• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Begini Jabaran Tokoh Nasional Terkait Membuat Ekosistem Digital di Era Industri 4.0

Begini Jabaran Tokoh Nasional Terkait Membuat Ekosistem Digital di Era Industri 4.0

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 11 August 2021

Bakti Kominfo melaksanakan seminar merajut nusantara bertemakan “Membuat Ekosistem Digital di Era Industri 4.0” yang diisi Rizki Aulia Rahman Natakusumah selaku Anggota Komisi I DPR-RI, Ismail Cawidu selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Imam Abdurahman selaku CO-Founder Get Up Seven Training Consultant, yang mana dalam seminar live streaming tersebut Rizki Aulia Rahman Natakusumah menyampaikan bahwa terkait dengan digitalisasi, ekosistem digital, Bagaimana kehidupan kita sekitar 10 tahun, 20 tahun lalu perbedannya sangat pesat sekalidi banding dengan dengan kehidupan anak-anak kita, saudara-saudara kita, adik-adik kita di abad 21 yang memasuki tahun 2021 ini. Saya lahir di tahun 1994, saya masuk di Pandeglang pada tahun 1999, saya masuk di SD 4 belum ada yang namanya handphone dan lain sebagainya baru orang-orang masih pakai pager, sinyal belum ada di sana, perkampungan masih jauh sekali dari kota, akses petani ke pasar masih sangat sulit sekali, pembangunannya juga masih sangat-sangat memprihatinkan pada saat itu, sekarang masih banyak PR tapi setidak-tidaknya negara dari tahun 2000-an awal hingga saat ini dengan adanya perkembangan teknologi dan lain sebagainya bisa tercover dengan lebih baik lagi, tapi kalau ditanya permasalahannya apa, kalau ngomong ke orang Pandeglang sama Lebak pasti masalah sinyal, karena sinyalnya dari saudara-saudara kita yang hidup di Kabupaten Pandeglang dan kabupaten Lebak ini masih cukup terganggu untuk sebagian daerah, saya duduk di Komisi 1 itu yang mengurusi bidang pertama Kominfo Kementerian Komunikasi dan Informatika ini urusannya bangun sinyal, urusan terkait dengan perlindungan hak-hak kita dalam berdigitalisasi, urusan terkait dengan memberikan program untuk mendidik anak-anak kita untuk bisa melek digital, tapi sekarang melek digitalpun sebenarnya ada manfaatnya, manfaatnya mungkin kita bisa lihat ini sebagai harapan, kita sudah tidak bergantung lagi dengan media-media mainstream saat ini, kita sudah tidak bergantung lagi dengan kalau mau beli sesuatu masuk ke kota, harus punya mobil dulu, melalui ongkos yang mahal dan lain sebagainya, sekarang semuanya sudah serba instan, itu manfaatnya di satu sisi, tapi di sisi lain kalau melihat mungkin sebagian dari generasi kita saat ini kadang-kadang menyalahgunakan akses dari internet tersebut ini yang harus kita perbaiki sama-sama, ada yang namanya hoax, ada yang namanya penyebaran ujaran kebencian, yang membuat yang tadinya internet dilihat sebagai harapan, kalau kita tahun 2008 atau 2007 waktu itu internet pembuka pintu kehidupan, internet memperluas akses untuk masyarakat kecil, masyarakat yang membutuhkan, masyarakat yang tergolong miskin untuk bisa menjembatani mereka-mereka ini ke kehidupan yang lebih baik, tapi kalau kita lihat sehenggaknya setiap Pemilu dan lain sebagainya justru bisa jadi sumber penyebaran SARA, sumber penyebaran berita-berita yang tidak bertanggung jawab dan banyak lagi permasalahan yang kita hadapi dengan adanya digitalisasi ini. Jadi bagaimana solusinya ini yang sama-sama kita godok, ini yang sama-sama kita pikirkan, kita ingin punya Negara seperti apa, apakah kita pengen punya Negara yang sebebas-bebasnya diperbolehkan masyarakat untuk berinternet, sebebas-bebasnya perusahaan-perusahaan untuk menarik data kita, sekarang kita pakai Zoom sekarang data kita ada kemungkinan bisa diambil, pakai TikTok anak-anak muda sekarang untuk menyebarkan pariwisata-pariwisata atau nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Pandeglang dan di Kabupaten Lebak pakai TikTok data kita juga di sedot juga oleh mereka dan masih banyak lagi yang bisa menceritakan bahwa setiap ada pelaksanaan digitalisasi atau setiap kali kita pakai gadget kita pasti ada data kita yang terambil, ini yang sedang diurusin sama Komisi 1 dengan Kementerian Kominfo, ada yang namanya rancangan undang-undang perlindungan data pribadi, ini sangat penting karena untuk bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat setiap kali mereka menggunakan gadgetnya untuk berbelanja, untuk bisa menggunakan aplikasi-aplikasi digital ataupun internet tanpa rasa takut bahwa datanya akan diserap tanpa sepengetahuan kita, ini sangat penting sekali mungkin tidak terlalu populer di pikiran masyarakat terutama di Banten Selatan seperti Kabupaten Pandeglang dan di Kabupaten Lebak, karena saya tahu betul yang di pedulikan pertama adalah infrastruktur, pembangunan jalan, yang pedulikan adalah harga pangan, yang di pedulikan adalah bagaimana akses sinyal yang juga merupakan tugas dari Kementerian Kominfo.
Dalam kesempatan yang sama Ismail Cawidu selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan bahwa membangun ekosistem digital dari perspektif Kominfo yaitu sebagai penopang utama ekosistem digital seperti kesiapan infrastruktur dengan pembangunan Backbone Network sepanjang 348.442 km menghubungkan Provinsi dan Kabupaten dengan 224.573 km kabel In Land dan 123.869 km SKKL, lalu pembangunan Middle Mile Network dengan menghubungkan Kabupaten dan kecamatan dengan jaringan FO Microwave Satelite, pembangunan Last Mile Network End User ke pelanggan BTS 4G sebanyak 479.125, proyek Palapa Ring penanaman kabel serat optik 12.148 km, melewati laut dan darat yang menghubungkan 514 Kabupaten Kota dengan biaya Rp. 7.63 T, proyek percepatan layanan internet untuk 12.548 Desa atau Kelurahan yang belum terjangkau 4G dengan cakupan sinyal 2G 68.54%, cakupan sinyal 3G 44.35%, cakupan sinyal 4G 49.33%, total Desa atau Kelurahan di Indonesia sebanyak 83.218 Desa atau Kelurahan, yang belum terjangkau 4G sebanyak 12.548 Desa atau Kelurahan, di wilayah 3T yang belum terjangkau 4G sebanyak 9.113 Desa atau keluarah, wilayah Non 3T yang belum terjangkau 4G sebanyak 3.435 Desa atau Kelurahan, tahun 2022 diupayakan seluruh Desa atau Kelurahan terjangkau internet 4G. Kesiapan sumber daya manusia digital di Indonesia, dengan pengguna internet di dunia dan di Indonesia, penduduk dunia saat ini telah berjumlah 7,8 miliar jiwa, pengguna Hp sebanyak 5,21 miliar, yang tersambung internet sebanyak 4,66 miliar, pengguna medsos sebanyak 4,2 miliar. Pengguna internet di Indonesia sebanyak 202,6 juta atau 73,7 % dari jumlah penduduk, penguna medsos sebanyak 170 juta dengan rentang waktu 3-4 jam perhari, mengakses menggunakan Hp sebanyak 195,3 juta. Gambaran literasi pengguna internet di Inddonesia yaitu hasil survey literasi digital di Indonesia bulan November 2020 Kementerian Kominfo bersama dengan Katadata Insight mempublikasikan hasil survei literasi digital Nasional, hasilnya tingkat literasi nasional berada di angka 3,47 atau sedang dari skala 1-5, berdasarkan indeks literasi yang ditetapkan UNESCO tahun 2018 dalam “A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills”. Dampak rendahnya digital tidak mau membedakan berita hoak dan berita benar, mudah tertipu dan terpengaruhi, share berita atau foto, video tanpa di cek, takut memanfaatkan ruang digital. Yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut yaitu literasi digital pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum literasi digital dengan memiliki keterampilan digital dengan kemampuan mengetahui dan memahami perangkat serta piranti lunak TIK, memahami sistem operasi digital, budaya digital kemampuan individu dalam memahami, setiap informasi yang diterima, kemampuan membangun wawasan kebangsaan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, etika digital yaitu memiliki kemampuan individu dalam mengembangkan etiika dalam berkomunikasi di ruang publik melalui digital, memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan di era digital dan keamanan digital yaitu memiliki kemampuan individu dalam mempolakan, menganalisa sebuah informasi, memiliki kemampuan khusus atas perlindungan data pribadi dan hak-hak intelektual, target tahun 2024 sebanyak 50 juta penduduk Indonesia mengikuti program literasi digital. Dukungan sarana teknologi yaitu seluruh perangkat telekomunikasi yang masuk ke Indonesia, wajib melalui Balai Uji Kominfo untuk dicek dan diperiksa agar sesuai ketentuan Perundangan. Jangan memakai perangkat Ilegal, misalnya penguat sinyal tidak resmi dan peralatan telekomunikasi lainnya. Kebijakan terkait penyediaan layanan aplikasi platform medsos atau konten melalui internet OTT mengacu kepada surat Edaran Menteri Kominfo nomor 3 Tahun 2016. Penyedian layanan mempunyai kewajiban dan larangan dalam implementasi aplikasi di Indonesia. Ciptakan konten yang produktif, dan mengetahui regulasi semua aspek ini sama pentingnya.
Imam Abdurahman selaku CO-Founder Get Up Seven Training Consultant menyampaikan bahwa ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam. Teknologi digital sebagai kunci utama pada era industri 4.0, ada tiga perusahaan dengan ekositem terbaik seperti Apple, Microsoft dan amazon, dari semua aplikasi yang kita punyai ini kita hanya jadi penikmat atau content creator yang bisa membuat orang terpengaruh dengan konten kita, kalau dengan rutin kita posting sehari-hari kita, orang bisa lihat postingan kita terus akhirnya jadi terinspirasi, punya manfaat baru, punya hal yang rasa-rasanya kok bikin orang termotivasi, secara tidak langsung sedang menciptakan sebuah ekosistem yang positif bagi orang yang melihat, bagi followers kita, bagi kita, bagi orang yang ada di kontak WhatsApp kita, itu yang yang menghadirkan harapan jangka panjang. Oleh karena itu kalau seseorang sudah mampu menghadirkan harapan jangka panjang maka otomatis kalau sampai dia akhirnya ingin membangun ekosistem yang positif baik itu digital atau bukan, maka itu akan sangat bermanfaat dan berguna buat yang lain. Kekuatan StartUp dalam membangun ekosistem digital, peran StartUp dalam membangun ekosistem digital yaitu memulai dari awal atau sebagai pionir, pembuat aturan dan penentu harapan dan Anda ingin menjadi bagian yang mana apa pengendali ekosistem, bagian dari ekosistem atau diluar ekosistem.

Sekolah Unggul Garuda Transformasi dan Akselerasi Talenta Nasional

April 16, 2026

Sekolah Unggul Garuda dan Integrasi Ekosistem Pendidikan Bermutu

April 16, 2026

Sekolah Unggul Garuda Transformasi dan Akselerasi Talenta Nasional

By Kata IndonesiaApril 16, 20260

Sekolah Unggul Garuda Transformasi dan Akselerasi Talenta Nasional Oleh: Sari Pramesti Sekolah Unggul Garuda Transformasi…

Sekolah Unggul Garuda dan Integrasi Ekosistem Pendidikan Bermutu

By Kata IndonesiaApril 16, 20260

Sekolah Unggul Garuda dan Integrasi Ekosistem Pendidikan Bermutu Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026 Dibuka, Siap Cetak SDM Unggul

By Kata IndonesiaApril 16, 20260

Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026 Dibuka, Siap Cetak SDM Unggul Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian…

Program SUGT 2026 Diluncurkan untuk Dorong Transformasi Pendidikan Bermutu

By Kata IndonesiaApril 16, 20260

Program SUGT 2026 Diluncurkan untuk Dorong Transformasi Pendidikan Bermutu Jakarta – Pemerintah secara resmi meluncurkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.