• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Peresmian Danantara Mampu Tingkatkan Efisiensi Investasi Nasional

Peresmian Danantara Mampu Tingkatkan Efisiensi Investasi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 23 February 2025

Peresmian Danantara Mampu Tingkatkan Efisiensi Investasi Nasional

Oleh : Damar Syahputra

Industri investasi nasional memasuki era baru dengan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset negara melalui konsolidasi berbagai kekuatan ekonomi yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan pengelolaan yang profesional, Danantara diproyeksikan menjadi katalis utama dalam meningkatkan efisiensi investasi nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Danantara, yang merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara, berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 mengenai Lembaga Pengelola Investasi.

 

Struktur serta mekanisme pengelolaannya telah dirancang agar sejalan dengan praktik terbaik dalam pengelolaan Sovereign Wealth Fund (SWF) di berbagai negara. Dalam rapat paripurna DPR RI ke-12 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024/2025, pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN sebagai payung hukum bagi Danantara.

 

Potensi aset BUMN yang mencapai 1 triliun dolar AS atau sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menjadi peluang besar yang dapat dioptimalkan melalui leverage investasi yang tepat.

 

Keberadaan Danantara memungkinkan aset tersebut dikelola lebih efektif, sehingga memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang. Riset IMF pada 2020 menunjukkan bahwa pengelolaan SWF yang baik dapat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara bukan sekadar pengelola investasi, melainkan simbol kekuatan ekonomi Indonesia. Sebagai superholding BUMN, Danantara diharapkan mampu menyinergikan berbagai perusahaan negara dan mengarahkan investasi pada sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, produksi pangan, serta industri hilirisasi. Dengan model ini, efisiensi dalam pengelolaan investasi dapat ditingkatkan secara signifikan, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

 

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menilai bahwa pembentukan Danantara merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki tata kelola perusahaan negara.

 

Dengan adanya mekanisme joint venture, berbagai perusahaan dapat menjalankan operasionalnya secara lebih efisien dan transparan. Peningkatan efisiensi ini berpotensi menarik minat investor global, termasuk Abu Dhabi yang telah menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di sektor energi baru terbarukan (EBT) melalui Danantara. Langkah ini memperlihatkan bahwa Indonesia bukan lagi negara dengan sumber daya ekonomi yang terbatas, melainkan pemain utama dalam kancah investasi global.

 

Selain mengoptimalkan aset BUMN, keberadaan Danantara juga membuka peluang bagi diversifikasi sumber pendapatan negara. Ketergantungan ekonomi terhadap sektor migas dan pertambangan sering kali menjadikan Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

 

Dengan skema investasi yang berorientasi pada proyek berkelanjutan, Danantara dapat menciptakan stabilitas ekonomi jangka panjang sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur nasional.

 

Sumber pembiayaan alternatif yang dikelola dengan baik memungkinkan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap utang luar negeri, sehingga memperkuat posisi fiskal negara.

 

Dari perspektif ekonomi makro, Ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, melihat Danantara sebagai instrumen yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

 

Konsolidasi BUMN di bawah satu badan pengelola investasi diyakini menciptakan efisiensi yang lebih baik dalam pengelolaan aset negara. Dengan pengelolaan yang profesional, Danantara dapat membantu mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pendanaan proyek strategis.

 

Benchmarking terhadap SWF di berbagai negara menunjukkan bahwa keberhasilan Danantara bergantung pada penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Model investasi yang diterapkan oleh Temasek Holdings di Singapura dan Government Pension Fund Global di Norwegia menjadi contoh bagaimana sebuah SWF dapat berperan sebagai pengelola investasi yang efektif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap keputusan investasi juga menjadi faktor kunci yang dapat meningkatkan daya tarik Danantara bagi investor global.

 

Langkah strategis dalam membangun Danantara sebagai lembaga investasi nasional yang kuat mencakup peningkatan kapasitas manajemen, diversifikasi portofolio investasi, serta penguatan kemitraan dengan SWF global.

 

Dengan memastikan transparansi dalam pelaporan keuangan dan pengawasan independen, Danantara dapat membangun kepercayaan publik sekaligus menarik lebih banyak investor. Kemampuan dalam mengelola risiko investasi juga menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan agar Danantara dapat berperan sebagai instrumen stabilisasi ekonomi yang efektif.

 

Selain dampak makroekonomi, keberadaan Danantara juga berpotensi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Dengan meningkatnya investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur, peluang kerja terbuka lebih luas, terutama di sektor manufaktur, teknologi, dan energi terbarukan. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat transformasi ekonomi menuju industri berbasis nilai tambah.

 

Dengan mengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, Danantara berpotensi menjadi lembaga pengelola investasi yang profesional dan berkelas dunia.

 

Implementasi tata kelola yang baik, strategi investasi yang cermat, serta sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mewujudkan Danantara sebagai pilar utama efisiensi investasi nasional.

 

Dalam jangka panjang, peran Danantara diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (*)

 

 

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

July 21, 2026

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

July 21, 2026

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden  Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kajian internasional yang menempatkan investasi pada gizi anak sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan produktivitas nasional dalam jangka panjang. Anak yang memperoleh gizi memadai sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi tenaga kerja produktif pada masa depan. Karena itu, keberlanjutan MBG memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui pemberian makanan semata. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola program terus diperbaiki agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada pengawasan yang baik, keterlibatan pemerintah daerah, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi turut mengalir ke daerah. Di sisi lain, Presiden juga memberikan penekanan kuat terhadap reformasi birokrasi sebagai prasyarat percepatan pembangunan. Ia mengakui Indonesia telah berada pada jalur pembangunan yang benar, namun efektivitas pemerintahan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya efisien. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat transformasi digital melalui pengembangan GovTech serta implementasi Single National Identity Card. Gagasan ini menjadi langkah penting untuk menyederhanakan pelayanan publik yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Dengan identitas digital nasional yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berulang, sementara pemerintah dapat meningkatkan akurasi data serta efektivitas penyaluran berbagai program.…

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk…

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN Presiden Prabowo Subianto menyoroti percepatan pembangunan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.