• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»863 Mahasiswa UIN Rafah Diwisuda, Rektor Berpesan Pertahankan Eksistensi Peradaban Melayu Nusantara

863 Mahasiswa UIN Rafah Diwisuda, Rektor Berpesan Pertahankan Eksistensi Peradaban Melayu Nusantara

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 27 June 2021

Civitas Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (Rafah) Palembang kembali mencetak lulusan sarjana. Dalam prosesi wisuda ke 77 ini diikuti 863 mahasiswa yang dilaksanakan secara offline dan online di Academic Center Kampus A UIN Rafah dan zoom meeting, Sabtu (26/6).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si, kembali mengingatkan kepada wisudawan bahwa UIN Raden Fatah Palembang merupakan pusat peradaban Islam melayu. Untuk itulah, dia meminta kepada wisudawan untuk mempertahankan eksistensi nilai Islam Melayu Nusantara.

“Islam Melayu memiliki karakter khas tersendiri dibanding yang lainnya. Ini merupakan sebuah anugerah bagi masyarakat Melayu yang mencerminkan sikap beragama yang moderat yang adaptif terhadap karakter dan kebudayaan masyarakat melayu. Peradaban Islam melayu telah menghadirkan wajah Islam yang inklusif, plural, dan toleransi terhadap orang lain yang berbeda suku, budaya, dan budaya merupakan suatu ajaran yang relevan dengan Islam rahmatan lil’alamiin,” jelas Prof Nyayu.

Lebih jauh kata Rektor, Peradaban Islam Melayu Palembang di masa lalu juga telah mewariskan tradisi ilmiah yakni tradisi menulis karya orisinal, menghimpun dan menerjemahkan manuskrip ke dalam bahasa Arab, mengkomentari atau menafsirkan ulang karya-karya yang telah diterjemahkan, mendistribusikan buku, rihlah, dan khalwat, diskusi ilmiah, dan seminar, dan mengobservasi atau melakukan penelitian.

Pemerintah Perkuat Ekonomi Rakyat Melalui Program Gentengisasi

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pemerintah Perkuat Ekonomi Rakyat Melalui Program Gentengisasi

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pemerintah Perkuat Ekonomi Rakyat Melalui Program Gentengisasi Oleh : Aan Suherman Sebanyak 2,4 juta genteng…

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.