• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Indonesia Kembali Berjaya di Ajang Olimpiade Informatika Internasional di Baku, Azerbaijan

Indonesia Kembali Berjaya di Ajang Olimpiade Informatika Internasional di Baku, Azerbaijan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 10 August 2019

Pada 10/8 Anak bangsa kembali menorehkan prestasi yang membanggakan dalam ajang kompetisi Olimpiade Infomatika Internasional atau 31th International Olympiad in Informatics (IOI) yang digelar pada 4-11 Agustus  2019 di Baku, Azerbaijan.

Sebanyak 4 (empat) medali yang terdiri dari 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu berhasil dibawa pulang oleh Tim Olimpiade Informatika Indonesia yang mengharumkan bangsa Indonesia tersebut.

Keempat pelajar yang berhasil mengibarkan bendera Indonesia tersebut adalah Abdul Malik Nurokhman (SMA Semesta Semarang) memperoleh medali emas, R. Fausta Anugrah Dianparama (SMAN 1 Yogyakarta) dan Vincent Ling (SMA Pribadi Bandung) memperoleh medali perak sementara Moses Mayer (SMA Jakarta Intercultural School) mendapatkan perunggu.

Ajang kompetisi yang dilaksanakan setiap tahun, kali ini diikuti oleh 380 peserta dari 88 negara dimana setiap negara berhak mengirimkan 4 pelajar tingkat sekolah menengah. Sehingga seluruh pelajar Indonesia tersebut berhasil mencatatkan prestasi.

Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie menyatakan dukungan yang besar atas keikutsertaan pelajar Indonesia di kompetisi ini dan turut hadir dalam upacara penutupan IOI di National Gymnastic Arena, 10 Agustus 2019.

“Kemenangan ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki para pemuda yang pintar dan luar biasa berprestasi, membuktikan bahwa indonesia merupakan bangsa yang besar yang tidak kalah dengan negara lain” ujar Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie.

Yugo Kartono Isal (Komite IOI Indonesia) menyatakan bahwa keikutsertaan pelajar indonesia di ajang kompetisi internasional informatika ini sudah diikuti sejak tahun 1993. Indonesia berhasil memperoleh emas pada tahun 1997, 2008 dan 2019.

“prestasi Indonesia di Baku kali ini merupakan prestasi terbaik yang pernah dicapai selama ini mengingat soal-soal yang diujikan memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi” ujar Yugo.

Dalam kompetisi ini, setiap peserta dituntut untuk memecahkan soal-soal yang cukup sulit yang mengharuskan kecepatan berpikir dan tingkat kreatifitas yang tinggi dalam membuat pemograman komputer, masalah-masalah logika dan informatika.

Prestasi ini merupakan hadiah terbaik bagi bangsa Indonesia yang akan merayakan HUT RI ke-74. Sekali lagi selamat Indonesia.

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.