• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Penceramah Gunakan Ujaran Kebencian Layak Ditinggalkan

Penceramah Gunakan Ujaran Kebencian Layak Ditinggalkan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 28 November 2020

Oleh : Raavi Ramadhan

Ceramah Habib Rizieq memiliki ciri khas, yakni penuh kontroversi dan menggemparkan. Publik makin jengah karena ia selalu menggunakan kata-kata yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pemuka agama. Seharusnya sebagai penceramah memberi teladan kepada jamaahnya, namun malah memberi contoh yang buruk.

Masyarakat dibuat terperangah ketika ada sebuah video yang menayangkan ceramah Habib Rizieq. Ia berorasi dengan penuh emosi, sambil mengepalkan tangan dan mengucap kata yang sangat kasar. Seolah-olah sedang berhadapan langsung dengan orang yang dimaksud. Padahal ia sedang ceramah di sebuah acara keagamaan dan lupa untuk menjaga lisannya.

Ketenaran Habib Rizieq sampai juga di Jerman. Ada media cetak yang menayangkan berita dengan judul ‘Kembalinya Pengkhotbah Ujaran Kebencian’. Seorang netizen di Twitter mengunggah fotonya dan langsung viral. Banyak akun yang merespon dengan memberi like, retweet, dan komentar.

Sungguh sedih ketika ada orang Indonesia yang terkenal di luar negeri tapi karena kontroversinya, bukan karena prestasinya. Habib Rizieq mencoreng muka negeri ini dengan kelakuannya yang brutal di atas panggung ceramah. Padahal seharusnya ia bisa mengikuti jejak alm Habibie yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia internasional.

Baca juga: UU Cipta Kerja Bantu Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Habib Rizieq seharusnya melakukan evaluasi ketika namanya dikenali oleh media Jerman sebagai penceramah dengan ujaran kebencian. Tak seharusnya sebagai pemuka agama ia melontarkan kata-kata kasar, karena melanggar norma dan etika. Apalagi ketika ceramahnya didengarkan oleh anak kecil, telinga bocah akan dikotori oleh diksi yang amat jelek.

Seharusnya ia ingat hadis yang berbunyi ‘berkata baik atau diam’. Nabi sudah mencontohkan perbuatannya yang tak mau membuka mulut, karena lebih baik diam seribu bahasa daripada berucap yang jelek. Sebagai keturunan Nabi, seharusnya Habib Rizieq sadar dan memahami, serta melakukan hal yang sama. Namun ia malah melakukan hal yang sebaliknya dan seenaknya sendiri.

Putri Gus Dur Alissa Wahid menanggapi ceramah Habib Rizieq yang kontroversial. Ia tak setuju dengan isi di dalam pidato tersebut. Menurutnya, tak sepantasnya ceramah agama mengajak orang lain untuk melakukan tindak kekerasan. Ceramah tersebut sudah termasuk tindakan penghasutan dan masuk kategori berbahaya.

Ceramah Habib Rizieq sangat bahaya karena ia bisa memecah-belah perdamaian antar umat beragama. Ketika ada umat beragama lain, malah dianggap dengan sebelah mata oleh Habib Rizieq dan anggota ormasnya. Padahal Indonesia adalah negara multi-agama dan berprinsip bhinneka tunggal ika, namun Habib Rizieq tidak mau menerima perbedaan tersebut.

Jika berkaca dari zaman Nabi, peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi. Karena Nabi sangat santun dalam berdakwah. Tak pernah ada ceramahnya yang menggunakan kata-kata kasar, namun mengajak dengan penuh perdamaian. Sehingga membuat semua orang jadi bersimpati.

Jika ceramah Habib Rizieq penuh kontroversi, maka statusnya sebagai keturunan Nabi mulai dipertanyakan. Apakah benar ia merupakan buyut kesekian dari Nabi? Jika iya, mengapa tak mau mengikuti langkah Nabi untuk ceramah dengan lemah-lembut? Bukankah ia adalah teladan yang baik?

Jika Habib Rizieq terus berceramah dengan kontroversial dan penuh ujaran kebencian, ia beralasan bahwa ini sudah gaya pribadinya. Padahal seharusnya ia bisa memperhalus dakwah karena terbukti lebih efektif. Selain itu, ceramah dengan kata-kata kasar juga bisa membuatnya masuk ke bui, jika ada yang tersinggung lalu melaporkannya dengan tuduhan perbuatan tak menyenangkan.

Jangan ada yang malah membela ceramah Habib Rizieq, karena ia memecah-belah persatuan bangsa. Sebagai publik figur, seharusnya ia menggunakan popularitasnya untuk hal positif. Namun malah ceramah seenaknya sendiri dan ketika beritanya dimuat di Jerman, membuat malu rakyat Indonesia.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.