• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Program AMANAH Angkat Nilai Budaya Lokal dalam Pelatihan Fashion

Program AMANAH Angkat Nilai Budaya Lokal dalam Pelatihan Fashion

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 12 June 2024

Program AMANAH Angkat Nilai Budaya Lokal dalam Pelatihan Fashion

Oleh: Cut Putri Intan

Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) mengangkat nilai budaya lokal dalam berbagai macam pendekatan, termasuk salah satunya adalah pelatihan pada dunia fashion kepada para pemuda.

Pengangkatan suatu nilai budaya dari setiap daerah di Indonesia memang merupakan upaya pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) selama ini sehingga menjadikan nilai budaya lokal daerah di Tanah Air bahkan mampu menjadi sangat terkenal dan mendunia.

Terlebih, bukan menjadi perkara yang mudah untuk mewujudkan hal tersebut, demi terus mengangkat nilai budaya lokal daerah hingga menjadi terkenal bahkan mendunia, perlu ada pendekatan yang tepat, serta para agen pembawa yang tepat pula, seperti halnya para anak muda.

Sedangkan untuk bisa mendekati para generasi muda penerus bangsa pada saat ini, memang harus ada pula pemahaman serta pengetahuan bagaimana mendatangkan sesuatu yang mampu menarik minat atau hati mereka, salah satunya adalah dengan adanya pelatihan dalam dunia ataupun bidang yang mereka minati, seperti fashion.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan pelatihan yang AMANAH berikan itu mampu mendatangkan sangat banyak manfaat secara positif, termasuk salah satunya yakni melatih para peserta agar mereka memiliki ciri khas atau DNA dalam brand yang mereka buat, sehingga bisnis yang anak muda kembangkan itu mudah tertanam dalam benak konsumennya.

Banyak sekali inspirasi dan juga upaya pemberdayaan yang Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat lakukan dalam memberdayakan para pemuda di wilayah berjuluk Negeri Rencong tersebut.

AMANAH memang mengadakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk bisa memperkenalkan sejarah dan budaya Aceh lewat mode, dengan tema ‘The Reign of Sultan – The Great Story from Aceh’ yang mengangkat bagaimana kejayaan Sultan Iskandar Muda.

Terdapat pula privat class bagi beberapa orang peserta terpilih, yang mana di dalamnya bukan hanya berfokus pada teori semata, tetapi juga para bagaimana praktik sehingga menuntut para anak muda itu untuk membuat desain sesuai dengan tema yang telah panitia tentukan.

Hal tersebut secara nyata menandakan bahwa pelatihan dalam Program AMANAH binaan lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan itu tidak hanya sekedar secara teoretis saja, namun secara konkret mengajarkan kepada anak muda untuk bertindak.

Seluruh generasi muda penerus bangsa asal Aceh mendapatkan banyak sekali bimbingan dari para mentor yang sangat berpengalaman. Menurut salah satu mentor dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma bahwa adanya pelatihan dari Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat itu sangat bermanfaat dalam melatih para peserta agar mereka memiliki ciri khas atau DNA masing-masing sebagai seorang desainer.

Para mentor sangat menginginkan agar anak muda itu memiliki sebuah tema yang kuat dan ciri khas ataupun DNA brand yang jelas. Sehingga dengan begitu, desain dari mereka akan mencerminkan kepribadian dan latar belakang masing-masing, utamanya adalah memuat nilai budaya lokal di Aceh.

Tidak hanya itu, para peserta turut langsung menggambar, menggunting pola kemudian pola tersebut diserahkan ke pengrajin bordir untuk ditindaklanjuti. Delapan peserta fashion designer lainnya tidak menggunakan bordir untuk looks desain buatannya namun menggunakan kain songket dan wastra batik, sehingga penanganan pakaian antar fashion designer berbeda.

Sementara itu, mentor lainnya, Riri Rengganis berharap supaya para peserta bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan sangat maksimal. Terlebih, materi yang para mentor berikan dalam pelatihan AMANAH itu sangat padat, sehingga menjadikan ilmu yang mereka sampaikan sudah setara dengan materi dalam dunia perkualiahan.

Bagaimana upaya Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat tersebut untuk terus mengangkat nilai budaya lokal kemudian mendatangkan banyak sekali apresiasi dari berbagai kalangan termasuk para peserta pelatihan sendiri, yang notabene merupakan para pemuda.

Mereka mengaku sangat merasa senang karena sudah mendapatkan ilmu baru yang bahkan belum pernah mereka peroleh sebelumnya. Dengan demikian, menjadikan mereka bisa terus belajar tentang berbagai macam aspek dalam dunia fashion, mulai dari proses menjahit hingga bagaimana produk itu bisa mendatangkan penerimaan oleh masyarakat, terlebih juga sekaligus mampu mempromosikan nilai budaya lokal daerah.

Tasya Aurelia (24) selaku salah seorang peserta dari pelatihan pada program AMANAH mengungkapkan bahwa acara tersebut memberikan wadah yang sangat luar biasa bagi anak muda di wilayah berjuluk Serambi Mekkah yang selama ini mungkin masih kurang mendapatkan peluang untuk mengembangkan seluruh potensi mereka.

Adanya pelatihan yang AMANAH jalankan itu mampu mendorong dan mendukung penuh keberadaan para desainer muda Aceh agar mereka bisa semakin berkembang bahkan membawa nama Aceh di kancah fashion internasional dengan terus memperkenalkan nilai budaya lokalnya.

Tidak pernah berhenti berjuang, pemerintah melalui BIN terus berupaya mengangkat kekayaan budaya Aceh melalui inovasi dan kreativitas, yang mana hal tersebut terwujudkan dari Program AMANAH.

Nilai budaya lokal di Aceh kini memiliki banyak sekali platform untuk terus mempromosikannya, termasuk salah satunya adalah dari Program AMANAH yang terus berusaha mengangkat keberadaan kebudayaan namun dengan cara yang unik agar bisa mendatangkan penerimaan kaum muda, yakni melalui pelatihan fashion.

*) Mahasiswa Psikilogi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha)

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.