• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Demo Anarkis Meningkatkan Penularan Covid-19

Demo Anarkis Meningkatkan Penularan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 13 October 2020

Oleh : Zakaria

Demo buruh yang terus berlangsung sejak awal dikhawatirkan akan membentuk klaster corona baru. Saat pengunjuk rasa diciduk aparat dan wajib dites rapid, ternyata mereka menunjukkan hasil reaktif. Walau hanya diwajibkan isolasi mandiri namun situasi ini memusingkan karena pasien berkontak dengan banyak orang.

Saat akan mengadakan demo, para buruh sudah diingatkan untuk membatalkan niatnya. Bukan karena mereka dilarang memprotes Undang-Undang, namun kita masih berada di masa pandemi. Sehingga kegiatan yang mengumpulkan massa seperti unjuk rasa tidak dperbolehkan. Pelarangan ini semata karena alasan kesehatan dan jangan sampai ada klaster baru.

Baca juga: Amphuri Kubu Fauzan Amien Ungkap Sudah Disahkan Kemenkumham

Namun buruh kukuh berunjuk rasa dan tak menaati protokol kesehatan. Terbukti dari tes rapid yang diadakan saat demo di Kabupaten Tangerang. Dari 30 orang yang dites, sebanyak 13 pekerja menunjukkan hasil positif corona. Hal ini menyedihkan karena prediksi terbentuknya klaster corona baru benar-benar terjadi.

Hendra Tarmidzi, juru bicara tim satgas penanganan covid Tangerang menyatakan bahwa mereka adalah buruh pakaian olahraga. Sedangkan tes rapid dilakukan secara mendadak dan merupakan perintah dari Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Tes dilakukan untuk mencegah penyebaran corona di sekitar Tangerang.

Sedangkan di Jakarta ada 12 orang yang hasil tes rapid-nya positif. Sedihnya, mereka bukanlah buruh namun kelompok anarko yang ikut-ikutan berdemo. Ada 200 orang yang melakukan tindakan anarki dan mengira unjuk rasa adalah ajang tawuran massal yang halal. Setelah nafsu merusaknya dipuaskan, mereka seolah dapat karma karena positif corona.

Banyaknya pendemo yang positif corona sangat menyesakkan dada, karena mereka tak mau tertib pada protokol kesehatan. Apakah bagi mereka peraturan ada untuk dilanggar? Padahal pelarangan demo adalah demi keselamatan mereka sendiri.

Juga keluarganya di rumah. Jika sudah terlanjur kena corona, apa masih mau menyalahkan pemerintah? Jangan playing victim.
Apalagi langkah untuk tracking dan mencari orang-orang yang berkontak dengan pasien corona dari klaster demo buruh akan jadi sangat sulit.

Pertama, mereka berkontak dengan ratusan orang yang berunjukrasa dan tak kenal identitas serta alamatnya. Selain itu, bisa saja pedagang, tukang parkir, hingga sopir bus yang merek tumpangi juga berstatus suspect.

Saat para pendemo isolasi mandiri, maka apakah mereka melakukannya sesuai protokol kesehatan dan benar-benar tak berkontak dengan siapapun selama 14 hari? Bisa saja di depan dokter mereka berjanji, namun ketika bosan di rumah malah jalan-jalan. Padahal sangat berbahaya karena tetangga yang tak tahu apa-apa, bisa tertular.

Dokter Wiku, juru bicara Tim satgas penanganan covid-19 menyatakan bahwa pendemo berpotensi menimbulkan klaster baru. Selain itu, dalam 3 hari akan banyak sekali yang tertular corona. Sehingga perjuangan tim satgas selama 7 bulan akan terasa sia-sia, karena masyarakat tak mau tertib aturan. Bagaikan kena nila setitik rusak susu sebelanga.

Lanjut Dokter Wiku, jika kita ingin pandemi segera berakhir, maka harus ada kerja sama antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat. Jika mereka tak mau tertib dan terang-terangan melanggar protokol kesehatan, hasilnya akan sangat buruk. Karena kedisiplinan adalah kunci dalam melawan corona.

Banyaknya pendemo yang kena corona juga memusingkan karena mereka bagai masuk dengan sukarela ke kandang macan. Sudah diberi peringatan, malah melanggar. Saat sakit baru tahu rasa. Karena ketika badan mulai lemah, tentu tak kuat bekerja dan tak ada penghasilan selama 2 minggu. Rugi besar.

Masyarakat diharap bisa memetik hikmah dari pendemo yang tertular corona. Jangan sampa melanggar protokol kesehatan, karena jika positif covid-19 akan susah sendiri. Apalagi jika tak punya BPJS, biaya perawatannya selangit. Tingkah pendemo juga membuat tim satgas menangis karena perjuangan mereka untuk melawan corona terasa percuma.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

September 18, 2026

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

September 18, 2026

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani Oleh: Oksidea Razeta Rayi Keberpihakan terhadap…

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua  Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan pertanian Papua terus diarahkan pada penguatan fondasi kemandirian pangan yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan strategis, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang mencakup pengembangan pangan lokal, perluasan sawah, mekanisasi, irigasi, penguatan kelembagaan hingga pemberdayaan petani. Arah kebijakan tersebut menjadi penting mengingat Papua memiliki sumber daya pertanian yang besar sekaligus karakter geografis yang membutuhkan pendekatan pembangunan berbeda. Sagu, ubi dan berbagai komoditas pangan lokal telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Di sisi lain, potensi lahan pertanian juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi beras dan komoditas pangan strategis lainnya. Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan pengembangan potensi tersebut sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian pangan Papua. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua perlu dibangun dari kekuatan yang tersedia di wilayah tersebut. Karena itu, beras, sagu, ubi dan pangan lokal lainnya didorong untuk berkembang bersama masyarakat setempat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanian Papua tidak diarahkan untuk menggantikan pangan lokal dengan komoditas tertentu. Sebaliknya, pemerintah berupaya mempertemukan kekuatan pangan tradisional dengan teknologi dan sistem pertanian modern. Dengan cara itu, peningkatan produktivitas dapat berlangsung tanpa mengabaikan karakter sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Komitmen pemerintah tersebut turut mengemuka dalam PAPEDA Summit 2026 yang sebelumnya diselenggarakan pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan Papua yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. …

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.