• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Travel»Wisata Budaya Ke Konya Turki

Wisata Budaya Ke Konya Turki

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 13 October 2019

Ketika kamu berkunjung ke Turki, salah satu destinasi yang wajib kamu sambangi adalah Konya. Konya merupakan ibukota dari Provinsi Konya ini terletak tidak jauh dari wilayah Kurdistan, dan dekat dari perbatasan Turki-Suriah-Irak.

Baca juga: Presiden Jokowi Terpilih Lagi Menjadi Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia

Kota ini memiliki penduduk berjumlah sejitar 742.690 jiwa. Konya juga menunjukkan bahwa daerah ini sudah dihuni sejak Zaman Perunggu Muda, tepatnya sekitar 3000 SM yang dulunya pernah berada di bawah pengaruh Hitit sekitar tahun 1500 SM.

Faktanya, dahulu Konya pernah menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Jalur Sutera hal ini, disebabkan Konya memiliki tanah yang subur yang menjadikannya sebagai pusat dari industri gandum di Turki, dengan skala industri pertanian yang besar.

Selain itu, kota ini juga identik dengan tokoh sufi besar, tak khayal jika kota ini adalah tempat paling konservatif dan religius di Turki. Konya juga dikenal karena merupakan tempat yang dijadikan rumah bagi Jalaludin Rumi, yaitu seorang sufi mistis yang menemukan Whirling Dervish (Tarian Darwis).

Karena keberadaan Jalaludin Rumi inilah, Konya menjadi sangat terkenal yang rupanya memiliki sekitar sejuta peziarah muslim di tiap tahunnya.
Di sinilah tokoh terkemuka dalam tasawuf dan kesusastraan itu menghabiskan sebagian besar usianya hingga wafat. Salah satu destinasi yang dikunjungi para peziarah adalah Mausoleum Rumi yang kini telah menjadi museum.

Kamu bisa melihat keunikan dan kelokan tarian Samaa atau bisa disebut Whirling Dervishes yang dipertunjukkan disini pada setiap 17 Desember.

Kemudian jangan lupa untuk menilik lebih jauh pesona yang diberikan oleh museum ini, pasalnya kamu akan disajikan dengan keanggunan mausoleum ini yang dihiasi dengan sebuah kerucut hijau besar yang ada di atap gedung tua tersebut.

Tapi tahukah kamu bahwa kerucut itulah yang menjadi ciri khas bangunan Rumi karena di bawah kerucut itulah tepat terletak makam sufi dan sastrawan besar Persia yang bernama Jalaludin Rumi.

Makam bermarmer biru itu tertutup kain yang berhiaskan ayat-ayat suci Alquran dalam bordiran benang emas. Kain itu merupakan hadiah dari Sultan Abdulhamid II pada 1894.

Mengawal Harga dan Stok Pangan demi Ramadan yang Tenang

February 13, 2026

Ramadan, Pemerintah Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Curang Pangan

February 13, 2026

Mengawal Harga dan Stok Pangan demi Ramadan yang Tenang

By Kata IndonesiaFebruary 13, 20260

Mengawal Harga dan Stok Pangan demi Ramadan yang Tenang Oleh : Ravisya Darasya Menjelang bulan…

Ramadan, Pemerintah Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Curang Pangan

By Kata IndonesiaFebruary 13, 20260

Ramadan, Pemerintah Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Curang Pangan *Jakarta* – Pemerintah menegaskan bahwa setiap…

Komisi IX, Pulung Agustanto: Pengusaha Wajib Bayarkan THR Tepat Waktu, Tepat Jumlah!

By Kata IndonesiaFebruary 13, 20260

Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto meminta kepada para pengusaha dan pimpinan perusahaan untuk…

Menjaga Gizi di Bulan Puasa lewat Keberlanjutan Program MBG

By Kata IndonesiaFebruary 13, 20260

Menjaga Gizi di Bulan Puasa lewat Keberlanjutan Program MBG Oleh: Saipul Bahri Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.