• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pidato Presiden Prabowo di PBB Jadi Suara Indonesia untuk Keadilan Ekonomi dan Perdamaian Dunia

Pidato Presiden Prabowo di PBB Jadi Suara Indonesia untuk Keadilan Ekonomi dan Perdamaian Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 22 September 2025

Pidato Presiden Prabowo di PBB Jadi Suara Indonesia untuk Keadilan Ekonomi dan Perdamaian Dunia

NEW YORK – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato penting di dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 yang berlangsung di New York, Amerika Serikat, Selasa, 23 September 2025.

 

Pidato tersebut menegaskan bagaimana kuatnya komitmen dari Indonesia untuk terus memperjuangkan terwujudnya keadilan ekonomi dan perdamaian dunia di tengah tantangan global yang semakin kompleks seperti sekarang ini.

 

Posisi strategis Presiden RI Prabowo Subianto sebagai pembicara ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat memberikan ruang yang luas bagi suara Indonesia untuk dapat didengar oleh seluruh masyarakat internasional.

 

Kehadiran langsung Kepala Negara tersebut juga sekaligus menandai kembalinya pemimpin tertinggi Indonesia ke dalam forum berskala dunia, salah satunya yakni pada Sidang Umum PBB setelah lebih dari satu dekade lamanya.

 

Apresiasi terus mengalir atas kehadiran hingga pidato yang diucapkan oleh Presiden Prabowo di forum internasional itu.

 

Salah satu apresiasi datang dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto, yang menilai bahwa pidato tersebut menegaskan kepemimpinan Indonesia di tingkat global.

 

“Pertama, penegasan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Isu Palestina mendapat penekanan sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Indonesia bisa berperan sebagai jembatan perdamaian,” ujarnya.

 

Ia menambahkan pentingnya menyoroti tantangan ekonomi global.

 

“Indonesia harus tampil sebagai kekuatan baru yang memimpin solidaritas negara-negara Selatan,” kata Anton.

 

Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa Sidang Umum ke-80 mengangkat tema ‘Better Together, Eight Years and More for Peace, Development and Human Rights’ yang relevan dengan semangat multilateralisme.

 

“Tema itu memperbarui kembali semangat multilateralisme di tengah kondisi global dewasa ini,” jelas Sugiono.

 

Ia menyebut pidato Presiden Prabowo sebagai langkah penting untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai jembatan antara negara maju dan berkembang.

 

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai kehadiran Prabowo juga mengulang jejak diplomasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo.

 

“Kami rakyat Indonesia berharap, sebagaimana almarhum Prof. Sumitro, Presiden Prabowo dapat terus memperjuangkan upaya dunia untuk memperkokoh multilateralisme,” kata Dino.

 

Ia meyakini pidato tersebut membawa angin segar di tengah merosotnya semangat kerja sama global.

Pidato Presiden Prabowo di forum PBB mempertegas politik luar negeri bebas aktif Indonesia sekaligus mengukuhkan posisi bangsa sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan keadilan, keseimbangan, dan perdamaian dunia. (*)

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.