• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pesta Rakyat Meriahkan Pelantikan Prabowo-Gibran: Simbol Dukungan dan Persatuan Indonesia

Pesta Rakyat Meriahkan Pelantikan Prabowo-Gibran: Simbol Dukungan dan Persatuan Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 20 October 2024

Jakarta – Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 disambut dengan antusiasme besar dari berbagai lapisan masyarakat. Acara ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi transisi kepemimpinan nasional, tetapi juga diwarnai dengan gelaran Pesta Rakyat di sepanjang Jl. Jenderal Sudirman hingga Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Acara tersebut diadakan sebagai bentuk dukungan dan kegembiraan rakyat atas transisi kepemimpinan ini. Semangat persatuan dan optimisme terhadap pemerintahan baru terlihat jelas dari dukungan masyarakat yang turut menyukseskan acara.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, mengungkapkan bahwa setelah pelantikan di Gedung MPR RI, akan diadakan acara pisah sambut di Istana Merdeka. Tradisi ini menjadi simbol penghargaan kepada Presiden Joko Widodo atas kontribusinya selama dua periode kepemimpinannya, sekaligus menyambut Prabowo sebagai pemimpin baru.

“Acara pisah sambut di Istana Merdeka merupakan tradisi dalam setiap pergantian presiden,” ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pesta Rakyat yang digelar untuk merayakan pelantikan ini menjadi ajang persatuan, di mana seluruh masyarakat, tanpa memandang pilihan politik pada Pemilu, diajak untuk merayakan bersama. Nusron Wahid, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, mengajak masyarakat untuk ikut memeriahkan acara tersebut.

“Kita mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut dan merayakan pelantikan Presiden Prabowo bersama-sama. Acara ini akan menjadi momen kebersamaan untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Nusron.

Acara bertajuk “Panggung Rakyat” ini akan menghadirkan berbagai hiburan seperti konser musik dan bazar UMKM, serta tujuh panggung yang mewakili keberagaman budaya Indonesia. Lima panggung utama akan mewakili lima pulau besar Indonesia, sedangkan dua panggung lainnya bertemakan Nusantara dan Ibu Kota Negara (IKN), yang melambangkan kesinambungan visi antara Jokowi dan Prabowo.

Dukungan penuh terhadap pemerintahan baru juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan apresiasinya atas pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Gus Yahya juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu mendukung visi Prabowo yang dinilai mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, kuat, adil, dan makmur.

“PBNU berkomitmen mendukung pemerintahan baru demi tercapainya cita-cita bangsa,” tutup Gus Yahya.

Pesta Rakyat ini menjadi wujud nyata kegembiraan rakyat atas pelantikan presiden baru dan semangat persatuan demi kesuksesan pemerintahan yang akan datang. Rakyat Indonesia siap mendukung dan mensukseskan program-program pemerintah yang akan datang.

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.