• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mendukung Percepatan Produksi Vaksin Merah Putih

Mendukung Percepatan Produksi Vaksin Merah Putih

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 April 2021

Oleh : Deka Prawira

Indonesia akan memproduksi vaksin sendiri yang dinamai vaksin merah putih. Vaksin ini akan dipercepat proses produksinya, agar nanti kita tidak tergantung pada vaksin impor. Diharap, vaksin ini akan mempercepat program vaksinasi nasional. Karena persediaan vaksin lebih cepat tercukupi.

Vaksin corona adalah harapan untuk mengakhiri masa pandemi. Ketika kita sudah setahun dikungkung pandemi, maka program vaksinasi nasional dipercepat. Tujuannya agar semua orang punya kekebalan melawan virus covid-19 dan membentuk herd immunity. Sehingga fase pandemi dinyatakan berakhir.

Saat ini sedang dikembangkan vaksin merah putih yang buatan asli Indonesia. Meski dibuat di negeri sendiri, kualitasnya tak perlu dipertanyakan lagi. Karena merupakan hasil pengembangan di bawah konsorsium riset Kemenristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Konsorsium ini terdiri dari peneliti dari: ITB, UGM, UI, Unpad, Unair, LIPI, dan Eijkman.

Adanya embargo vaksin AstraZeneca di India akibat lonjakan kasus covid, membuat pengembangan vaksin merah putih kembali dipercepat. Karena vaksin ini juga dipakai dalam program vaksinasi nasional, bersamaan dengan vaksin Sinovac, Pfizer, dan Moderna.

Juru Bicara Tim Satgas Covid dokter Wiku Adisasmita menyatakan bahwa embargo vaksin AstraZeneca menegaskan pentingnya kemandirian bangsa dalam memproduksi vaksin, untuk mengurangi ketergantungan vaksin dari luar negeri. Walau ada embargo, persediaan vaksin di Indonesia masih relatif aman.

Kemandirian bangsa sangat penting, karena kita memang tidak boleh tergantung pada stok vaksin impor. Bayangkan saja jika ada embargo pada vaksin yang lain, bagaimana nasib WNI yang belum mendapatkan injeksi? Akan ada ketidak-adilan di Indonesia. Padahal Presiden Jokowi ingin agar seluruh rakyatnya mendapatkan vaksin dan bisa bebas corona secepat mungkin.

Diharapkan vaksin merah putih akan siap diinjeksi pada awal tahun 2022. Bibit vaksin akan diberikan oleh lembaga Eijkman. Setelah ada bibit vaksin, maka akan dikembangkan oleh para ahli dari berbagai universitas. Setelah selesai, maka vaksin siap didistribusikan dan akan mempercepat proses vaksinasi nasional.

Vaksin merah putih sangat istimewa karena bibitnya didapatkan dan dikembangkan di Indonesia. Bibit vaksin dari Eijkman masih dalam proses, sehingga kita masih harus menunggu sampai benar-benar selesai dan mendapatkan vaksin merah putih asli Indonesia.

Amin Soebandrio, Kepala Lembaga Molekuler Eijkman menyatakan bahwa proses pengembangan bibit vaksin sudah mencapai 60%. Sementara awal dari proses pengembangan dimulai triwulan pertama 2021. Prosesnya memang tidak sebulan dua bulan, untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Vaksin merah putih dihasilkan dari bibit virus covid-19 asli Indonesia. Sehingga diharap lebih sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia, dan mereka bisa segera bebas corona. Jika bibit virusnya asli dari WNI, maka meminimalisir resiko alergi atau resiko lain sat vaksinasi.

Jika vaksin merah putih sudah selesai, maka proses distribusinya akan lebih cepat. Karena tidak usah menunggu kedatangan kontainer berisi vaksin di pelabuhan atau bandara. Namun langsung dikirim dari laboratorium milik Konsorsium, lalu didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Jika didistribusikan dari Indonesia, maka akan menekan pengeluaran biaya transportasi saat pengiriman kontainer vaksin. Karena tidak usah melewati perbatasan 2 negara. Dengan begitu, uang untuk proses vaksinasi nasional akan bisa dihemat dan digunakan untuk tujuan lain. Misalnya untuk penanggulangan efek pandemi corona di Indonesia.

Vaksin merah putih masih dalam tahap pengembangan oleh tim ahli di Konsorsium. Proses pengembangan diperkirakan selesai pada awal tahun depan, dan akan langsung didistribusikan, untuk melengkapi vaksin lain di program vaksinasi nasional. Diharapkan vaksin ini bisa menggebuk virus corona dengan lebih cepat dan efektif.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

 

Digitalisasi Bansos: Lebih Cepat, Bersih, dan Berkeadilan

June 23, 2026

Digitalisasi Bansos, Pangkas Proses Bansos dari 200 Hari Jadi Hitungan Menit

June 23, 2026

Digitalisasi Bansos: Lebih Cepat, Bersih, dan Berkeadilan

By Kata IndonesiaJune 23, 20260

Digitalisasi Bansos: Lebih Cepat, Bersih, dan Berkeadilan Oleh : Edo Setiadi Transformasi digital yang terus…

Digitalisasi Bansos, Pangkas Proses Bansos dari 200 Hari Jadi Hitungan Menit

By Kata IndonesiaJune 23, 20260

Digitalisasi Bansos, Pangkas Proses Bansos dari 200 Hari Jadi Hitungan Menit Jakarta – Ketua Komite…

Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos Nasional, Penyaluran Bantuan Makin Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaJune 23, 20260

Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos Nasional, Penyaluran Bantuan Makin Tepat Sasaran Jakarta – Pemerintah terus memperkuat…

Efisiensi MBG Tanpa Mengurangi Kualitas Gizi Penerima Manfaat

By Kata IndonesiaJune 23, 20260

Efisiensi MBG Tanpa Mengurangi Kualitas Gizi Penerima Manfaat Oleh : Andika Pratama Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.