Hilirisasi adalah Jalan Berani agar Indonesia Tidak Lagi Menjual Bahan Mentah Oleh Julia Kamil Indonesia berada pada persimpangan penting dalam perjalanan mengelola kekayaan sumber daya alam. Selama puluhan tahun, kekayaan mineral seperti nikel, bauksit, tembaga, timah, dan berbagai mineral strategis lainnya lebih banyak dipandang sebagai komoditas untuk diekspor. Pola tersebut memang menghasilkan penerimaan dan devisa, tetapi pada saat yang sama membuat Indonesia kehilangan sebagian besar nilai tambah yang seharusnya dapat dinikmati di dalam negeri. Karena itu, hilirisasi bukan sekadar pilihan kebijakan industri, melainkan jalan berani untuk mengubah posisi Indonesia dari pemasok bahan mentah menjadi negara yang memiliki kemampuan mengolah, mengembangkan, dan menguasai teknologi berbasis sumber daya alam sendiri. CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani menilai kekayaan mineral Indonesia semestinya ditempatkan sebagai fondasi pengembangan teknologi masa depan, bukan berhenti pada aktivitas ekstraksi dan pengolahan awal. Menurut Rosan, keberlimpahan nikel, bauksit, tembaga, timah hingga rare earth dapat menjadi modal penting untuk membangun industri baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, serta energi bersih. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa arah hilirisasi seharusnya tidak berhenti pada peningkatan nilai jual komoditas, tetapi bergerak menuju penguasaan rantai nilai yang lebih panjang. Hilirisasi membutuhkan investasi besar, teknologi, sumber daya manusia berkualitas, kepastian regulasi, infrastruktur, serta kesediaan untuk menghadapi berbagai risiko dalam membangun industri baru. Namun, tanpa keberanian mengambil langkah tersebut, kekayaan alam yang melimpah dapat habis diekstraksi, sementara teknologi, merek, dan nilai ekonomi terbesar justru dikuasai negara lain. Hilirisasi bauksit memberikan gambaran mengenai peluang tersebut. Pengembangan industri bauksit tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan produk utama, tetapi juga membuka ruang bagi pemanfaatan mineral ikutan dan produk samping dari setiap tahapan pengolahan. Pelepasan ekspor 3.013,5 ton Alumina Hydroxide dan 1.740 ton Alumina Oxide atau Chemical Grade Alumina dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, menuju Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Tiongkok memperlihatkan bahwa kemampuan pengolahan dalam negeri dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi dibandingkan sekadar mengekspor bahan mentah.…
Year: 2026
Hilirisasi Mengubah Daerah Kaya SDA Menjadi Kawasan Industri Bernilai Tambah Oleh : Gavin Asadi Hilirisasi sumber daya alam (SDA) semakin…
Hilirisasi Dorong Pusat Pertumbuhan Baru di Luar Pulau Jawa Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan perekonomian Indonesia…
Hilirisasi Pemerintah Masuk Fase Eksekusi, Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Makin Nyata JAKARTA – Program hilirisasi yang dijalankan pemerintah dinilai telah…
Koperasi Merah Putih Siap Salurkan Bansos Beras Serentak pada HUT RI JAKARTA – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai dipersiapkan sebagai…
Bansos Beras di HUT RI Kian Dekat, Disalurkan Serentak di Seluruh Koperasi Merah Putih Oleh: Aziz Rahman Momentum Hari Ulang…
Pemerintah Pastikan Bansos Beras Dimulai Serentak lewat Koperasi Merah Putih pada 17 Agustus 2026 JAKARTA – Pemerintah memastikan penyaluran Bantuan…
Motor Listrik Nasional Buktikan Indonesia Serius Membangun Industri Kendaraan Listrik Oleh: Aziz Rahman Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan 20.000 motor…
Motor Listrik Nasional, Ekosistem Besar Kemandirian Industri Nasional Oleh: Hanan Alfawazi Transformasi kendaraan listrik Indonesia memasuki tahap yang semakin strategis.…
Motor Listrik Nasional Diresmikan, Pemerintah Perkuat Industri Kendaraan Listrik JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) pada…
Pemerintah Dorong Motor Listrik Nasional Perkuat Hilirisasi dan TKDN JAKARTA – Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem motor listrik nasional sebagai…
Kado HUT RI ke-81: Bansos Beras Serentak lewat Koperasi Merah Putih Sampai ke Tangan Rakyat Oleh: Hanan Alfawazi Momen Hari…