• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintahan Prabowo Gibran Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan di Papua

Pemerintahan Prabowo Gibran Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 30 January 2025

Oleh : Gavin Asadit

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui berbagai inisiatif strategis yang mencakup sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Salah satu langkah signifikan adalah pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke, Papua.

Program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan subur di wilayah tersebut guna meningkatkan produksi pangan nasional dan mendukung ketahanan pangan. Presiden Prabowo menargetkan pengembangan tiga juta hektar lahan pertanian di seluruh Indonesia, dengan satu juta hektar di antaranya berlokasi di Merauke. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produksi beras hingga 20 juta ton gabah atau 10 juta ton beras giling.

Presiden Prabowo meninjau langsung progres proyek ini pada November 2024 lalu dan menekankan pentingnya penggunaan teknologi modern dalam proses pertanian. Penggunaan alat seperti combine harvester diharapkan dapat memudahkan petani dalam memanen padi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Langkah ini tidak hanya menjadi solusi atas tantangan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Merauke mendapat apresiasi dari berbagai pihak salah satunya dari Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS), Ketua MRPS, Damianus Katayu mengatakan pihaknya mengapresiasi Presiden Prabowo yang telah berkunjung ke Merauke demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selanjutnya dirinya berharap Presiden Prabowo bisa berdialog dengan orang asli Papua (OAP) terkait banyak hal terutama pembangunan.
Selain fokus pada sektor pertanian, pemerintah meluncurkan program ambisius untuk menyediakan makanan gratis bagi lebih dari 80 juta siswa dan ibu hamil di seluruh Indonesia, termasuk di Papua. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting pada anak-anak. Setiap makanan dirancang mengandung porsi nasi, protein, sayuran, dan buah dengan anggaran Rp10.000 per porsi.
Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira mengatakan Program tersebut tidak hanya memberikan nutrisi pada generasi muda, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. Petani lokal di Papua akan sangat diuntungkan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja baru.
Tidak hanya di bidang pangan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pendidikan. Papua selama ini memiliki angka partisipasi sekolah yang lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, pada tahun 2023, angka partisipasi sekolah di Papua untuk jenjang SMP hanya mencapai 77%, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 90%. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan angka tersebut melalui program bantuan beasiswa untuk anak-anak asli Papua, pengadaan guru di daerah terpencil, serta pembangunan sekolah-sekolah baru yang dilengkapi fasilitas belajar modern.
Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Filep Wamafma mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk memajukan sektor pendidikan, di antaranya, alokasi anggaran kesejahteraan guru akan meningkat menjadi Rp 81,6 triliun, naik Rp 16,7 triliun dibanding tahun sebelumnya., Pihaknya juga mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan guru sebagai pilar penentu kualitas pendidikan di Indonesia.
Pemerintah juga meluncurkan program kesehatan yang menyasar daerah-daerah terpencil di Papua melalui pengiriman tenaga medis dan pendirian pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di wilayah pedalaman. Salah satu tantangan utama adalah tingginya angka kematian ibu dan anak di Papua yang masih menjadi yang tertinggi di Indonesia. Program seperti “Dokter Terbang” diluncurkan untuk memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh wilayah.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, publikasi “Statistik Kesejahteraan Rakyat Papua 2024” menyajikan berbagai indikator dari berbagai aspek kesejahteraan, seperti informasi demografi penduduk, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Data ini penting untuk memahami kondisi terkini dan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui berbagai program strategis di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Namun, tantangan seperti rendahnya akses terhadap infrastruktur dasar dan kekhawatiran terkait program transmigrasi perlu ditangani dengan bijak dan partisipatif. Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, diharapkan kesejahteraan masyarakat Papua dapat meningkat secara signifikan, sejalan dengan visi pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memajukan Papua patut diapresiasi. Komitmen untuk membangun infrastruktur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberdayakan sumber daya lokal menunjukkan bahwa Papua menjadi prioritas dalam visi pemerataan pembangunan nasional.
Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, harapan untuk melihat Papua yang maju, sejahtera, dan berdaya bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang dapat diraih bersama. Pemerintah layak mendapatkan apresiasi atas upaya nyata yang telah dilakukan, sembari terus melibatkan masyarakat Papua dalam setiap proses pembangunan yang ada.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

November 6, 2026

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

November 6, 2026

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat Oleh : Rivka Mayangsari Kondisi perekonomian Indonesia…

Stabilitas Rupiah Terus Dijaga di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Stabilitas Rupiah Terus Dijaga di Tengah Ketidakpastian Global Oleh : Gavin Asadit Stabilitas nilai tukar…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.