• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Fasilitas di IKN

Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Fasilitas di IKN

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 9 November 2024

 

Jakarta – Setelah dilantik sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono menerima arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penyelesaian pembangunan ini dalam waktu 3-4 tahun.

“Presiden Prabowo meminta agar pembangunan IKN bisa rampung dalam waktu 3-4 tahun,” Ungkap Basuki

Basuki menjelaskan bahwa setiap tahap pembangunan akan diupayakan seefisien mungkin, dengan pengelolaan program kerja dan anggaran yang jelas.

“Kalau saya, selama itu sudah ada program dan anggarannya ada, saya kerjakan. Sudah tahu gaya kerja saya, kan?” ujar Basuki.

Ia juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan ini dapat direalisasikan dengan dukungan penuh berbagai pihak, terutama dari kementerian terkait.

Langkah percepatan pembangunan IKN ini merupakan bagian dari komitmen kuat pemerintahan Prabowo untuk menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan baru yang berfungsi penuh dan sebagai simbol pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.

Dengan demikian, IKN diharapkan mampu menjadi pemicu tumbuhnya berbagai sektor pembangunan di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya, menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi Indonesia.

Dalam rangka memperkuat pelaksanaan proyek ini, Basuki melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Wakil Menteri Diana Kusumastuti.

Pertemuan tersebut fokus pada pembahasan kelanjutan tahap pertama pembangunan IKN yang ditargetkan selesai pada tahun 2027. Selain itu, Basuki meminta tambahan personel dari Kementerian PU untuk mempercepat pekerjaan teknis yang ada, demi memastikan seluruh aspek pembangunan dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan.

Menteri Dody menyatakan dukungan penuh terhadap IKN.

“Kami siap mendukung agar penyelesaian seluruh ekosistem IKN berjalan lancar,” tegasnya,

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap kelanjutan pembangunan IKN.

“Beberapa proyek infrastruktur akan kita bangun dan lanjutkan sesuai instruksi Presiden,” ujar AHY.

Ia menjelaskan bahwa prioritas utama pembangunan tahap awal meliputi fasilitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang memungkinkan IKN berfungsi penuh sebagai pusat pemerintahan.

Percepatan ini diharapkan dapat menjadikan IKN sebagai simbol kuat pemerataan pembangunan Indonesia, memperkuat peran Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan modern dan berkelanjutan.

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.