• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Perkuat Pertahanan Nasional: Pemerintah Optimalisasi Pindad Demi Kurangi Ketergantungan Terhadap Senjata Asing

Perkuat Pertahanan Nasional: Pemerintah Optimalisasi Pindad Demi Kurangi Ketergantungan Terhadap Senjata Asing

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 4 October 2026

Perkuat Pertahanan Nasional: Pemerintah Optimalisasi Pindad Demi Kurangi Ketergantungan Terhadap Senjata Asing

Dalam upaya meningkatkan pertahanan nasional, Pemerintah melakukan optimalisasi PT Pindad sebagai industri pertahanan untuk mengurangi ketergantungan pada senjata asing. Optimalisasi tersebut melalui peningkatan kapasitas teknologi agar PT Pindad mampu menjadi tulang punggung pertahanan negara.

 

Dalam kunjungannya ke PT Pindad Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan pihaknya sangat mendukung rencana pengembangan PT Pindad hingga 2045 serta mendorong perusahan meningkatkan kapasitas industri dan teknologi pertahanan. Dukungan tersebut diperlukan agar kemajuan Pindad sebagai industri strategis nasional memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dalam negeri.

 

“Kita berikan support dan dukungan yang luar biasa untuk kemajuan Pindad supaya produksi industri strategis ini bisa tetap berkembang, makin kuat dan makin maju,” ujarnya.

 

Pihaknya ingin memastikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia terjaga dengan baik, kedatangannya ke Pindad adalah untuk mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

 

“Salah satu tugas MPR adalah memastikan bahwa NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, terjaga dengan baik dan solid. Kedatangan kami hari ini ke PT Pindad adalah memastikan bahwa perusahaan yang diberi mandat untuk menjalankan pertahanan dan keamanan negara berjalan dengan baik,” katanya.

 

Muzani menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap sistem persenjataan dari luar negeri dengan terus meningkatkan kemampuan teknologi industri pertahanan nasional. Seluruh produksi Pindad diarahkan untuk mendukung upaya mempertahankan kedaulatan Indonesia.

 

Dalam kunjungan tersebut, Ketua MPR Ahmad Muzani didampingi Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Eddy Soeparno, Ketua Komisi Kajian Konstitusi (K3) MPR Taufik Basari, jajaran K3 MPR, serta pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI.

 

Direktur Utama (Dirut) PT Pindad Sigit P Santosa mengatakan pihaknya saat ini juga sedang mengembangkan teknologi dari sistem persenjataan konvensional hingga smart weapon system. Pengembangan tersebut mencakup senjata dan amunisi, kendaraan taktis, kendaraan operasional hingga teknologi pertahanan masa depan.

 

“Kami sampaikan juga tadi produk-produk apa saja yang kami sedang kembangkan, bagaimana pemenuhan terkait dengan bagaimana pada saat kita membangun batalyon-batalyon baru, kami siapkan senjata dan amunisi, bagaimana untuk kendaraan taktisnya, kendaraan operasionalnya, termasuk juga teknologi-teknologi baru masa depan,” kata Sigit.

 

Direktur PT Pindad Sigit P Santosa menambahkan, Pindad mendapat dukungan penuh dari Ketua MPR untuk memperkuat perannya sebagai bagian dari komponen pendukung TNI dan pertahanan serta keamanan negara.

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.