• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Polemik Sudah Tuntas, PBB Tetapkan Papua sebagai Bagian NKRI

Polemik Sudah Tuntas, PBB Tetapkan Papua sebagai Bagian NKRI

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 26 December 2023

Polemik Sudah Tuntas, PBB Tetapkan Papua sebagai Bagian NKRI

Oleh : Maria Pariri Hurlatu

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan bahwa Papua sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan hanya itu, seluruh polemik politik di masa kemerdekaan sebenarnya juga sudah tuntas, sehingga tidak akan relevan lagi jika masih ada kelompok yang mempermasalahkan hal tersebut dan terus berupaya untuk menginginkan kemerdekaan wilayah di Bumi Cenderawasih.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Marsekal Muda Tentara Nasional Indonesia (Purnawirawan) Maroef Sjamsoeddin juga mengungkapkan bahwa polemik politik yang dulu sempat terjadi di Papua, kini seluruhnya telah selesai. Papua menjadi bagian dari NKRI.

Sejatinya, terjadinya konflik atau polemik politik di Papua merupakan sebab permasalahan dalam negeri di Indonesia, yang seluruhnya secara politik juga sudah selesai. Wilayah yang dulunya bernama Irian Jaya tersebut kemudian telah berganti nama menjadi Papua pada era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia (RI) keempat, Abdurrahmn Wahid atau Gus Dur.

Memang fakta menunjukkan bahwa Papua sendiri merdeka dalam kurun waktu yang tidak bersamaan dengan wilayah lainnya di Tanah Air, yakni pada tahun 1945. Meski begitu, bukan berarti wilayah Papua bukan termasuk ke dalam bagian integral dari NKRI.
Pasalnya, setelah melalui referendum dan juga adanya keputusan yang ditetapkan oleh PBB di New York, kemudian dilakukan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Irian Jaya kala itu. Hasil dari Pepera yang telah dilakukan memutuskan bahwa Papua bergabung ke dalam NKRI, sehingga sebenarnya seluruh masalah politik yang terjadi pada waktu itu juga otomatis telah selesai.
Meski seluruh permasalahan ataupun polemik politik sudah selesai, akan tetapi terdapat perasaan yang masih kuat pada segelintir kalangan masyarakat di Bumi Cenderawasih, lantaran mereka menilai bahwa kemerdekaan Papua tidak sama kurun waktunya dengan kemerdekaan daerah lain di Indonesia, yakni pada tahun 1945.
Masih saja terdapat perasaan dari beberapa orang ataupun kelompok di Tanah Papua yang merasa kurang puas dengan kemerdekaan NKRI. Maka dari itu, setelah diadakannya Pepera dan juga resmi pihak PBB menetapkan putusan mereka yang memasukkan wilayah Irian Jaya (Papua saat ini) menjadi bagian integral dari Tanah Air pada sekitar tahun 1962-1963, kemudian sejumlah orang yang merasa tidak setuju dan masih belum puas itu mendirikan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Akan tetapi, nyatanya data juga menunjukkan bahwa OPM sendiri memiliki banyak faksi, yang mana beberapa diantaranya adalah terdapat faksi politik di dalam negeri, kemudian adanya faksi politik di luar negeri, serta ada pula faksi bersenjata yang sampai saat ini masih saja terus tersebar di wilayah pegunungan dan berbagai tempat lainnya di Papua. Seluruh faksi di dalam OPM yang berbeda-beda tersebut juga bergerak dengan panglima yang berbeda pula.
Terdapat faksi bersenjata, yang mana juga bisa dikatakan sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Mereka memiliki sekitar 13 Kodap, baik itu di wilayah Pegunungan dan juga Kabupaten lainnya. Antara satu panglima dengan lainnya juga bekerja secara sendiri-sendiri dan tidak saling terkoordinasi satu sama lain.
OPM sendiri tidak hanya bergerak di kalangan tua saja, mereka juga terus melebarkan sayapnya dengan bergerak di berbagai macam kalangan termasuk pada kalangan para pemuda untuk mencuci otak para generasi muda di Bumi Cenderawasih agar ikut andil dan menjadi simpatisan OPM. Mereka dengan terang-terangan dan tidak ragu untuk berupaya terus dalam mengibarkan bendera OPM dan membawa bendera tersebut bahkan saat adanya demo di depan Istana Negara di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sampai saat ini juga masih terdapat beberapa permasalahan, utamanya bagaimana upaya Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk terus menggandeng dan mengajak segelintir kelompok yang kurang puas tersebut agar bisa kembali ke pangkuan NKRI dan mengakui penuh kedaulatan bangsa serta menyadari bahwa Papua sendiri merupakan bagian integral dari bangsa ini.
Hal tersebut juga tentunya dikarenakan ada banyak tokoh dalam setiap faksi, sehingga menjadi salah satu kesulitan sendiri dalam melakukan negosiasi. Kejadian di Papua ini juga sangat berbeda jika dibandingkan dengan gerakan di Aceh lantaran mereka memiliki tokoh sentral sehingga ketika hendak menjalin sebuah negosiasi pun akan menjadi jauh lebih mudah.
Sungguh sudah tidak relevan lagi sebenarnya jika masih ada pihak ataupun segelintir orang yang tidak puas terkait Papua. Hal itu dikarenakan seluruh polemik atau masalah politik yang menyangkut wilayah tersebut sudah selesai sejak lama, dan pihak PBB pun telah menetapkan bahwa Papua bagian integral dari NKRI dan telah bersifat final.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Bal

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.