Tanggapi soal Doa Mbah Moen, Ini Kata Cawapres Sandiaga Uno

27

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno angkat bicara soal doa Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen untuk Jokowi namun salah karena menyebut nama Prabowo Subianto. Sandi meminta agar hal ini  tak perlu dibesar-besarkan. Di ajuga menganggap doa Mbah Moen wajar.

“Sekali lagi sama (seperti isu lain, red), nggak usah dibesar-besarkan. Buat saya wajar saja. Mungkin beliau mendoakan Pak Prabowo dan juga mendoakan Pak Jokowi. Kan kiai yang besar, ulama yang besar, ulama ini kiai maimun ini tokoh bangsa. Jadi boleh saja mendoakan siapa pun juga,” ujar Sandiaga di SMA Pangudi Luhur, Jalan Brawijaya IV No. 47, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2).

Sandiaga juga meminta tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tak membesar-besarkan polemik nama Prabowo di doa Kiai sepuh tersebut.

Advertisement

“Tak usah terlalu dibesar-besarkan kubu sebelah, kubu kami ya sudah. Kan yang menguasai lidah kita Allah. Allah yang menggerakan kita dan beliau juga mendoakan Pak Jokowi, selesai masalahnya,” imbuh Sandiaga.

Sebelumnya, doa Mbah Moen ramai dibahas di media sosial karena menyebut nama capres Prabowo Subianto saat membacakan doa dalam sebuah acara. Padahal di acara itu, ada Jokowi yang duduk tepat di samping Mbah Moen.

Waketum PPP Arwani Thomafi yang berada di lokasi menjelaskan jika dilihat secara utuh Mbah Moen mendoakan Presiden Jokowi untuk menjadi presiden kedua kalinya. Arwani menyatakan jangan sampai pemotongan video Mbah Moen tersebut menimbulkan kegaduhan politik.

“Saat ini beredar di publik dua video Mbah Moen berdoa. Dua video tersebut harus dilihat secara utuh, tidak bisa dibaca hanya satu video saja. Di video pertama yang di-framing sebagai doa untuk Pak Prabowo semestinya dilihat secara utuh,” kata Arwani, Sabtu (2/2).

“Beliau menyebut jelas ‘hadza rois (presiden ini) dan mendoakan untuk menjadi presiden kedua kalinya (marrah tsaniyah)’. Jelas di sini, siapa yang dimaksud menjadi presiden kedua kalinya, tentu merujuk Pak Jokowi. Beliau saat ini menjadi presiden di periode pertama. Kecuali doanya ‘menjadi capres kedua kali’, itu tentu ditujukan ke Pak Prabowo,” tutup Arwani.

Laporan: Ariffudin

Info Lomba Terbaru