Tim gabungan Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah barang bukti dari penggeledahan yang dilakukan beberapa hari belakangan.…
Day: July 10, 2026
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional Oleh: Nurlita Prastiwi Peresmian Program Mandatori Biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo…
Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50 Oleh: Aryadi Hutama Peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo…
Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Jawa Barat – Pemerintah resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 sebagai…
Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Jawa Barat – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel…
RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial Oleh: Nur Utunissa Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadi…
RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Oleh Dinia Yuliarachmi Persetujuan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)…
RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional Jakarta – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Wihadi…
Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah bersama DPR RI menunjukkan optimisme terhadap prospek…
Pemerintah Sempurnakan Skema MBG demi Layanan Gizi Lebih Tepat Sasaran Oleh: Farel Akbar Pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi…
Skema Baru MBG Perkuat Ketepatan Sasaran demi Pemerataan Gizi Nasional Oleh: Naura Azalea Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Seiring dengan pelaksanaannya, pemerintah memilih melakukan penyempurnaan melalui penyesuaian skema agar manfaat program semakin tepat sasaran. Penyempurnaan skema MBG menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap berbagai program prioritas nasional. Evaluasi tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan anggaran negara. Dengan pendekatan yang lebih terarah, pemerintah berupaya memastikan manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh kelompok sasaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjelaskan pemerintah telah menyepakati langkah pemfokusan ulang atau refocusing dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, BGN telah menyiapkan skema baru yang mengarahkan penerima manfaat kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga program dapat berjalan lebih efektif. Dalam skema yang sedang disiapkan, anak-anak dari keluarga mampu tidak lagi menjadi penerima manfaat MBG. Kebijakan tersebut merupakan perubahan dari pendekatan sebelumnya yang memberikan layanan secara universal kepada seluruh peserta didik. Penyesuaian ini diharapkan mampu memperbesar manfaat bagi kelompok yang memiliki tingkat kerentanan gizi lebih tinggi. Nanik juga menjelaskan perubahan kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo. Dukungan Presiden terhadap penyempurnaan skema MBG menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pelayanan gizi yang semakin berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada pemerataan kesejahteraan masyarakat. Langkah refocusing tersebut bukan berarti mengurangi perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi anak. Sebaliknya, kebijakan itu merupakan bentuk optimalisasi agar sumber daya yang tersedia dapat difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan intervensi lebih besar. Dengan demikian, manfaat program diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Proses penyempurnaan juga dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan pemerintah bersama Badan Gizi Nasional masih terus membahas berbagai skenario pelaksanaan MBG agar implementasi program berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Abdul Mu’ti, seluruh perubahan kebijakan harus didasarkan pada kajian yang mendalam. Pemerintah tidak ingin terburu-buru menetapkan mekanisme baru tanpa mempertimbangkan berbagai aspek teknis maupun kondisi di lapangan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa setiap keputusan diambil secara terukur agar mampu memberikan hasil yang optimal. Meski arah kebijakan telah ditentukan, Abdul Mu’ti menegaskan mekanisme pelaksanaannya masih terus disusun. Pemerintah sedang menghitung berbagai aspek agar proses penyaluran manfaat dapat berlangsung secara adil, transparan, serta mudah diterapkan di seluruh daerah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa kewenangan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis berada di bawah Badan Gizi Nasional. Sementara itu, Kemendikdasmen terus memberikan dukungan melalui koordinasi dan penyusunan berbagai masukan agar implementasi program berjalan efektif di lingkungan pendidikan.…
Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran Jakarta – Pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi…