JAKARTA, KataIndonesia.com – Pengamat Energi Dr. Fahmy Radhi, MBA dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta mengatakan, bahwa harga Domestic Market Obligation (DMO) kemungkinan diangka US$ 65 – US $70 per metric ton.

“Ya kemungkinan kalau tidak bergesar DMO$ 65 – US $70 per metric ton,” ungkap Fahmy Radhi ketika acara Diskusi Pojok Energi di Cikini Jakarta Pusat, Selasa (27/2).

Penetapan DMO harga batu bara dengan skema ceiling and floor price diharapkan dapat meringankan beban PLN pada saat harga batubara lagi membumbung tinggi, sekaligus tidak merugikan bagi pengusaha pada saat harga batubara terpuruk rendah.
Penggunaan skema ceiling and floor price berdasarkan prinsip share gain, share pain sesungguhnya merupakan penerapan prinsip “Gotong – Royong”, bak pepatah mengatakan “berat sama – sama dipikul, ringan sama – sama dijinjing”.

Advertisement

Dengan prinsip “gotong – royong” itu PLN tidak harus menaikan tarif listrik di tengah melambungnya harga batubara dunia, sehingga tarif listrik tetap terjangkau oleh rakyat sebagai konsumen.

“Kemungkinan per 1 Maret nanti harga DMO dapat ditentukan oleh pemerintah,” pungkas Fahmy Radhi.

Info Lomba Terbaru