• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Travel»Setelah Pengesahan UU KUHP, Menparekraf Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Jumlah Wisatawan

Setelah Pengesahan UU KUHP, Menparekraf Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Jumlah Wisatawan

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 12 December 2022

Setelah Pengesahan UU KUHP, Menparekraf Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Jumlah Wisatawan

Setelah pengesahan UU KUHP oleh DPR RI beberapa waktu lalu, Menparekraf langsung menegaskan bahwa memang tidak ada pengurangan sama sekali terkait jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa sampai saat ini sama sekali tidak terjadi pembatalan kunjungan para wisatawan asing ke Indonesia setelah pengesahan UU KUHP baru oleh DPR RI.

Pernyataan tersebut diungkapkannya setelah dalam rangka mengomentari terkait berita yang belakangan beredar terkait seolah-olah para wisatawan asing langsung enggan datang ke Tanah Air setelah adanya pasal moralitas dari UU KUHP tersebut dan seakan mempengaruhi pariwisata di Indonesia. “Untuk bisnis belum ada pembatalan yang signifikan,” tutur Sandi.

Sejauh ini, memang mengenai pasal yang mengatur ranah privat pada UU KUHP tersebut banyak dikhawatirkan akan membuat Indonesia banyak kehilangan para wisatawannya. Namun, Menparekraf telah memastikan bahwa berita tersebut sama sekali tidak benar. Dirinya sendiri bahkan telah melakukan pengecekan di lima negara yang biasanya menyumbangkan wisatawan terbanyak ke Indonesia, yakni Australia, Malaysia, Amerika, India hingga Inggris.
Dari hasil pengecekan tersebut, nyatanya memang hingga data terbaru jumlah wisatawan masih sesuai dengan target Pemerintah RI.

Untuk selanjutnya, pihak Kemenparekraf juga akan semakin aktif melakukan pengecekan dan pemantauan terkait bagaimana perkembangan pariwisata setelah pengesahan UU KUHP baru.
Bagi Sandiaga, sebenarnya kondisi pariwisata di Indonesia sekarang ini, yang mana semakin mendekati dengan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 menjadi puncak kenaikan para wisatawan. Dengan begitu menjadi sebuah momentum terbaik bagi pemulihan sektor pariwisata di Tanah Air setelah pandemi COVID-19.

Maka dari itu, Menparekraf kemudian langsung mengajak banyak pihak, termasuk para aparat hukum dan para pengacara untuk bisa terus mengantisipasi supaya tidak terjadi penurunan jumlah kedatangan wisatawan asing ke Indonesia. Bahkan, Sandiaga sendiri langsung memberikan sosialisasi untuk para travel agent, tour operator dan pihak lainnya supaya terus bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.

Sandiaga menegaskan bahwa sejatinya Indonesia adalah sebuah negara yang sangat menghormati hak privat dari seluruh tamunya. Menteri berusia 53 tahun itu kemudian mengibaratkan bahwa para wisatawan sudah diberikan karpet merah layaknya raja untuk bisa datang berkunjung ke Tanah Air.

“Layaknya raja, karpet merah kita sudah tergelar untuk wisatawan,” ucapnya.
Upaya ke depan, Menparekraf sendiri sudah memiliki rencana untuk bisa segera menjumpai Duta Besar Australia.

Dirinya akan meyakinkan kepada semua pihak, termasuk pemerintah, wisatawan hingga para investor asing mengenai adanya pasal moralitas dalam UU KUHP yang baru disahkan itu sama sekali tidak akan menghambat keperluan para pengunjung datang ke Indonesia.

Dengan tegas, Sandiaga menjamin bahwa seluruh kegiatan para wisatawan akan terus dilindungi oleh Kemenparekraf. “Ini langkah kita, dan kami akan jamin, kegiatan wisata, investasi mereka di sektor parekraf akan kami lindungi,” katanya.

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.