• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Optimalkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Bencana Hidrometeorologi

Pemerintah Optimalkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Bencana Hidrometeorologi

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 6 March 2025

Pemerintah Optimalkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Bencana Hidrometeorologi

 

*JAKARTA* – Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi bencana dengan mengoptimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengurangi risiko banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi. Strategi ini terbukti efektif dalam mengendalikan intensitas hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah rawan bencana, sekaligus memastikan ketersediaan air di waduk dan bendungan.

 

Dalam mendukung upaya ini, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Ardi Syahri, menegaskan kesiapan TNI AU dengan alutsista yang tersedia.

 

“Kami menyiapkan pesawat CN295 dan C212 yang dapat digunakan untuk operasi modifikasi cuaca. Sinergi dengan BNPB dan BMKG sangat penting dalam memastikan efektivitas upaya ini,” tegas Ardi Syahri.

 

Pelaksanaan TMC dilakukan dengan menaburkan garam (NaCl) ke dalam awan hujan menggunakan pesawat. Metode ini bertujuan memicu hujan lebih awal di lokasi yang aman seperti di laut atau waduk, sehingga dapat mengurangi potensi banjir di kawasan pemukiman padat penduduk dan daerah rawan longsor.

 

Langkah antisipasi terus dipersiapkan oleh BNPB seiring dengan prakiraan cuaca ekstrem yang masih berlanjut. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa operasi TMC dapat kembali dilakukan jika curah hujan tinggi berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

 

“Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan tinggi diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret 2025. Jika diperlukan, BNPB akan kembali menggelar operasi TMC untuk menekan risiko bencana,” ungkap Abdul Muhari.

 

Selain sebagai upaya mitigasi bencana, modifikasi cuaca juga menjadi strategi penting dalam menjaga ketersediaan air di waduk dan irigasi pertanian. Keberhasilan metode ini dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam mengatasi dampak buruk perubahan iklim terhadap lingkungan dan masyarakat.

 

Kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia, terutama Jawa Barat, menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan TMC. Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan bahwa modifikasi cuaca akan diprioritaskan di wilayah ini karena tingginya risiko banjir, terutama di daerah pegunungan yang menjadi sumber aliran air ke hilir.

 

“Hujan lebat diprediksi berlangsung hingga 11 Februari, sehingga diperlukan modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan,” ujar Dwikorita Karnawati.

 

Strategi modifikasi cuaca dilakukan dengan menurunkan hujan sedikit demi sedikit sebelum mencapai wilayah berisiko, sehingga mampu mengurangi dampak buruk bencana terhadap masyarakat dan infrastruktur. Dengan sinergi kuat antara BMKG, BNPB, dan TNI AU, pemerintah memastikan upaya mitigasi terus dioptimalkan demi keselamatan rakyat serta meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.