• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Perekonomian Masyarakat Tumbuh Berkat Program Makan Bergizi Gratis

Perekonomian Masyarakat Tumbuh Berkat Program Makan Bergizi Gratis

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 23 February 2025

Perekonomian Masyarakat Tumbuh Berkat Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal dengan perputaran uang yang lebih merata di tingkat desa dan kecamatan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa MBG mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena anggaran yang dialokasikan beredar langsung di masyarakat.

“Program MBG diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan di seluruh daerah. Karena uang berputar di desa, kecamatan, kabupaten,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa perekonomian nasional saat ini dalam kondisi terkendali dengan tingkat inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas rata-rata dunia.

“Inflasi kita salah satu terendah saat ini di dunia, pertumbuhan kita juga diperkirakan tetap di atas rata-rata dunia. Hampir semua sektor berjalan dengan terkendali,” kata Presiden.

Dampak positif dari MBG juga disampaikan oleh Ketua Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo. Menurutnya, penambahan anggaran pada program ini berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi nasional hingga dua persen.

“Dengan pengeluaran Rp71 triliun untuk makanan gratis, itu akan menambah 0,83 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan tambahan Rp100 triliun, prognosis mereka (Bappenas) adalah pertumbuhan tambahan dua persen,” jelas Hashim di Jakarta.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, turut menyoroti bagaimana MBG mampu meningkatkan perekonomian desa melalui peredaran uang yang lebih merata. Menurutnya, belanja kebutuhan MBG seharusnya dilakukan melalui badan usaha milik desa (Bumdes) guna memastikan bahwa manfaat ekonomi dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.

“Program ini selain dapat meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak bangsa, juga secara langsung meningkatkan kualitas ekonomi daerah, terutama masyarakat pedesaan,” ujarnya di sela sosialisasi program MBG di Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Program MBG telah memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal dengan meningkatnya permintaan terhadap bahan pangan. Setiap harinya, program ini membutuhkan sekitar 82 juta butir telur, daging ayam, beras, serta bahan makanan lainnya yang diperoleh dari produsen dalam negeri. Dengan demikian, petani, peternak, dan pelaku usaha kecil di daerah merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini.

Selain mendorong perputaran ekonomi, MBG juga membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Dengan kewajiban pemerintah desa untuk mendukung program ini melalui alokasi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), keterlibatan semua pihak menjadi kunci keberhasilan MBG dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan manfaat yang begitu luas, Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap permasalahan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekonomi rakyat serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. {}

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

September 30, 2026

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang

September 30, 2026

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Jakarta -…

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang   Oleh: Rizky Adinata Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi perlu diperkuat sebelum hujan ekstrem datang, menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan 2026/2027 memiliki pola yang perlu diwaspadai. Meski awal musim hujan diperkirakan berlangsung lebih lambat di sejumlah wilayah, jarak menuju puncak musim hujan relatif berdekatan sehingga potensi lonjakan curah hujan dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gangguan pelayanan publik. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana tidak seharusnya baru dilakukan ketika hujan deras mulai menimbulkan dampak, tetapi harus dipersiapkan sejak jauh hari melalui koordinasi pemerintah dan partisipasi masyarakat. BMKG memprakirakan sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 24,66 persen luas daratan Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Selanjutnya, sebanyak 266 ZOM atau 17,3 persen wilayah daratan diperkirakan menyusul pada Desember 2026. Di sisi lain, sebanyak 529 ZOM atau 61,08 persen wilayah mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan rata-rata klimatologinya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah perlu memahami karakteristik cuaca di wilayah masing-masing agar kebijakan kesiapsiagaan dapat disusun secara tepat dan tidak bersifat seragam. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah jarak antara awal musim hujan dengan puncak musim yang diperkirakan cukup dekat. Puncak musim hujan diproyeksikan terjadi pada Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. Menurut Ardhasena Sopaheluwakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena curah hujan tinggi dalam periode yang berdekatan dapat memicu bencana hidrometeorologi apabila kapasitas lingkungan dan infrastruktur tidak memadai. Meskipun durasi musim hujan pada sebagian wilayah diperkirakan lebih pendek, akumulasi curah hujan tidak berarti berada pada kondisi rendah. BMKG mencatat 510 ZOM atau sekitar 69,7 persen daratan berada dalam kategori curah hujan normal, sedangkan 147 ZOM atau 18,5 persen daratan diperkirakan berada di atas normal. Data tersebut memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan tetap diperlukan karena besarnya curah hujan dan kondisi wilayah menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat risiko bencana. Karena itu, rekomendasi BMKG perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata lintas sektor. Di bidang pangan, pemerintah dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas berumur pendek. Pada sektor air dan energi, kapasitas drainase, waduk, serta tampungan air perlu dioptimalkan. Sementara itu, sektor kesehatan perlu meningkatkan kewaspadaan…

Kesiapsiagaan Bencana, Upaya Pemerintah Melindungi Warga

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Kesiapsiagaan Bencana, Upaya Pemerintah Melindungi Warga Oleh: Hendra Gunawan Kesiapsiagaan bencana semakin penting ditempatkan sebagai…

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan Jakarta – Pemerintah mengingatkan masyarakat dan seluruh…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.