• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Pemulihan Ekonomi Hadapi Tantangan Lonjakan Covid-19

Pemulihan Ekonomi Hadapi Tantangan Lonjakan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 19 July 2021

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Astera Primanto Bhakti mengungkapkan bahwa proses pemulihan ekonomi menghadapi tantangan besar karena lonjakan Covid-19 varian Delta.  Terlebih terjadi lonjakan kasus aktif di setiap harinya hingga mencapai 50 ribu kasus.

“Proses pemulihan ekonomi menghadapi tantangan besar dengan adanya varian baru Covid-19. Dimana saat ini Indonesia sedang berjuang melawan lonjakan Covid-19 dengan lebih dari 50 ribu kasus tambahan per hari. Hal ini mendorong diterapkannya     pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli 2021,”tuturnya dalam diskusi Pengelolaan Dana Haji 2021, Senin (19/7).

Bahkan implikasi dari lonjakan kasus Covid-19 dapat berpotensi memberikan tekanan di pasar keuangan.  Menurutnya imbas peningkatan kasus Covid-19 varian Delta di berbagai negara juga berisiko terhadap pemulihan ekonomi global ke depan. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan memastikan bersama seluruh pihak akan terus memperkuat proses pemulihan ekonomi, dengan pengendalian pandemi Covid-19 secara lebih komprehensif, kemudian disertai dengan percepatan vaksinasi yang masif. Serta mendorong akselerasi realisasi program pemulihan ekonomi nasional secara terukur dan terarah.

“Melalui APBN 2021, pemerintah terus berupaya atasi tingkat penyebaran Covid-19 dan memulihkan  kondisi ekonomi nasional termasuk melaksanakan vaksinasi masif dan bertahap kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah tantangan pandemi Covid-19, ia berharap kinerja ekonomi Indonesia dapat terus menunjukan optimisme dan tren yang mendukung, disertai dengan dukungan dari  kebijakan fiskal, kebijakan moneter, sektor keuangan dan reformasi struktural. Ia menjelaskan sebenarnya pemulihan ekonomi telah menunjukkan perbaikan hingga kuartal I- 2021, hal ini tercermin dari tingkat kepercayaan masyarakat yang mulai meningkat. Sejalan pemulihan ekonomi aliran modal asing diharapkan semakin meningkat dari pasar saham dan obligasi. Kemudian hasil kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal I dengan kontraksi yang mengecil menjadi 0,74% dibandingkan periode kuartal IV -2020 yang tercatat kontraksi 2,19%.

“Hal ini menunjukan kepercayaan investor asing mulai pulih,sejalan dengan itu, perekonomian global mulai  menunjukkan momentum pemulihan,” ujarnya.

Realisasi Program PEN Lebih lanjut, Astera mengatakan realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah terealisasi 37,9% dari pagu yang dianggarkan Rp 699,43 triliun. Prima menyatakan realisasi tersebut terbagi dalam beberapa fokus di antaranya diarahkan untuk sektor kesehatan seperti therapeutic dan perawatan bagi 252 ribu pasien. Kemudian perlindungan sosial yang meliputi program Kartu Sembako bagi 15,93 juta keluarga dan kuota internet bagi 32,1 juta penerima.

“Selain itu, realisasi anggaran PEN turut diarahkan untuk dukungan UMKM dan korporasi yaitu kepada 9,8 juta pelaku UMKM,” ucapnya.

Sementara itu, program prioritas padat karya bagi 795 ribu tenaga kerja dan insentif usaha seperti berupa PPh Final UMKM ditanggung pemerintah (DTP) bagi 129 ribu usaha.  Prima menegaskan pemerintah terus memantau dinamika yang terjadi akibat pandemi kemudian dilakukan strategi realokasi dan refocusing anggaran untuk memaksimalkan peran APBN sebagai instrumen fiskal.

“Pemerintah senantiasa berusaha dinamika dinamika pandemi di tanah air. Kemudian melalui instrumen fiskal yakni APBN,  strategi realokasi dan refocusing anggaran-anggaran yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan masyarakat dan menjaga ketahanan serta menyeimbangkan serta menyeimbangkannya dengan aktivitas aktivitas ekonomi,”ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan APBN yang merupakan instrumen pemerintah dalam melakukan countercyclical terhadap dampak pandemi juga memiliki keterbatasan sehingga harus kembali disehatkan. Ia menjelaskan penyehatan APBN dilakukan melalui langkah konsolidasi fiskal yaitu dengan berbagai reformasi baik dalam penganggaran, perpajakan dan PNBP, transfer daerah dan dana desa (TKDD), pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial. “Melalui reformasi struktural yang terus dijalankan secara konsisten akan menciptakan momentum baru bagi percepatan ekonomi sekaligus penguatan transformasi di berbagai sektor,” tegasnya.

Debottlenecking Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Kawal Kepastian Usaha

August 28, 2026

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional

August 28, 2026

Debottlenecking Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Kawal Kepastian Usaha

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Debottlenecking Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Kawal Kepastian Usaha Jakarta – Pemerintah terus mempercepat penguraian berbagai hambatan…

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat kebijakan debottlenecking…

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing   Oleh : Abdul Razak Transformasi pendidikan terus didorong pemerintah melalui penguatan akses sekaligus pembaruan cara belajar. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sementara pengembangan kurikulum digital diarahkan agar proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik. Penguatan tersebut salah satunya terlihat dari penyusunan modul pembelajaran digital untuk Sekolah Rakyat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah menyerahkan 1.018 konten modul pembelajaran kepada Kementerian Sosial sesuai kebutuhan program. Seluruh modul akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS) sehingga dapat diakses secara digital oleh guru maupun peserta didik. Direktur Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI, Ahmad Yani menjelaskan, ribuan konten tersebut mencakup 177 mata pelajaran untuk jenjang SD hingga SMA. Penyusunan dilakukan selama dua tahun, dengan 322 modul dari 63 mata pelajaran diselesaikan pada tahun lalu dan 696 modul dari 114 mata pelajaran rampung pada tahun ini. Berdasarkan jenjang pendidikan, modul tersebut terdiri atas 73 mata pelajaran untuk SD, 44 mata pelajaran untuk SMP, dan 60 mata pelajaran untuk SMA. Setiap konten dirancang dalam beberapa bagian, mulai dari pendahuluan, kegiatan belajar, rangkuman, refleksi, latihan, hingga tes formatif. Ahmad Yani menjelaskan modul digital memiliki karakter berbeda dibandingkan buku teks elektronik atau e-book. Pada jenjang SD, materi dibuat lebih ringkas, sederhana, dan disesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Untuk SMP, materi disusun dengan kedalaman menengah, bahasa komunikatif, serta aktivitas pembelajaran yang lebih beragam. …

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar Jakarta – Sekolah Rakyat memasuki babak…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.