• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Komitmen Jaga Perekonomian Tumbuh Stabil dan Inklusif

Pemerintah Komitmen Jaga Perekonomian Tumbuh Stabil dan Inklusif

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 12 June 2024

Pemerintah Komitmen Jaga Perekonomian Tumbuh Stabil dan Inklusif

Oleh: Silvia AP

Perekonomian pada sebuah negara merupakan landasan yang mendasari kehidupan masyarakatnya. Ketika perekonomian kuat dan inklusif, ini menciptakan peluang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkembang dan berkontribusi. Dalam konteks Indonesia, upaya untuk memperkuat perekonomian nasional telah menjadi fokus utama pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya. Salah satu pendekatan yang semakin mendapat apresiasi adalah kolaborasi dalam membangun semangat ekonomi inklusif.

Kolaborasi merupakan kunci penting dalam mewujudkan perekonomian inklusif. Hal ini dapat melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah (LSM), akademisi, dan masyarakat sipil. Adapun Pemerintah memiliki peran sentral dalam memfasilitasi kolaborasi tersebut.

Dalam rangka mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas Tahun 2045, Pemerintah telah mencanangkan strategi transformasi ekonomi dengan menetapkan sejumlah arah pembangunan mulai dari ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan produktivitas, ekonomi hijau, transformasi digital, integrasi ekonomi domestik dan global, hingga urban and inclusive economy. Untuk pertumbuhan yang kuat dan inklusif, maka Indonesia harus terintegrasi pada rantai pasok kawasan dan global. Karena itu, keamanan dan stabilitas menjadi penting agar rantai pasok tidak terganggu.

Adapun, langkah-langkah kebijakan yang didukung oleh regulasi yang memadai dapat menciptakan landasan yang kokoh untuk berbagai pihak terlibat dalam memperkuat perekonomian. Misalnya, pemerintah dapat memberikan insentif bagi investasi yang berkelanjutan dan inklusif, memastikan adanya akses yang adil terhadap sumber daya ekonomi, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menciptakan program-program pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta, Jateng mengajak para pelaku UMKM di Solo Raya berkontribusi memperkuat sektor ekonomi kreatif. Pada penutupan acara Kemitraan Nasional Rantai Pasok Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kenarok) di Solo, Sandiaga membahas berbagai strategi pentingnya pengembangan talenta digital juga inisiatif untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya Kota Solo.
Menparenkraf mengatakan indeks kinerja pariwisata atau travel tourism development index (TTDI) Indonesia naik 10 peringkat, yakni dari peringkat 32 menjadi 22 dunia. Capaian tersebut tidak lepas dari program-program pemerintah yang memprioritaskan kebijakan dalam mendukung pariwisata.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Surakarta, Ferry Septha Indrianto mengatakan untuk memastikan kualitas produk UMKM di Solo, Kadin tengah mengembangkan Rumah Kurasi Surakarta. Diharapkan, rumah dapat menjadi standar kualitas produk baik untuk mode, kerajinan, maupun kuliner. Pihaknya juga menyoroti berbagai jenis usaha lokal yang menjadi bagian penting dari rantai pasok, termasuk kerja sama antara UMKM dan hotel yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Kemudian, sektor swasta juga memegang peran penting dalam kolaborasi ini. Perusahaan-perusahaan besar dapat memainkan peran strategis dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ke dalam operasi mereka. Hal ini bisa berupa investasi dalam program-program pendidikan dan pelatihan, menciptakan lapangan kerja yang inklusif, atau membangun rantai pasokan yang berkelanjutan dan inklusif dengan melibatkan UKM lokal.
LSM dan masyarakat sipil juga memiliki kontribusi yang tak tergantikan dalam kolaborasi ekonomi inklusif. Mereka dapat menjadi suara bagi yang kurang terwakili dalam proses pembangunan ekonomi, serta mendorong akuntabilitas dan transparansi dalam praktik bisnis serta kebijakan pemerintah. Dengan memobilisasi dukungan masyarakat, LSM dapat memperkuat tekanan untuk perubahan positif dan memastikan bahwa kepentingan seluruh masyarakat menjadi prioritas utama.
Peran akademisi juga penting untuk menyediakan penelitian dan wawasan yang mendalam tentang berbagai aspek ekonomi inklusif, membantu merancang kebijakan yang berbasis bukti, dan menyediakan pendidikan juga pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Penting juga untuk memastikan bahwa kolaborasi ini berlangsung dengan cara yang transparan dan akuntabel. Hal ini akan memastikan bahwa kepentingan semua pihak dipertimbangkan dengan adil, dan bahwa hasil dari kolaborasi tersebut benar-benar menciptakan nilai tambah bagi seluruh masyarakat, bukan hanya segelintir pihak.
Bank Indonesia (BI) sudah siap bersinergi dengan pemerintahan baru untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung mengungkapkan upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi itu dilakukan dalam rangka menjaga pertumbuhan kredit nasional.
Menurut Juda, jika kredit berkembang dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi pun bakal terkerek naik. Namun sebaliknya, jika kredit perbankan tertahan, maka pertumbuhan ekonomi juga akan ikut merosot. Maka itu, ketika ekonomi nasional berkembang dengan baik, Bank Indonesia akan memberikan likuiditas untuk menyalurkan kredit.
Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini dan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, Indonesia berpotensi untuk memperkuat perekonomiannya secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Dengan memprioritaskan inklusivitas dan berfokus pada pembangunan yang berkelanjutan, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah dan lebih adil bagi semua orang.

)* Penulis adalah kontributor Jendela Baca Nusantara

 

 

 

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Oleh: Stefano Listanto Menjelang dua…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.