• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mendukung Penumpasan KKB Papua

Mendukung Penumpasan KKB Papua

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 6 February 2021

Oleh : Timotius Gobay

KKB dan OPM adalah 2 organisasi pengacau yang merusak perdamaian di Papua. Keinginan mereka untuk memisahkan Bumi Cendrawasih dari Indonesia membuat banyak kekacauan, bahkan sampai menimbulkan korban dari warga sipil. KKB bahkan berani menantang TNI dan Polri untuk perang terbuka, menunjukkan kecongkakan mereka.

Papua adalah wilayah yang diberkahi keindahan alam, mulai dari pegunungan menghijau hingga lautan yang bersih. Namun sayangnya keindahan ini berpotensi dirusak oleh kelompk separatis, yakni OPM dan KKB. Kelompok kriminal bersenjata sebagai afiliasi OPM selalu mengacaukan Papua dan meneror masyarakat agar mereka mau diajak memberontak.

Baca juga: Indeks Daya Saing Daerah Papua Barat Melampaui Sejumlah Provinsi di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi

Selain memprovokasi masyarakat, KKB juga bersikap sombong dengan menantang TNI dan Polri untuk perang terbuka. Tantangan itu tercantum dalam selebaran yang diedarkan di seputar Intan Jaya, oleh KKB, sebagai propaganda untuk warga sipil Papua. Wakapolda Papua Brigjen Matius Fakhiri menegaskan bahwa TNI dan Polri tidak takut dengan tantangan mereka.

Hanya saja Brigjen Matius khawatir akan ada korban dari warga sipil Papua, jika nanti benar-benar ada perang terbuka. Selain itu, jika nanti ada tindakan yang tegas dan terukur untuk pihak KKB, jangan sampai beritanya dipelintir oleh pers dan malah dipolitisasi. Dalam artian, beliau memilih untuk lebih berhati-hati dan tidak termakan gertakan dari KKB.

Brigjen Matius menambahkan, di Intan Jaya memang rawan dan beberapa kali KKB ketahuan mengacau di sana. Oleh karena itu, beliau akan menambah jumlah personel di sana, untuk berjaga-jaga. Penambahan aparat juga diperlukan, agar ada rasa aman yang tercipta di hati masyarakat sipil.

Masyarakat tidak takut akan ancaman KKB, karena mereka yakin akan kemampuan anggota Polri dan TNI. KKB memang punya senjata api ilegal dan bisa mengoperasikannya, tapi untuk masalah strategi masih kalah dengan aparat. Sehingga diprediksi jika perang terbuka benar-benar terjadi, malah KKB yang akan kalah dan menanggung malu.

KKB memang selalu melancarkan propaganda, tujuannya agar masyarakat mau diajak untuk mengikuti gerakan separatis. Berbagai propaganda mereka tebarkan, mulai dari ajakan perang terbuka, hingga isu SARA. Propaganda tentang SARA berisi hoax bahwa pemerintah Indonesia akan memberantas ras melanesia. Tentu hal ini salah besar dan tidak dipercayai oleh masyarakat.

Masyarakat selalu percaya dan setia pada NKRI karena mereka sudah berkali-kali disakiti oleh KKB. Kelompok separatis ini selain membuat propaganda, juga sering bertindak ngawur. Mereka pernah menembaki pekerja di Intan Jaya, membakar pesawat, hingga tega membunuh warga sipil. Dengan alasan warga itu adalah aparat yang menyamar, padahal bukan.

Pemberantasan KKB menjadi prioritas, karena selain sering melakukan kekerasan, mereka juga tega merenggut kebebasan para remaja. Dari sekian anggota KKB, ada ABG putus sekolah yang direkrut jadi penembak baru, dengan iming-iming senjata api. Sehingga masa depan mereka suram karena diajak bergerilya, padahal seharusnya belajar di bangku sekolah.

Banyak orang yang rindu kedamaian di Papua, tidak hanya warga sipil yang ada di sana, tapi juga yang tinggal di wilayah lain. KKB adalah kelompok pengacau, dan OPM sebenarnya dibenci oleh masyarakat. Ide untuk memerdekakan diri sangat salah, karena masyarakat di Bumi Cendrawasih sangat nasionalis dan cinta NKRI. Sehingga mereka tidak mau jika diajak mengibarkan bendera bintang kejora.

Masyarakat berharap KKB segera dibubarkan, agar tercipta perdamaian di Papua. Mereka sudah lelah diteror kelompok bersenjata ini, karena ada banyak kekacauan yang ditimbulkan olehnya. Pendekatan secra persuasif tidak ampuh lagi, karena kebencian KKB sudah mengakar. Sehingga pemberantasan KKB dengan cara spartan dilakukan, agar mereka kapok dan bubar dengan sendirinya.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Pemerintah Siapkan 150 Ribu Kuota Magang Nasional untuk Fresh Graduate pada Juli 2026

June 22, 2026

Sambut Reuni Akbar 100 Tahun Gontor, Ratusan Alumni Angkatan 2008 Siap Hadir dari Berbagai Belahan Dunia

June 22, 2026

Pemerintah Siapkan 150 Ribu Kuota Magang Nasional untuk Fresh Graduate pada Juli 2026

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Pemerintah Siapkan 150 Ribu Kuota Magang Nasional untuk Fresh Graduate pada Juli 2026 Jakarta –…

Sambut Reuni Akbar 100 Tahun Gontor, Ratusan Alumni Angkatan 2008 Siap Hadir dari Berbagai Belahan Dunia

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Ratusan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan tahun 2008 (akrab disapa angkatan Forza Youth Generation…

Program Magang Nasional 2026 Didorong Lebih Merata ke Seluruh Provinsi

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Program Magang Nasional 2026 Didorong Lebih Merata ke Seluruh Provinsi Jakarta – Pemerintah terus memperluas…

Optimalisasi Bendungan dan Irigasi Perkuat Ketahanan Indonesia di Tengah Kemarau

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Optimalisasi Bendungan dan Irigasi Perkuat Ketahanan Indonesia di Tengah Kemarau Oleh: Alfariz Ghani Musim kemarau…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.