• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Sejumlah Asosiasi Dukung Pengesahan UU Kesehatan untuk Kemandirian Pengadaan Alkes

Sejumlah Asosiasi Dukung Pengesahan UU Kesehatan untuk Kemandirian Pengadaan Alkes

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 31 July 2023

Sejumlah Asosiasi Dukung Pengesahan UU Kesehatan untuk Kemandirian Pengadaan Alkes

Oleh : Joanna Alexandra Putri

Sejumlah asosiasi dalam dunia medis di Indonesia terus memberikan dukungan secara penuh dan berkomitmen bahkan hingga memiliki rasa tanggung jawab tinggi untuk bisa mewujudkan bagaimana amanat UU Kesehatan dan mendukung Pemerintah RI untuk terus meningkatkan layanan kualitas akan fasilitas kesehatan, termasuk melakukan kemandirian akan pengadaan alat kesehatan.

Semenjak dilakukannya pengesahan pada Undang-Undang (UU) Kesehatan pada tanggal 11 Juli 2023 lalu, tentunya Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan banyak pihak lainnya langsung meningkatkan upaya mereka untuk bisa mewujudkan pasal demi pasal dan mulai bergerak.

Terdapat salah satu pasal yang cukup menarik dari seperangkat ketentuan mengenai dunia medis di Tanah Air tersebut, yakni pasal yang membahas mengenai kemandirian akan alat kesehatan (alkes) di Indonesia. Tentunya dengan adanya aturan itu, sehingga memungkinkan bagi seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Nusantara untuk bisa jauh lebih mandiri.

Mengenai upaya untuk mewujudkan kemandirian akan pengadaan alat kesehatan tersebut, perkumpulan organisasi perusahaan alat-alat kesehatan dan laboratorium Gakeslab langsung menggandeng peningkatan kerja sama dengan banyak pihak untuk bisa memperlancar upaya itu.

Diketahui bahwa kerja sama telah dijalin bersama dengan 3 (tiga) asosiasi lain sekaligus seperti dengan Asosiasi Healthtech Indonesia (AHI), Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan juga Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI).

Lebih lanjut, Ketua Umum (Ketum) Gakeslab Indonesia, Drs H Sugihadi menjelaskan bahwa semenjak adanya hantaman dari badai pandemi COVID-19 yang terjadi di dunia dan termasuk berdampak di Indonesia beberapa waktu yang lalu, maka mengajarkan kepada setiap negara untuk bisa langsung melakukan wujud kemandirian termasuk juga dalam mandiri pengadaan akan alat kesehatan di Tanah Air.

Pasalnya, setelah adanya pandemi COVID-19, bahkan seluruh pihak pun sudah mengetahui bahwa menjadi sangat sulit untuk bisa mendapatkan alat kesehatan yang memadai dan berkualitas baik. Maka dari itu, dari dampak pandemi tersebut, kemudian banyak pihak pula memiliki poin pembelajaran tersendiri, sehingga Pemerintah Republik Indonesia saat ini terus mendukung dan mendorong akan adanya kemandirian alkes dari seluruh dunia kesehatan nasional.

Pendapat yang senada juga dikemukakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gakeslab Indonesia, dr Randy H Teguh. Dirinya menyampaikan bahwa semenjak disahkannya Undang-Undang (UU) Kesehatan oleh Pemerintah RI, yang mana salah satu dalam poin pentingnya di seperangkat aturan itu adalah untuk terus mendorong kemandirian akan pengadaan alat kesehatan bagi dunia medis nasional, maka upaya itu kini sudah melewati perjalanan mulai dari sesi konsultasi publik yang panjang.

Bahkan sebelumnya, seluruh sesi diskusi dan ruang dialoh sangat dibuka lebar oleh Pemerintah Republik Indonesia sebelum pihaknya mengesahkan adanya UU Kesehatan ini, sehingga kini dapat dengan secara resmi dilakukan pengesahan dan diharapkan mampu untuk diterima dengan sangat baik oleh segenap elemen masyarakat di Tanah Air.

Kemudian, apabila dilihat dari segi dan sudut pandang pihak pengusaha pengadaan alat kesehatan sendiri, maka tentunya terlihat kalau Pemerintah RI sudah sangat berupaya untuk terus memberikan akomodasi akan keberadaan seluruh pihak yang tercakup ke dalam rantai pasok demi kemandirian akan alkes itu.

Beberapa diantara dorongan dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya pengadaan akan kemandirian alat kesehatan dalam dunia medis nasional dan mencakup semua rantai pasok adalah mulai dari penelitian dan pengembangan, kemudian pada sektor produksi, teknologi kesehatan, distribusi hingga pengguna produk dalam UU Kesehatan tersebut seluruhnya sudah terakomodasi dengan sangat baik.

Maka, dengan seluruh dampak baik akan adanya pengesahan seperangkat aturan mengenai dunia medis di Tanah Air itu melalui Undang-Undang (UU) Kesehatan, maka membuat banyak pihak dari sederet asosiasi di dunia kesehatan Indonesia memberikan dukungan penuh mereka dan secara sukarela bahkan dengan turut bangga pula apabila mampu memberikan dan menyumbangkan sumbangsih mereka dengan berkolaborasi bersama bersama asosiasi yang lainnya.

Bahkan, beberapa diantara asosiasi dunia kesehatan di Indonesia mereka bahwa mereka turut bertanggung jawab untuk bisa menjalankan semua aturan dalam UU Kesehatan itu dengan sebaik mungkin. Mereka seluruhnya merasa sangat bertanggung jawab untuk bisa memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah RI yang sejak saat ini sudah mulai menggencarkan pekerjaan dan berusaha untuk terus menerjemahkan bagaimana amanat dari pembentukan Undang-Undang tentang Dunia Kesehatan tersebut dalam bentuk berbagai macam peraturan dan kebijakan turunan lain.

Terlebih, memang kondisi saat ini sudah banyak yang mengalami perubahan, utamanya semenjak setelah melewati pandemi COVID-19 dulu, maka pandangan akan layanan kesehatan di berbagai negara, termasuk di Indonesia sendiri sudah mulai berubah dan tiap negara berupaya untuk bisa semakin baik dalam mewujudkan kualitas layanan kesehatan mereka masing-masing.

Dengan adanya perubahan pandangan atau paradigma, sehingga membuat banyak pihak dan seluruh negara jauh lebih berfokus dan berlomba untuk bisa semakin dan terus meningkatkan akan pelayanan kualitas kesehatan mereka, maka menjadi penting pula harus disertai dengan adanya kemandirian akan pengadaan alat kesehatan. Seluruh hal tersebut telah terakomodasi dan diatur dalam UU Kesehatan yang sudah disahkan.

)* Penulis adalah Kontributor Jeka Media Institute

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.