• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Maksimalkan Balai Latihan Kerja untuk Redam Dampak PHK

Pemerintah Maksimalkan Balai Latihan Kerja untuk Redam Dampak PHK

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 25 July 2025

Pemerintah Maksimalkan Balai Latihan Kerja untuk Redam Dampak PHK

Jakarta – Dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah nyata melalui berbagai program strategis untuk melindungi dan memberdayakan tenaga kerja. Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan vokasi nasional untuk membantu para pekerja terdampak PHK agar tetap produktif dan kompeten.

 

Program ini menjadi bagian dari kebijakan jangka menengah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari Kementerian Ketenagakerjaan. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat peran BLK.

 

”Kami mendukung penuh upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui BLK dan akan terus mendorong perusahaan untuk patuh terhadap regulasi K3 dan jaminan sosial tenaga kerja,” ungkapnya.

 

Melalui program Kartu Prakerja, pemerintah juga memberikan akses pelatihan digital kepada para pekerja yang terdampak PHK, pencari kerja, dan masyarakat umum. Peserta dapat memilih berbagai jenis pelatihan mulai dari teknologi digital, manajemen, hingga kewirausahaan, sehingga mampu meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri saat ini. Program ini terbukti menjadi solusi cepat dalam membantu pekerja beradaptasi dan mencari peluang baru.

 

Selain pelatihan keterampilan, pemerintah juga menghadirkan program fasilitasi wirausaha mandiri. Skema ini mencakup pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, dan akses pembiayaan yang terjangkau untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ini menjadi strategi jitu dalam menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran.

 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, juga menegaskan pentingnya penguatan peran BLK dalam peningkatan kualitas SDM.

 

”Keberadaan Balai Latihan Kerja harus dioptimalkan sebaik mungkin agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengurangan angka pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

 

Sarif juga menambahkan upaya menyesuaikan sekolah vokasi agar sesuai lapangan kerja.

 

“Misalnya memperbanyak sekolah vokasi, juga link and match dengan perusahaan dan kebutuhan serapan tenaga kerja, harus dilakukan,” ujarnya.

 

Dalam masa transisi akibat PHK, pemerintah turut menyalurkan bantuan sosial temporer berupa bantuan pangan, bantuan tunai langsung, serta kebutuhan pokok lainnya secara tepat sasaran. Langkah ini dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

 

Dengan strategi yang terintegrasi antara pelatihan vokasi, kewirausahaan, dan perlindungan sosial, pemerintah tidak hanya membantu pekerja untuk bangkit, tetapi juga memperkuat daya saing nasional di era globalisasi dan transformasi digital.

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.