• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Stroke Dapat Menyerang Kaum Milenial? Cegah Gejalanya dengan Cara Ini!

Stroke Dapat Menyerang Kaum Milenial? Cegah Gejalanya dengan Cara Ini!

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 10 September 2020

Laporan: Aurelia Syafira Widya

Kaum remaja merupakan populasi terbanyak di dunia khususnya Indonesia. Kaum remaja atau yang biasa kita sebut kaum milenial merupakan generasi harapan bangsa. Dimana kita harus bisa menjaga kesehatan diri kita dari berbagai macam penyakit.

Masa remaja merupakan masa transisi yang perlu mendapatkan perhatian dan bimbingan. Masa remaja merupakan suatu masa kehidupan yang mengalami percepatan pertumbuhan fisik, mental, emosional dan sosial.

Remaja juga identik dengan beberapa kebiasaan seperti mengkonsumsi makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kurang berolahraga dan stress. Hal-hal tersebut telah menjadi gaya hidup terutama di perkotaan, padahal semua perilaku tersebut dapat merupakan faktor-faktor risiko penyakit stroke.

Stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan karena adanya robekan atau sumbatan pada pembuluh darah arteri yang menuju otak, sehingga nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik, pada akhirnya menyebabkan hilangnya sensasi, gerakan volunteer atau bagian tubuh.

Baca juga: Beberapa Tempat Ini Cocok menjadi Tujuan Gowes Kamu!

Dulu memang penyakit tersebut diderita oleh orang tua terutama yang berusia 50 tahun ke atas. Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 –40 tahun). Hal ini dapat terjadi karena adanya perubahan gaya hidup seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terutama anak muda perkotaan.

Penyakit ini memiliki beberapa gejala seperti mati rasa di bagian wajah atau lengan, suka kebingungan, kehilangan keseimbangan, dan sakit kepala secara tiba-tiba. Penyakit ini perlu kita waspadai, khususnya kaum milenial yang sedang dalam usia produktif.

Berikut ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit stroke:

1. Mengurangi kebiasaan merokok
Bagi sebagian laki-laki, tentu ini menjadi hal yang sulit dihindari. Mengapa demikian? Biasanya jika kita sedang bertemu teman di café, rokok kerap menjadi pelengkap untuk mengobrol bersama teman.

Dirangkum dari cdv.go dalam suatu survei, mengatakan bahwa rokok dapat menyebabkan stroke dan juga penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena rokok bisa merusak dan menyempitkan pembuluh darah. Hambatan aliran darah di otak karena rusaknya pembuluh darah menuju kepala menyebabkan penyakit stroke. Selain itu, zat nikotin yang akan memicu adrenalin otak saat merokok.

2. Kurangi Minum Alkohol
Tidak hanya merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan pun bisa menyebabkan stroke. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan hemorrhagic stroke (stoke hemoragik). Stroke hemoragik terjadi jika aneurisma pecah atau pembuluh darah bocor. Mulai dari sekarang, kurangi kebiasaan buruk ini yuk!

3. Kurangi stres
Stres juga memicu munculnya stroke. Banyaknya tuntutan hidup membuat kita terus memikirkannya dan berujung stres. Menurut sebuah penelitian di jurnal medis, The Lancet tahun 2017, semakin tinggi tingkat stres yang dialami seseorang, semakin tinggi pula risiko penyakit jantung dan stroke yang dia hadapi.

4. Kurangi junkfood, dan mulai mengonsumsi makanan sehat
Junkfood atau fastfood merupakan makanan cepat saji yang sudah menjadi kesukaan setiap kalangan, khususnya kaum milenial. Mengonsumsi junkfood sekali dua kali tidak apa-apa, namun jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan berturut-turut tentu saja tidak baik. Mulailah mengonsumsi sayur dan buah agar terhindar dari penyakit.

Situs Dokter Sehat menjelaskan konsumsi 200 gram buah-buahan setiap hari akan menurunkan risiko stroke hingga 32%. Jika Anda bisa mengkonsumsi sayuran 200 gram setiap hari maka risiko stroke turun hingga 11%.

Jadi itulah beberapa tips gaya hidup sehat yang bisa kita terapkan mulai dari sekarang agar kita tidak terjangkit penyakit stroke di usia produktif.

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Membaik

September 15, 2026

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

September 15, 2026

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Membaik JAKARTA – Optimisme masyarakat terhadap kondisi…

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla Oleh: Samuel Yohanes Kebakaran hutan…

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak Oleh: Yandi Arya Adinegara Kebakaran hutan dan…

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan  Oleh : Catur Ronggo  Persoalan agraria di Indonesia tidak sekadar menyangkut siapa yang menguasai sebidang tanah. Di balik konflik lahan terdapat persoalan kepastian hukum, tumpang tindih regulasi, akses masyarakat terhadap sumber penghidupan, hingga ketimpangan pemanfaatan ruang. Karena itu, langkah pemerintah bersama DPR untuk menghadirkan kerangka hukum reforma agraria yang lebih komprehensif menjadi momentum penting untuk mengakhiri persoalan yang selama ini berlarut-larut. Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Iman Sukri menilai kompleksitas konflik agraria menunjukkan kebutuhan terhadap aturan khusus yang mampu menjadi mekanisme penyelesaian secara lebih jelas. Menurutnya, persoalan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tanah, tetapi juga bersinggungan dengan regulasi dan kepentingan antarsektor. Ia mencontohkan adanya desa yang berada dalam kawasan hutan serta persoalan masyarakat adat dan kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, RUU Reforma Agraria diharapkan tidak berhenti pada norma, tetapi memiliki kekuatan untuk mengeksekusi keputusan penyelesaian konflik. Pandangan tersebut menjadi semakin relevan setelah RUU Reforma Agraria disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna pada 8 September 2026. Rancangan tersebut memuat 70 pasal dalam 16 bab, antara lain mengatur restitusi, redistribusi tanah, pemberdayaan penerima reforma agraria, serta gagasan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional atau BRAN. Lembaga tersebut dirancang bertanggung jawab kepada Presiden dan memiliki tugas dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi reforma agraria. Bagi pemerintah, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun penyelesaian konflik yang tidak parsial. Kepastian mengenai siapa yang berwenang menangani persoalan, bagaimana keputusan dilaksanakan, serta bagaimana masyarakat memperoleh manfaat setelah mendapatkan tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari reforma agraria. Tanpa mekanisme yang kuat, redistribusi tanah berisiko hanya menjadi proses administratif tanpa dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menawarkan pendekatan yang berangkat dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ia mengusulkan agar pemerintah desa diberikan fungsi yang tegas dalam menerima pengaduan, mengidentifikasi fakta, memfasilitasi pemetaan, dan memediasi konflik lokal. Menurut Yandri, pelibatan desa penting karena konflik agraria kerap bersinggungan langsung dengan ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.