DEPOK, KataIndonesia.com – Sidang kasus penipuan jemaah umrah First Travel kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard Raya, Kalimulya, Cilodong, Senin, 26 Februari 2018. Dalam sidang, penasihat hukum terdakwa meminta Kepala Kejaksaan Negeri dan Ketua PN Depok menjual barang-barang mewah kliennnya yang disita untuk mengganti kerugian para korban.

Seharusnya, agenda persidangan tersebut adalah pembacaan eksepsi atau pembelaan tiga terdakwa bos Fisrt Travel yakni Andika Surachman (32), Anniesa Desvitasari Hasibuan (31), Siti Nurhaida Hasibuan (27). Namun, terdakwa menolak mengajukan eksepsi dan meminta hakim langsung memeriksa pokok perkara.

Penasihat hukum juga mengajukan surat yang ditunjukan kepada Kejari Sufari dan Kepala PN Depok Subandi dengan tembusan ke majelis hakim. “Inti suratnya, kami mohon kepada kepada Pak Kejari, Ketua PN cq majelis hakim demi kepentingan para jemaah untuk dapat menjual aset-aset milik terdakwa berupa mobil, ada 10 (mobil), terutama mobil mewah, saya tahu kejaksaan tidak punya (biaya) merawat,” kata Puji Wijayanto selaku penasihat hukum terdakwa di ruang sidang utama PN Depok.

Advertisement

Selain mobil mewah, terdakwa juga meminta aset rumah yang telah disita ikut dijual. Menurut dia, keinginan menjual aset merupakan kesepakatan terdakwa dengan kuasa hukumnya.

Menanggapi hal tersebut, tim  jaksa penuntut umum yang dipimpin Heri Jerman menilai tidak semua aset kedudukan atau statusnya atas nama para terdakwa. Untuk itu, jaksa mesti menunggu terlebih dahulu pemeriksaan saksi-saksi terkait barang bukti.

Hakim Ketua Sobandi menyatakan majelis hakim tak bersikap atas pengajuan surat tersebut. “Karena ini tembusan (ke hakim), kita tidak bersikap,” ujarnya. Sobandi lebih fokus kepada agenda pemeriksaan pokok perkara. Dia memberikan waktu jaksa menghadirkan saksi pada Senin, 5 Maret 2018.

“Karena saksi banyak sehingga jaksa harus mengatur agenda pemeriksaan para saksi,” ujarnya. Sobandi menjadwalkan sidang berlangsung dua kali dalam satu pekan.

Sejumlah jemaah yang menjadi korban dugaan penipuan First Travel turut hadir dalam persidangan. Mereka sempat meneriakki para terdakwa saat sidang akan berlangsung. “Maling-maling, masuk neraka,” teriak para korban.‎

Info Lomba Terbaru