• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kuliah Umum Universitas Islam Malang (Unisma) Hadirkan Dubes RI untuk Azerbaijan Prof. Dr. Husnan Bey Fananie

Kuliah Umum Universitas Islam Malang (Unisma) Hadirkan Dubes RI untuk Azerbaijan Prof. Dr. Husnan Bey Fananie

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 17 October 2019

Kuliah Tamu yang bertajuk “Pendidikan Islam Multikultural dalam Perspektif Historis Sosiologis” diberikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA, pada Senin (14/10).

Bertempat di Hall Abdurahman Wahid, Gedung Pascasarjana lantai 7 Universitas Islam Malang (Unisma). Kuliah Tamu ini turut dihadiri sekitar 700 Mahasiswa Unisma.

Dalam harapannya, Rektor Unisma, Prof. Dr.H. Maskuri, M.Si menyampaikan semoga dengan kehadiran Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananir, MA ini, segenap civitas akademika Unisma dapat menambah motivasi jayanya Unisma NU yang menjadi lokomotif NU Indonesia.

Selain itu dirinya mengucapkan juga menjelaskan latar belakang Duta Besar untuk Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA yang juga cucu dari Pendiri Pondok Gontor yang ternama di Indonesia ini.

“Beliau mau mengikuti pendidikan, bahkan mau belajar di Belanda. Beliau bukan sekedar duta besar, tapi orator, juga politisi musisi dan vokalis. Multi talenta. Luar biasa. Hidupnya di pesantren. Santri pun bisa menjadi duta besar,”ungkapnya.

Prof. Dr.H. Maskuri, M.Si pun turut menyampaikan, bahwa Unisma sebagai salah satu Universitas berbasis Islam NU sedang membangun sikap toleran terhadap berbagai macam perbedaan.

“Harus tetap kita jaga dengan baik dengan kajian2 multikultural. Maka Unisma akan menjadi lokomotif dalam rangka membawa Indonesia damai, toleran istiqhomah,” lanjutnya.

Unisma sendiri terdapat pula mahasiswa yang berasal dari 20 negara. Hal tersebut membuat Unisma terus bergerak dan semakin yakin guna mewujudkan sebagai World Class University. untuk itu dirinya ingin seluruh civitas akademika terus mengembangkan sikap konfidensi (kepercayaan diri), meningkatkan kapasitas diri, kelembagaaan dan umat.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA menjelaskan tentang negara Azerbaijan dan menceritakan dirinya saat diberikan tugas Pak Jokowi selama 4 tahun di negeri Azerbaijan.

“Awalnya saya berpikir Azerbaijan negara mana? saat saya datang, baru saya tahu. Oh.. ternyata Azerbaijan itu ada di dekat Rusia.” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menceritakan keberhasilannya menyelesaikan studi di pesantren kuliah di Asia Selatan tepatnya Pakistan. Ketika mengenyam pendidikan, ia menceritakan bahwa telah bertemu banyak orang dengan karakternya masing-masing. lain bangsa, lain pula kelebihan yang dimiliki. Sebab itu hal menurutnya penting terutama konsep pendidikan.

Dalam kuliah tamunya, Duta Besar juga mengajak mahasiswa Unisma untuk tidak menyia-nyiakan kelebihan.

“Bapak ibu sekalian ini menjadi sesuatu. setiap kita memiliki kelebihan, oleh karena itu jangan sia-siakan kelebihan kita. Dan segeralah tahu apa kelebihan kita. Kelebihan kita yang tahu kita sendiri,” ajaknya.

Selain itu, Duta Besar tak lupa mengajak mahasiswa Unisma untuk menjadikan kampus Unisma sebagai rumah kedua dan menjadikan Rektor dan dosen-dosennya seperti orangtua.

Pasalnya, pembelajaran tentang akhlakul kharimah didapat di rumah dan di kampus. Jadi tak heran kenapa madrasah menjadi penting. Sebab Unisma ini adalah kawah candra dimuka. tempat menbentuk karakter.

“sehingga Jadikan dia rumah. Madrasah ulah, Rumah. jadikan bapak rektor, dosen, orang tua kita yang kita jaga. kita hormati kita serap ilmunya. Jadikan kampus ini rumah kalian yang membentuk karakter kalian. Yang menjadikan budi pekerti anda terbentuk. Makanya saya katakan kampus ini kawah candradimuko. kalian digodok matang, ” ungkapnya.

Dua Tahun Prabowo-Gibran Menjadi Momentum Membaca Transformasi Indonesia

October 6, 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Transformasi Indonesia Dinilai Mulai Terlihat

October 6, 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran Menjadi Momentum Membaca Transformasi Indonesia

By Kata IndonesiaOctober 6, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran Menjadi Momentum Membaca Transformasi Indonesia Oleh : Rivka Mayangsari Memasuki dua tahun…

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Transformasi Indonesia Dinilai Mulai Terlihat

By Kata IndonesiaOctober 6, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Transformasi Indonesia Dinilai Mulai Terlihat Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden…

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Transformasi Nasional Diklaim Bergerak Lebih Terukur

By Kata IndonesiaOctober 6, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Transformasi Nasional Diklaim Bergerak Lebih Terukur JAKARTA — Menjelang dua tahun pemerintahan…

Reshuffle Kabinet, Energi Baru untuk Menuntaskan Agenda Nasional

By Kata IndonesiaOctober 6, 20260

Reshuffle Kabinet, Energi Baru untuk Menuntaskan Agenda Nasional Oleh: Adib Miftahul Perombakan Kabinet Merah Putih…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.