• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»30 Ton Beras Bantuan Sosial dari Presiden Jokowi Tiba di Kabupaten Serang

30 Ton Beras Bantuan Sosial dari Presiden Jokowi Tiba di Kabupaten Serang

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 4 August 2021

Presiden RI Joko Widodo memberikan bantuan sosial beras sebanyak 30 ton bagi masyarakat di Kabupaten Serang. Bantuan sosial dari Presiden ini dikirim dengan menggunakan truk kontener dan diterima langsung Kapolres Serang AKBP Mariyono bersama sejumlah pejabat utama, Jumat (30/7/2021).

Bantuan beras yang sudah dikemas dalam kantong ukuran 5 kilogram tersebut akan didistribusikan kepada para warga dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 Covid-19 di wilayah hukum Polres Serang.

“Beras bantuan dari Presiden ini sebanyak 30 ton dan langsung kita serahkan kepada personel agar segera didistribusikan untuk membantu masyarakat yang terdampak pemberlaku PPKM Level 3 di wilayah hukum Polres Serang,” ungkap AKBP Mariyono.

Kapolres menjelaskan dalam pendistribusian beras bantuan Presiden ini, selain personel Bhabinkamtibmas juga melibatkan satuan fungsi lainnya yang berhubungan dengan masyarakat. Kapolres menekankan bansos dari Presiden ini diterima disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya.

“Silahkan dan segerakan beras bantuan dari Presiden ini agar secepatnya sampai ke tangan masyarakat yang terdempak Covid-19 sesuai daftar yang telah disampaikan ke pimpinan. Harapan saya beras bantuan Presiden bisa membantu meringankan beban masyarakat di masa PPKM Level 3,” kata Kapolres.

Kepada seluruh personel yang ditugaskan mendistribusikan beras bantuan, Kapolres kembali mengingatkan agar patuh melaksanakan protokol kesehatan dan tidak menganggap sepele pandemi Covid-19 meski telah melaksanakan vaksinasi.

“Jaga kesehatan diri masing-masing, jangan lalai dan laksanakan prokes,” pesan Mariyono yang sebentar lagi akan pindah tugas sebagai Kabagdalops di Polda Jatim.

Kapolres mengingatkan untuk tidak bosan menyampaikan pesan pemerintah kepada masyarakat agar patuh melaksanakan prokes sehingga pandemi Covid-19 ini bisa segera selesai. Selain itu, masyarakat juga diimbau melaksanakan vaksinasi di tempat-tempat yang telah disiapkan pemerintah secara gratis.

“Dengan vaksinasi tubuh kita akan imun dari serangan virus Corona namun dengan tetap melaksanakan prokes. Masyarakat pun akan aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya,” tandasnya.

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.