• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Rizieq Shihab Harus Tanggung Jawab Timbulkan Kerumunan di Masa Pandemi

Rizieq Shihab Harus Tanggung Jawab Timbulkan Kerumunan di Masa Pandemi

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 3 December 2020

Oleh : Firza Raini

Saat ditemukan 80 pasien corona baru dari Petamburan dan Bogor, mereka langsung dikaitkan dengan Habib Rizieq. Karena faktanya dari pasien-pasien tersebut adalah jamaah Rizieq dan selalu datang saat ia berceramah. Lantas di mana tanggungjawab Rizieq? Ia malah lari dari RS dan entah sembunyi di mana.

Di dunia ini tak ada orang yang ingin tertular corona, karena jika sudah sakit, bisa sembuh bisa saja meninggal dunia. Namun sayangnya banyak yang bandel dan melanggar protokol kesehatan, serta amnesia dadakan bahwa sekarang masih masa pandemi. Mereka ngotot bepergian dan melanggar physical distancing, serta menghadiri acara keramaian.

Sebagian masyarakat di Petamburan dan Bogor, yang sempat melakukan kebandelan itu, sekarang hanya bisa gigit jari. Mereka dinyatakan positif corona setelah dites rapid oleh nakes.

Penyesalan tiada guna, karena acara yang mereka hadiri sudah berlangsung lebih dari seminggu lalu. Seharusnya mereka taat aturan dan tak datang ke pesta dan ceramah, karena ada pelanggaran physical distancing.

Jika seseorang terkena corona maka biaya perawatannya ditanggung oleh pemerintah, dengan catatan punya kartu BPJS yang aktif.

Namun bagaimana jika mereka lupa tak membayarnya, atau tak punya polis asuransi swasta sama sekali? Biaya pengobatan corona bisa mencapai hampir 100 juta rupiah, karena butuh rawat inap selama 2 minggu.

Ketika mereka menyesal atas biaya yang mahal, di manakah Rizieq? Setelah dirawat di sebuah RS swasta di Bogor, ia malah diam-diam keluar dari pintu belakang. Entah untuk pulang atau ke tempat lain. Rumahnya juga dijaga ketat oleh para anggota FPI, bahkan di depan gangnya juga. Ketika ada petugas yang akan menyemprot disinfektan, malah dicegah. Sungguh aneh.

Seharusnya Rizieq bertanggungjawab, karena atas kelalaiannya dan keegoisannya, banyak orang tertular virus covid-19. Ia menolak tes swab, padahal termasuk ODP. Padahal jika saja ia tertib, mau tes dan karantina mandiri, serta datang diam-diam sehingga tak disambut, tak akan ada penularan corona. Karena bisa jadi ia yang jadi pembawa virus, saat pulang dari luar negeri.

Rizieq juga sudah diingatkan bahwa kumpulan massa bisa menyebabkan klaster corona baru, namun ia tak berusaha membubarkan ratusan pendukung yang menyambutnya di bandara Soekarno-Hatta. Pria yang dikenal dengan ceramahnya yang kontroversial ini malah mengundang 10.000 orang di pesta pernikahan putrinya, Syarifah Najwa.

Baca juga: Masyarakat Adat Papua Menolak Separatisme

Kalau Rizieq tak bisa membayar biaya pengobatan jamaahnya, setidaknya ia berani muncul ke publik dan meminta maaf kepada semua orang. Karena telah menimbulkan kehebohan dan memunculkan klaster corona baru. Jangan malah sembunyi dan bersikap tidak jantan. Ke mana keberanian yang selama ini ia pamerkan?

Rizieq juga harus memenuhi panggilan pihak kepolisian, karena sengaja membuat acara keramaian. Walau ia mengaku sudah membayaar denda progresif sebanyak 50 juta rupiah, namun ia juga dijerat pasal kekarantinaan. Karena ngotot tidak mau isolasi mandiri, dan malah safari ceramah di banyak tempat.

Jika sang habib bersembunyi dan tak mau bertanggungjawab maka publik akan makin mem-bully-nya. Karena dianggap pengecut dan suka melarikan diri dari masalah. Jangan berlindung di balik kata sakit. Jika ia benar-benar sakit, bahkan kena corona seperti yang selama ini diisukan, mengapa malu untuk mengakuinya dan memperlihatkan hasil tes swab?

Habib Rizieq adalah tokoh publik, jadi sudah seharusnya ia memberi contoh yang baik, kepada jamaahnya dan pihak lain. Jangan malah lari dari panggilan polisi dan beralasan sakit, serta menghilang dari kejaran awak media. Pertanggungjawabannya sangat dinantikan.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Percepatan MBG 3T Wujud Keadilan Gizi dari Pusat hingga Pelosok

August 25, 2026

Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan

August 25, 2026

Percepatan MBG 3T Wujud Keadilan Gizi dari Pusat hingga Pelosok

By Kata IndonesiaAugust 25, 20260

Percepatan MBG 3T Wujud Keadilan Gizi dari Pusat hingga Pelosok Oleh : Radjiman Arif Program…

Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan

By Kata IndonesiaAugust 25, 20260

Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan Jakarta – Pemerintah memprioritaskan percepatan pelaksanaan…

Pemerintah Pastikan MBG di Daerah 3T Tetap Penuhi Standar Gizi

By Kata IndonesiaAugust 25, 20260

Pemerintah Pastikan MBG di Daerah 3T Tetap Penuhi Standar Gizi Jakarta – Pemerintah memastikan pelaksanaan…

Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target

By Kata IndonesiaAugust 25, 20260

Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target Oleh: Syarif Ahmad Keberhasilan Indonesia meraih kembali kemandirian…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.