilan, sesuai dengan prediksi.

Persidangan tentang pelanggaran protokol kesehatan malah terancam diwarnai dengan pelanggaran protokol akibat banyaknya fans Rizieq, sungguh miris!

Serangan-serangan ini dilakukan karena ia merasa tidak mendapat keadilan, padahal kasusnya tidak apple to apple. Hal ini dilakukan untuk mengundang simpati publik, yang sayangnya sudah terlanjur antipati terhadap eks pimpinan ormas terlarang ini.

Karena Rizieq hanya jago sesumbar dan menjelek-jelekkan orang lain, tetapi tidak punya rasa bersalah di dalam hatinya.

Bagaimana bisa ia tidak merasa bersalah karena mengundang massa padahal masih masa pandemi? Selain itu, massa juga terbukti merusak Bandara Soekarno Hatta, karena berdiri di atas bangku. Sehingga pengelola bandara rugi jutaan rupiah.

Sebaiknya Rizieq pasrah dan tidak mengajukan eksepsi serta menghentikan ocehannya tentang persidangan. Karena majelis hakim sudah menegakkan hukum setingg-tingginya. Proses peradilan Rizieq juga sesuai dengan prosedur dan tidak ada aturan yang dilanggar oleh para petugas dan penegak hukum.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.