• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pendekatan Smart Power Tangani Konflik Papua Sangat Tepat

Pendekatan Smart Power Tangani Konflik Papua Sangat Tepat

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 13 December 2023

Pendekatan Smart Power Tangani Konflik Papua Sangat Tepat

Oleh : Ones Yikwa

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan akan mengutamakan pendekatan Smart Power dalam menanggulangi serangan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) di Papua. Pendekatan Smart Power dianggap efektif dalam meredam konflik yang ditimbulkan KST karena mengutamakan diplomasi dan budaya di Papua.

Diketahui, pendekatan Smart Power dilakukan dengan menggabungkan kekuatan militer dan ekonomi dengan kekuatan budaya, diplomasi, dan norma yang ada di Papua untuk mempengaruhi masyarakat Papua agar menjaga kedamaian dan mencegah munculnya konflik. Sementara, Hard power menjadi jalan terakhir untuk menangani konflik di Papua, hal ini menjadi solusi lantaran serangan KST Papua semakin brutal.

Pendekatan Smart Power merupakan kombinasi antara Hard Power, Soft Power, dan diplomasi untuk penanganan masalah keamanan di Tanah Papua. Sehingga, konflik dapat secara efektif ditanggulangi dan diharapkan selesai hingga akar masalah.

Penanganan konflik di Papua memang perlu evaluasi dimana semakin gencar operasi keamanan maka ekskalasi kekerasan di Papua juga akan meningkat.

Pasalnya, serangan KST semakin brutal yang korbannya adalah warga sipil. Masyarakat merasa terus dibayangi rasa cemas dan takut akan adanya serangan brutal KST yang tidak akan pernah berakhir.
Untuk mendukung langkah tersebut, Agus menjelaskan perlunya peningkatan fasilitas maupun komponen alutsista TNI yang sudah ada. Pihaknya menyebut akan berupaya agar TNI memiliki standarisasi unit siber dan drone yang setara dengan negara lain.

Sehingga diharapkan di masa depan, penanganan konflik di Papua dapat dilakukan secara efektif mengingat ancaman dari Kelompok Separatis Papua (KST) sangat berbahaya.

Serangan dan tindak kekerasan dari kelompok kriminal bersenjata di Papua sendiri terus memakan korban dari pihak TNI. Terbaru, dua prajurit TNI dari Satgas Yonif 411/Pandawa dilaporkan gugur setelah diserang KST di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Keduanya diduga diserang oleh KST Kodap III Ndugama pada Kamis, 30 November 2023. Kepala Penerangan (Kapen) Kostrad, Kolonel Inf. Hendhi Yustian membenarkan adanya kontak tembak antara Personil Satgas Yonif 411/Pandawa dengan KST Papua.
Merespon ancaman tersebut, Satgas Damai Cartenz 2023 bersama Polda Papua akan memperketat pengamanan di sembilan daerah Operasi yang dianggap sebagai titik tindak kejahatan dari KST. Kepala Satuan Tugas(Kasatgas) Humas Damai Cartenz 2023, AKBP Bayu Suseno mengatakan aparat keamanan perlu terus melakukan giat deteksi dan cegah dini dengan melakukan patroli secara intensif di sembilan daerah operasi damai Cartenz.
Aparat keamanan secara khusus harus menjadikan sejumlah konflik dan krisis yang terjadi di sejumlah belahan dunia lain sebagai pelajaran penting untuk menangani permasalahan di Papua. Contoh pengembangan teknologi adalah pemanfaatan teknologi perang dengan satuan siber juga drone. Panglima TNI mengaku telah memiliki rencana untuk membentuk dan menguatkan kedua model satuan tersebut.
KST sering kali terlibat dalam kegiatan subversif, termasuk aksi penculikan dan pembunuhan yang dapat merugikan stabilitas sosial dan keamanan masyarakat. Oleh karena itu, tugas aparat keamanan tidak hanya sebatas penanganan kriminal biasa, tetapi juga melibatkan upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanggulangan aksi teroris.
Tindak tegas dan strategi kuat aparat keamanan diharapkan sebagai efek jera bagi KST yang sangat menghambat kesejahteraan di wilayah Papua. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus membangun, karena pemerintah hanya menindak KST bersenjata, sementara rakyat sipil sudah pasti dilindungi.
Untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal, aparat keamanan perlu terus meningkatkan kapasitas dan keterampilannya. Pelatihan yang terarah dan up to date mengenai taktik dan teknologi keamanan menjadi kunci dalam menanggapi ancaman yang terus berkembang. Kolaborasi dengan lembaga-lembaga keamanan internasional dan nasional juga membantu meningkatkan pemahaman dan koordinasi antaraparat keamanan. Selain melibatkan aparat keamanan secara langsung, penting juga untuk melibatkan masyarakat setempat. Program penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya yang disebabkan dari aktivitas KST, sekaligus membantu masyarakat dalam melaporkan aktivitas yang mencurigakan. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keamanan bersama.
Dalam menghadapi ancaman dari KST Papua, aparat keamanan memiliki peran sentral dalam melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas daerah. Pengabdian tim gabungan TNI-Polri di Papua selama ini telah mencerminkan komitmen mereka untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat di tengah kondisi yang sulit.
Meskipun menghadapi ancaman dari KST, aparat keamanan tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga secara aktif terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat setempat. Keberagaman inisiatif ini menunjukkan bahwa tim gabungan TNI-Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Papua. Dengan pendekatan Smart Power yang digaungkan oleh Panglima TNI, diharapkan Papua dapat mencapai keamanan yang hakiki.

)* Penulis Merupakan Mahasiswa Papua tinggal di Makassa

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.