• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Tegaskan Tak Ada Titipan dalam Seleksi Sekolah Rakyat

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Titipan dalam Seleksi Sekolah Rakyat

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 11 February 2026

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Titipan dalam Seleksi Sekolah Rakyat

Jakarta, – Pemerintah Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan program Sekolah Rakyat berjalan secara transparan, adil, dan tanpa praktik titipan siswa dari siapapun. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak berasal dari keluarga kurang mampu, sekaligus upaya nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.

 

Hingga awal tahun 2026, pemerintah telah meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, yang telah memberikan layanan pendidikan bagi hampir 16.000 peserta didik dari keluarga di desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah-sekolah tersebut menawarkan layanan pendidikan gratis mulai dari tingkat SD hingga SMA, termasuk fasilitas asrama penuh, makan 3 kali sehari, seragam, dan perlengkapan belajar.

 

Menanggapi anggapan atau kekhawatiran publik soal potensi titipan siswa, Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa proses seleksi dan penetapan peserta didik dilakukan secara akurat dan berbasis data.

 

“Jadi, Menteri Sosial tidak bisa titip, Menteri Sosial tidak bisa menitipkan siapa pun yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Arahan Presiden cukup jelas: tidak boleh ada sogok-menyogok, tidak boleh ada suap-menyuap untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

 

Pemerintah juga menerapkan mekanisme penjangkauan langsung keluarga melalui pendamping sosial dan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan Dasar serta Menengah setempat. Penentuan calon peserta didik dilakukan setelah kunjungan rumah, dialog dengan orang tua, serta verifikasi dan validasi data keluarga yang masuk dalam skala prioritas.

 

“Mohon ini kita awasi bersama. Tidak boleh ada sogok-menyogok, suap-menyuap, dan tidak boleh ada kongkalikong dalam menyeleksi siswa Sekolah Rakyat,” tambah Saifullah.

 

Komitmen pemerintah untuk menjauhkan praktik titipan juga ditegaskan dalam berbagai kebijakan operasional. Di antaranya, pendaftaran siswa tidak dilakukan secara umum, melainkan melalui sistem seleksi yang berbasis data nasional, sehingga hanya yang benar-benar memenuhi kriteria sosial-ekonomi saja yang dapat mengikuti proses dan ditetapkan sebagai peserta didik. Hal ini sekaligus menjadi bentuk nyata sikap negara dalam menegakkan keadilan pendidikan bagi seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi.

 

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan strategi besar pemerintah untuk menjamin hak pendidikan sekaligus mengatasi ketimpangan sosial.

 

“Sekolah berasrama ini ditujukan bagi anak-anak yang mungkin selama ini tidak memiliki harapan agar mereka kembali percaya pada masa depan,” tegas presiden.

 

Pemerintah berjanji akan terus memperkuat integritas proses seleksi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat sesuai target nasional, sehingga setiap anak yang memenuhi syarat mendapatkan kesempatan pendidikan bermutu tanpa adanya diskriminasi atau intervensi titipan dari pihak manapun.***

Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN Nilai Fondasi Ekonomi Nasional Semakin Kuat

October 22, 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Resiliensi Makroekonomi di Tengah Fragmentasi Geopolitik

October 22, 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN Nilai Fondasi Ekonomi Nasional Semakin Kuat

By Kata IndonesiaOctober 22, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN Nilai Fondasi Ekonomi Nasional Semakin Kuat JAKARTA – Ketahanan ekonomi dan…

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Resiliensi Makroekonomi di Tengah Fragmentasi Geopolitik

By Kata IndonesiaOctober 22, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Resiliensi Makroekonomi di Tengah Fragmentasi Geopolitik  Oleh: Pamella Dewi Lorena Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum mengevaluasi ketahanan ekonomi Indonesia. Di tengah ketidakpastian geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan internasional, dan risiko gangguan iklim, perekonomian nasional tetap mencatat pertumbuhan di atas lima persen. Namun, resiliensi makroekonomi perlu ditelaah melalui produktivitas, daya beli, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dalam perspektif ekonomi pembangunan, stabilitas tidak semata ditentukan pertumbuhan produk domestik bruto. Stabilitas harga, kesinambungan investasi, ketahanan produksi, serta efektivitas kebijakan sosial merupakan indikator yang saling berkaitan. Pertumbuhan berkelanjutan membutuhkan fondasi struktural agar perekonomian tidak rentan terhadap tekanan eksternal. Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, menilai perkembangan ekonomi Indonesia harus ditempatkan dalam konteks tantangan global yang kompleks. Perubahan kebijakan ekonomi Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, konflik geopolitik, peperangan, serta fenomena El Niño menjadi faktor eksternal yang turut memengaruhi aktivitas perekonomian. Menurut Firman, berbagai tekanan tersebut tidak menghalangi Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dengan inflasi relatif terkendali. Kebijakan hilirisasi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi melalui peningkatan aktivitas produksi dan penciptaan nilai tambah domestik. Ketahanan tersebut menunjukkan pentingnya membedakan stabilitas jangka pendek dengan transformasi ekonomi jangka panjang. Stabilitas makroekonomi menyediakan ruang investasi, sedangkan hilirisasi berpotensi memperkuat struktur industri nasional. Meski demikian, kontribusinya terhadap produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan pendapatan masyarakat perlu terus dievaluasi. …

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Rakyat Jadi Prioritas Menuju Indonesia Sejahtera

By Kata IndonesiaOctober 22, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Rakyat Jadi Prioritas Menuju Indonesia Sejahtera Oleh: Bagas Wicaksono Dua tahun…

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.