• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»PULUNG AGUSTANTO : EKOSISTEM KERJA DRIVER OJOL PERLU DITATA LEBIH BERKEADILAN

PULUNG AGUSTANTO : EKOSISTEM KERJA DRIVER OJOL PERLU DITATA LEBIH BERKEADILAN

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 16 February 2026

Data terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025 menunjukkan, sebagian pekerja menghabiskan waktu kerja jauh melampaui batas wajar (overwork) atau lebih dari 49 jam sepekan. Angkanya mencapai 25% dari total pekerja di Indonesia yang jumlahnya mencapai 146,59 juta orang.

Konvensi ILO menegaskan maksimal jam kerja yang wajar adalah 40 jam dalam seminggu. Aturan lembur kerja diperbolehkan dalam UU nomor 6 tahun 2023 junto PP 35 tahun 2015 maksimal 4 jam dalam sehari. Para pekerja sektor formal sudah terproteksi dengan aturan ini.

Namun fenomena overwok justru terjadi pada pekerja informal dan pekerja gig seperti pengemudi ojeg online. Dengan kata lain, overwork bukan disebabkan karena tuntutan pekerjaan tetapi lebih pada tuntutan penghasilan. Artinya mereka bekerja lebih lama agar dapat tambahan penghasilan.

“Kelebihan jam kerja merupakan fenomena dari rendahnya pendapatan mereka,” ujar anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto.

Menurutnya fenomena ini tidak bisa dianggap enteng karena kerja yang berlebihan akan berdampak pada penurunan produktifitas di masa depan. Termasuk pada kesehatan pekerja.

Pulung menyoroti pengendara ojeg online sebagai pekerja gig yang makin hari pendapatannya semakin menurun. “Untuk memenuhi kebutuhannya driver online terpaksa bekerja melebihi jam normalnya. Platform diuntungkan, sementara para pekerja harus menanggung segala resikonya,” ungkap Pulung.

Dalam kacamata Pulung kehadiran pekerja independen yang terikat dengan platform digital seperti pengemudi online telah menurunkan angka pengangguran secara drastis. Hanya saja peran pemerintah dan platform untuk memberikan jaminan sosial kepada para pengemudi online itu masih terbatas.“Jikapun ada bantuan dari platform sifatnya masih karikatif,” ujarnya.

Pulung mengapresiasi langkah salah satu platform yang telah memberikan jaminan sosial kepada pengemudinya. “Tapi jumlah pengemudi yang mendapatkan masih jauh dari keseluruhan.”

Menurut catatan Pulung, dari 1,7 juta pengemudi tidak lebih dari 20% yang mendapat fasilitas ini dari platform.

Mengingat pekerja jenis ini banyak jumlahnya, pemerintah perlu memikirkan aturan khusus untuk keadilan pada pekerja jenis ini. “Ekosistem kerja ojol perlu ditata agar lebih berkeadilan.”

Ditambahkan, “Kedepan perlu dibuatkan aturan untuk memberikan proteksi kepada jenis pekerja seperti ini. Jadi tidak mengandalkan kebaikan platform, ” ungkapnya.

Pulung menyoroti penyebutan pekerja gig sebagai mitra platform sementara kenyataanya jaminan mereka sebagai pekerja justru terabaikan.

“Gak penting soal penyebutan untuk driver ojol ini, entah mitra entah pekerja. Yang penting tanggungjawab platform dan pemerintah untuk memberikan proteksi sosial kepada mereka.”

Sekolah Rakyat Percepat Pembangunan SDM Generasi Muda Papua

July 27, 2026

Integrasi Akhlak dan Kompetensi Global: Universitas Darunnajah Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berkarakter dan Berdaya Saing Tinggi

July 27, 2026

Sekolah Rakyat Percepat Pembangunan SDM Generasi Muda Papua

By Kata IndonesiaJuly 27, 20260

Sekolah Rakyat Percepat Pembangunan SDM Generasi Muda Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. Di tengah tantangan pembangunan yang masih dihadapi berbagai daerah, kehadiran Program Sekolah Rakyat di Papua menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak bangsa memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan berkualitas. Dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Papua di Kampung Maribu, Kabupaten Jayapura, menjadi penanda bahwa pemerataan pendidikan tidak lagi berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret yang menjangkau wilayah dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks. Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat oleh Wakil Gubernur Papua menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi pendidikan di Tanah Papua. Program ini tidak sekadar menghadirkan bangunan sekolah, tetapi membangun sebuah ekosistem pendidikan yang dirancang untuk menjawab berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua. Konsep Sekolah Rakyat yang menyediakan layanan pendidikan gratis berbasis asrama merupakan jawaban atas berbagai kendala akses pendidikan yang selama ini dialami masyarakat di wilayah pedalaman maupun daerah terpencil. Jarak antarkampung yang jauh, keterbatasan sarana transportasi, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga sering kali menjadi faktor yang menyebabkan anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan secara berkelanjutan. Dengan sistem asrama, peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang lebih kondusif, akses pendidikan yang berkesinambungan, sekaligus pembinaan karakter yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen menilai pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi Papua yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak Papua dalam memperoleh pendidikan berkualitas sebagai bekal meningkatkan kesejahteraan hidup di masa depan. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan diposisikan sebagai fondasi utama dalam menciptakan kemajuan daerah yang berkelanjutan. …

Integrasi Akhlak dan Kompetensi Global: Universitas Darunnajah Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berkarakter dan Berdaya Saing Tinggi

By Kata IndonesiaJuly 27, 20260

JAKARTA — Menghadapi dinamika persaingan global yang semakin ketat dan kompleksitas tantangan di masyarakat, Universitas…

PFII sebagai Momentum Indonesia Memperdalam Pasar Keuangan dan Menjaga Rupiah

By Kata IndonesiaJuly 26, 20260

PFII sebagai Momentum Indonesia Memperdalam Pasar Keuangan dan Menjaga Rupiah Oleh: Dhita Karuniawati Pengesahan Undang-Undang…

Transaksi Valas di PFII Bisa Menjadi Penopang Baru Stabilitas Rupiah

By Kata IndonesiaJuly 26, 20260

Transaksi Valas di PFII Bisa Menjadi Penopang Baru Stabilitas Rupiah Oleh: Bagas Nurahman Pusat Finansial…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.