• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Featured»Pendidikan Kebangsaan di Media Sosial

Pendidikan Kebangsaan di Media Sosial

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 21 July 2021

Jangan pernah bosan menggaungkan kecintaan terhadap Indonesia. Media sosial sebagai saluran partisipatorik publik manfaatnya mesti digencarkan untuk membina wawasan kebangsaan warga negara. Selain itu, arus globalisasi dan paham fanatik keagamaan di media sosial menjadi sumber kewaspadaan lunturnya semangat nasionalisme.

Media jaman dulu yakni radio memiliki sejarah penting bagi kemerdekaan Indonesia yang melepaskannya dari para penjajah. Sutan Syahrir pejuang kemerdekaan bawah tanah tanpa kerja sama dengan Jepang, pada 10 Agustus 1945 ia mendengar kekalahan Jepang melalui radio. Berita ini kemudian dengan cepat disebarkan secara luas. Yang mana radio kala itu merupakan media penghubung Bung Karno dan Bung Hatta dengan rakyat Indonesia menyatu.

Tak terduga berita siaran radio yang didengar Sutan Syahrir mujur berujung pada kemerdekaan lebih cepat, yakni pada 17 Agustus 1945. Padahal sebelumnya telah terjadi kesepakatan antara Soekarno-Hatta dengan Jepang, yang dijanjikan kemerdekaan pada 24 September 1945. Berangkat dari sini, radio  merupakan media yang memiliki momentum istimewa tentang kemerdekaan, tanpa menghilangkan hal terkait lainnya.

Jika dahulu radio yang terbatas aksesnya bisa berperan superior, maka fungsi media sosial seharusnya lebih dari itu. Media sosial yang intens memberitakan nilai kebangsaan, tentunya dapat membangun wawasan kebangsaan, sebagaimana radio dahulu dapat menyatukan seluruh bangsa Indonesia. Itu sebanya, isu globalisasi dan fanatik keagamaan jangan sampai meneggelamkan isu-isu kepedulian terhadap negeri. Karena bila isu itu tak dicegah cepat atau lambat, jiwa nasionalisme bangsa Indonesia khawatir memudar dan bersikap apatis.

Dalam penayangan iklan yang diluncurkan KOMINFO terkait Pancasila di media sosial merupakan langkah yang diapresiasi karena mempromosikan Pancasila. Hanya saja pemasangan iklan tentang Pancasila masih belum banyak, masih terkalahkan dengan iklan Lazada yang dibintangi Agnes Mo dan Lee Min Ho. Karena itu, pemahaman positif Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, demokrasi serta wawasan kebangsaan lainnya di media sosial harus dibuat lebih banyak iklannya dan dipopulerkan di setiap konten.

Pendidikan kebangsaan PPKN di sekolah dalam penyelenggarannya, memiliki misi yang tersirat dari pernyataan pada pendahuluan PKN dalam permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Para pelajar dididik untuk menjadi bangsa yang memiliki kebajikan, berakhlak dan cerdas sebagai modal utama membangun negara dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Upaya menciptakan jiwa semangat nasionalisme dan berkomitmen kuat, demi menjaga keutuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh Winarno disebutkan yang melatarbelakangi mata pelajaran pendidikan kebangsaan adalah ancaman perpecahan bangsa-negara Indonesia sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dipenghujung abad 20 (Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan: 2013).

Menyemai pendidikan kebangsaan agar lebih masif butuh dukungan yang saling bersinergi antara pemerintah dan masyarakat. Nilai kebangsaan di media sosial dapat ditampilkan dengan modifikasi dalam bentuk film, animasi, webinar, podcast, tulisan dan iklan. Secara tidak langsung, menjadi senjata yang aktif mempengaruhi pengguna media sosial, sebab kecenderungan masyarakat urban pada teknologi.

Sebagai pengguna media sosial, saya melihat iklan dalam bentuk video lebih efektif dalam mempengaruhi seseorang. Selain ceritanya lebih ringkas dan padat, iklan ditampilkan secara berulang-ulang dengan kemasan yang kreatif dan menarik, seperti iklan belanja online. Pada akhirnya, pendidikan kebangsaan manfaatnya adalah untuk kita sendiri agar tidak kehilangan identitas dan arah sebagai bangsa.

Identitas kebangsaan bukan saja sebagai pengenal, tetapi dapat menjamin kehidupan seseorang. Siapa sangka seorang dapat terselamatkan dan dihargai dengan hanya menunjukkan identitas dirinya sebagai bangsa Indonesia. Beberapa tokoh yang menjalin persahabatan dengan tokoh penting di luar negeri, seperti Ir. Soekarno yang namanya tidak saja harum di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Nyatanya bisa memberikan keuntungan bagi bangsa yang seidentitas dengannya.

Kisah ini tersimpan dalam buku Dunia Dalam Genggaman Bung Karno, yang dialami seorang wartawan antara, Munawwar Makyanie yang tengah meliput unjuk rasa pendukung presiden terguling Muhamed Moursi ditangkap seorang tentara (Agustus 2013) di Bunderan Ramses, Kairo. Di sana ia diinterogasi dengan galak oleh keamanan Mesir. Namun setelah dilihat paspornya berasal dari Indonesia, sang petugas memohon maaf dan ia mengatakan bahwa mencintai Soekarno. Berkata jalinan persahabatannya presiden Gamal Abdul Naser sekaligus timbal balik perjuangan bangsa Indonesia-Mesir yang saling peduli menyelamatkan negara dari penjajah.

Oleh karena itu, sejarah perjuangan para pahlawan berperan penting untuk mengukuhkan semangat nasionalisme generasi bangsa. Pendidikan kebangsaan saat ini tidak cukup hanya diajarkan dalam sekolah. Sebagaiamana perkembangannya otoritas media sosial yang tak terbatas dan terjangkau dapat didayagunakan sebagai peluang investasi untuk menebarkan gagasan, perdamaian dan meningkatkan mutu bangsa-negara Indonesia.

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

November 7, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum  Oleh: Citra Ann Pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri menjadi perhatian penting dalam upaya memperkuat supremasi hukum di Indonesia. Perkara yang menyasar komunikasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, hingga kalangan masyarakat sipil tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan aparat. Penanganan kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen institusi penegak hukum dalam memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap proses hukum. Praktik penyadapan pada dasarnya merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung proses penegakan hukum dengan persyaratan dan mekanisme yang ketat. Namun, penggunaan kewenangan tersebut tanpa dasar hukum berpotensi berubah menjadi tindakan yang melanggar privasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap tindakan pemantauan komunikasi harus memiliki tujuan yang sah, mengikuti prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa dugaan penyadapan ilegal yang menyeret tiga perwira tinggi berinisial LSP, ASN, dan EH merupakan tindakan oknum, bukan kebijakan institusi Polri. Penegasan itu disampaikan menyusul pengungkapan dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon milik pejabat negara dan berbagai kalangan masyarakat. Asep menjelaskan bahwa Polri telah memiliki Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010 sebagai pedoman pelaksanaan tugas Pusat Pemantauan Polri agar kegiatan pemantauan berjalan sesuai prosedur. Dugaan pelanggaran dalam perkara ini berkaitan dengan perintah penyadapan sejumlah nomor telepon tanpa prosedur yang sah dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum. Para tersangka juga diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil sadapan dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) pada Oktober 2026. Sementara itu, penyidik masih memeriksa seorang saksi berinisial SU untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ketentuan mengenai penyadapan telah memberikan batasan yang jelas terhadap penggunaan instrumen pemantauan komunikasi. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010, penyadapan hanya dapat dilakukan untuk kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di persidangan atas tindak pidana berdasarkan undang-undang. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan perlindungan HAM, legalitas, kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan kerahasiaan. Pengawasan terhadap kewenangan penyadapan menjadi bagian penting untuk mencegah aparat bertindak di luar batas hukum. Tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban, teknologi pemantauan yang seharusnya membantu proses penyidikan justru dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak masyarakat. Karena itu, pengungkapan dugaan penyimpangan di lingkungan kepolisian perlu diikuti evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur dan penguatan pengawasan internal.…

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.