• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintahan Prabowo Gibran Pastikan Kawal Isu Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat

Pemerintahan Prabowo Gibran Pastikan Kawal Isu Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 16 September 2024

Pemerintahan Prabowo Gibran Pastikan Kawal Isu Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat

Oleh: Cahyo Widjaya

Transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden terpilih Prabowo Subianto membawa fokus pada kesinambungan kebijakan di sektor ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Prabowo Subianto, sebagai sosok perwira tinggi militer Indonesia yang terpilih pada pemilihan umum 2024, memiliki visi untuk melanjutkan pembangunan yang telah dimulai oleh Presiden Jokowi, khususnya dalam bidang yang menyentuh langsung kesejahteraan rakyat. Ketahanan pangan dan kesehatan menjadi prioritas utama, mengingat keduanya merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi bangsa.

Presiden Jokowi sendiri telah membangun fondasi yang kuat dalam sektor-sektor tersebut selama masa jabatannya. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memainkan peran sentral dalam mengawasi efektivitas pembangunan di berbagai bidang, termasuk pangan dan kesehatan.

Menurut Presiden Jokowi, BPKP memiliki peran besar dalam memastikan agar pembangunan yang dijalankan bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi rakyat. BPKP telah menjadi garda terdepan dalam menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan berbagai proyek pembangunan, sehingga transisi ke kepemimpinan baru dapat berlangsung tanpa hambatan yang berarti.

Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh, menegaskan bahwa pengawasan terhadap keuangan dan pembangunan selama pemerintahan Jokowi telah menghasilkan capaian yang signifikan. Dari 2020 hingga triwulan pertama 2024, BPKP berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp 78,68 triliun dan menghemat belanja negara sebesar Rp 192,93 triliun.

Penghematan tersebut juga berdampak pada sektor-sektor strategis, termasuk kesehatan dan ketahanan pangan. Melalui pengawasan ini, pemerintah dapat memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan kesehatan, dan penguatan ketahanan pangan di berbagai daerah.

Prabowo Subianto, sebagai pemimpin baru, memiliki visi untuk melanjutkan berbagai program yang telah diletakkan Presiden Jokowi, dengan penekanan pada peningkatan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebutkan bahwa Presiden Terpilih Prabowo memiliki komitmen yang kuat terhadap sektor pertanian Indonesia. Pria kelahiran tahun 1951 itu berencana memperkuat sektor tersebut sebagai salah satu penopang utama ekonomi nasional.

Andi Amran juga menekankan bahwa kesinambungan pembangunan antara Presiden RI ketujuh, Jokowi dan Presiden RI kedelapan, Prabowo akan menjamin stabilitas ketahanan pangan dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis pangan.

Prabowo, yang juga merupakan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, melihat pertanian sebagai sektor strategis yang mampu menjaga kemandirian pangan Indonesia. Oleh karena itu, ia bertekad untuk melanjutkan kebijakan yang telah dirancang Presiden Jokowi dengan fokus pada modernisasi pertanian dan distribusi yang lebih efektif.

Presiden Terpilih pada Pemilu 2024, Prabowo memahami bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga terkait dengan akses dan distribusi yang merata ke seluruh pelosok negeri. Dalam konteks ini, pembangunan infrastruktur yang mendukung sektor pangan menjadi prioritas untuk meminimalkan ketergantungan pada impor bahan pangan.

Selain ketahanan pangan, kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam transisi kepemimpinan ini. Penguatan sistem kesehatan yang telah dimulai oleh Presiden Jokowi akan dilanjutkan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto dengan beberapa penyesuaian untuk menghadapi tantangan baru.

Kesehatan masyarakat, terutama dalam hal pencegahan dan penanganan penyakit, sangat erat kaitannya dengan ketahanan pangan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap makanan bergizi dan pelayanan kesehatan yang baik, ketahanan sosial dan ekonomi negara pun akan lebih terjaga.

Menurut Mentan Andi Amran, Presiden Terpilih Prabowo Subianto juga akan melanjutkan berbagai program kesehatan yang telah digagas oleh Presiden Jokowi, seperti peningkatan akses terhadap layanan kesehatan di daerah terpencil dan penguatan layanan kesehatan primer.

Program tersebut sejalan dengan visi Presiden Terpilih Prabowo untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia Indonesia, yang pada akhirnya akan memperkuat daya saing bangsa di kancah global.

Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh, juga menjelaskan bahwa selain menjaga akuntabilitas keuangan negara, BPKP turut mengawal efektivitas pembangunan di sektor kesehatan. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan bahwa alokasi anggaran untuk sektor kesehatan benar-benar digunakan secara optimal dan tepat sasaran.

Pengawasan tersebut akan terus dilakukan dalam masa transisi ke pemerintahan Prabowo, untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan yang telah dirintis oleh Presiden Jokowi. BPKP akan berperan penting dalam mengawasi berbagai proyek pembangunan rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan program kesehatan masyarakat lainnya.

Transisi kepemimpinan dari Presiden RI ketujuh, Jokowi ke Presiden RI kedelapan, Prabowo Subianto menandai sebuah kesinambungan yang positif dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Dengan komitmen yang kuat dari kedua pemimpin tersebut, Indonesia dipastikan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai kemandirian pangan dan peningkatan kualitas kesehatan rakyat.

Presiden terpilih Prabowo Subianto, dengan latar belakangnya sebagai perwira militer yang tegas dan visioner, akan melanjutkan program-program yang telah diletakkan oleh Presiden Jokowi, sambil membawa inovasi baru untuk memperkuat ketahanan nasional.

Ketahanan pangan dan kesehatan bukan hanya menjadi prioritas jangka pendek, melainkan menjadi fondasi bagi pembangunan bangsa yang lebih berkelanjutan. Pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki visi untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih mandiri dan sehat, melalui kesinambungan kebijakan dan pengawasan yang ketat terhadap implementasinya. Komitmen ini menunjukkan bahwa transisi kepemimpinan bukan sekadar pergantian figur, melainkan sebuah langkah nyata untuk menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.

*) Peneliti Ekonomi Kerakyatan – Institut Ekonomi Sejahtera

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

November 8, 2026

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

November 8, 2026

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan Oleh: Damar Setiawan Pemerintah terus menunjukkan komitmen…

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan Jakarta – Pembahasan penetapan Upah Minimum…

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha Oleh: Anggi Kurniawan Penyusunan kebijakan Upah…

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh Oleh: Mega Triyana Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan pengupahan yang lebih terarah. Kehadiran undang-undang ketenagakerjaan yang baru diharapkan memberikan landasan lebih kuat bagi pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Penetapan upah minimum juga perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, daya beli, serta kemampuan dunia usaha agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan UMP 2027. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa formula pengupahan tahun mendatang akan mengacu pada undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru disahkan DPR pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengupahan. Dengan landasan hukum yang diperbarui, penetapan upah diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pertimbangan dalam menentukan besaran upah minimum. Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah sedang menghitung estimasi KHL dengan memanfaatkan data yang dihimpun dan dievaluasi oleh kementerian serta lembaga terkait. Penghitungan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan riil pekerja dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Komponen kebutuhan tersebut mencakup pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga yang terus mengalami perkembangan. Penempatan KHL dalam pembahasan UMP menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan tidak semata-mata berorientasi pada persentase kenaikan tahunan. Upah minimum memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kualitas hidup keluarganya. Penghasilan yang lebih layak dapat memberikan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penghitungan kebutuhan hidup perlu menjadi pertimbangan substantif agar kebijakan pengupahan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pembahasan kebijakan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan. Yassierli menyampaikan bahwa prosesnya akan dimulai melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sebelum berlanjut ke Dewan Pengupahan Nasional. Selanjutnya, masukan dari Dewan Pengupahan Daerah menjadi bagian dari pertimbangan gubernur dalam menetapkan besaran UMP di masing-masing wilayah. Mekanisme ini memberikan ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kepentingan serta kondisi yang mereka hadapi. Dari kalangan pekerja, usulan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5 hingga 9,5 persen telah disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Said Iqbal, juga menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan peningkatan upah minimum pada tahun mendatang. Simulasi yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan perkiraan kenaikan sekitar 7,8 persen berdasarkan asumsi yang digunakan. Masukan dari kalangan pekerja menjadi bagian penting karena buruh merupakan kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.