Day: July 9, 2026

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan Oleh: Ahmad Fauzan Nugraha Ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kedaulatan sebuah bangsa. Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim, gejolak geopolitik, serta dinamika rantai pasok global, kemampuan suatu negara menjamin ketersediaan pangan menjadi indikator penting kekuatan nasional. Karena itu, langkah pemerintah membangun sistem pangan yang terintegrasi, mulai dari perlindungan lahan pertanian, perluasan areal tanam, penguatan infrastruktur penyimpanan, hingga distribusi yang lebih efisien, merupakan arah kebijakan yang patut diapresiasi. Pendekatan yang menyeluruh tersebut menunjukkan bahwa swasembada pangan tidak cukup diwujudkan hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang mampu menjaga keberlanjutan pasokan dari hulu hingga hilir. Dalam konteks tersebut, kebijakan perlindungan lahan sawah menjadi fondasi yang tidak dapat ditawar. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, menegaskan bahwa perlindungan lahan sawah bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kepentingan ketahanan pangan nasional. Lahan pertanian produktif merupakan aset strategis yang harus dijaga dari alih fungsi yang tidak terkendali. Apabila lahan sawah terus menyusut, kemampuan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri akan semakin terancam. Oleh sebab itu, target pemerintah untuk mencapai luas baku sawah sebesar 87 persen pada 2029 menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi swasembada pangan sebagaimana menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.…